Kabar Terbaru dari Kami
Bumi kita sedang menghadapi krisis iklim dan butuh keseriusan untuk menjadikannya kembali hijau dan damai. Mari memulai perubahan nyata bersama Greenpeace diawali dengan membaca kabar terbaru dari siaran pers, artikel, riset dan publikasi, kemenangan Greenpeace, dan siniar.

-
Desak Penghentian Produksi Plastik Sekali Pakai, Aktivis Greenpeace Ditahan Pemerintah Korea Selatan
Desak Penghentian Produksi Plastik Sekali Pakai, Aktivis Greenpeace Ditahan Pemerintah Korea Selatan
-
RDF Rorotan Solusi Palsu Pengolahan Sampah di Jakarta
Selain tidak menyelesaikan akar masalah, proses RDF juga menghasilkan polusi udara yang signifikan, yang semakin memperburuk kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat.
-
Putusan Gugatan Energy Transfer: Potret Buruk SLAPP yang Mengancam Perjuangan Iklim
Gugatan SLAPP yang diajukan oleh Energy Transfer di North Dakota, serta putusan pengadilan yang menghukum Greenpeace sebesar 660 juta dollar, adalah hal yang sangat berbahaya bagi demokrasi, kebebasan sipil, dan kelestarian lingkungan.
-
Jejak Kerja Paksa Awak Kapal Indonesia di Kapal Taiwan dalam Produk Tuna Kalengan: Laporan Investigasi Greenpeace dan SBMI
Laporan terbaru Greenpeace Asia Tenggara-Indonesia dan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI), “Netting Profits, Risking Lives: The Unresolved Human and Environmental Exploitation at Sea”, mengungkap dugaan praktik kerja paksa dan eksploitasi finansial yang dialami para awak kapal perikanan (AKP) migran Indonesia di kapal ikan jarak jauh berbendera Taiwan.
-
Laporan Greenpeace MENA tentang Keuangan Islam Menunjukkan: Hanya 5% Aset Keuangan Islam Dapat Menghasilkan $400 Miliar untuk Energi Terbarukan pada 2030
Temuan laporan ini menunjukkan bahwa dengan mengalokasikan hanya 5% dari aset senilai $4,5 triliun sektor keuangan Islam untuk proyek energi terbarukan, dapat terhimpun dana sebesar $400 miliar untuk pembiayaan iklim.
-
Memperkuat Perjanjian Plastik Global dengan Pengurangan Produksi Plastik dan Solusi Guna Ulang
Perundingan perjanjian plastik global atau Intergovernmental Negotiating Committee (INC 5) akan berlangsung di Busan, Korea Selatan pada akhir bulan ini.
-
Penyelamatan Lingkungan dan Penanggulangan Krisis Iklim Harus Menjadi Agenda Prioritas Kepala Daerah Jakarta
Meskipun mengambil sikap netral, tidak memilih dan tidak menyatakan dukungan kepada salah satu paslon tertentu, Greenpeace Indonesia menilai PILKADA sebagai saat yang tepat untuk memasukkan agenda penyelamatan lingkungan dan penanggulangan krisis iklim sebagai salah satu agenda politik para paslon.
-
Tuntut Keadilan Sosial dan Lingkungan, Warga Sampaikan Pesan untuk Calon Pemimpin Jakarta
Pulau Pari merupakan salah satu pulau yang terletak di gugusan Kepulauan Seribu dan hanya berjarak 35 km dari daratan Jakarta. Masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil kerap kali terpinggirkan dari hingar bingar bagaimana sebuah kota dikelola.
-
Mahkamah Agung Tolak Kasasi Suku Awyu, Perjuangan Selamatkan Hutan Papua Kian Berat
Siaran Pers Koalisi Selamatkan Hutan Adat Papua Jakarta, 1 November 2024. Pejuang lingkungan hidup dari suku Awyu, Hendrikus Woro, dan Koalisi Selamatkan Hutan Adat Papua kecewa atas putusan Mahkamah Agung…
-
Menjelang Pelantikan Prabowo-Gibran, Greenpeace Ajak Publik Terus Bersuara dan Awasi Pemerintahan Baru
Menjelang pelantikan Prabowo-Gibran, Greenpeace mengajak publik untuk terus #MemilihBersuara demi penyelamatan dan pemulihan lingkungan, demokrasi, dan HAM.
-
Isu Ketahanan Iklim Kota Penting Harus Dibahas dalam Agenda Pilkada Jakarta
Pimpinan Komisi Pemilihan Umum Daerah Jakarta menerima kunjungan Greenpeace Indonesia di kantor KPUD Jakarta. Tujuan kunjungan ini antara lain untuk memberikan masukan agar isu krisis dan ketahanan iklim menjadi agenda dalam kampanye Pilkada Jakarta.
-
Greenpeace Desak Keadilan Iklim untuk Jakarta Berketahanan
Laporan ini menyoroti bagaimana situasi krisis iklim di Jakarta mulai dari proses pembuatan kebijakan sampai kepada implementasinya. Bukan hanya soal lingkungan, laporan ini juga menyoroti persoalan yang lebih mendalam: keadilan kota atau urban justice.
-
Greenpeace Ajak Berpikir Ulang Makna Pembangunan dan Kesejahteraan Melalui Instalasi Seni
Jakarta, 20 September 2024 – Greenpeace Indonesia melalui pameran instalasi seni mengajak masyarakat menemukan makna kesejahteraan yang tidak hanya bergantung pada numerasi pertumbuhan ekonomi semata. Gembar-gembor pertumbuhan ekonomi selalu digaungkan…
-
Modul Pathway to Justice untuk Perlindungan Awak Kapal Perikanan Migran Indonesia
Para awak kapal perikanan (AKP) migran sering kali menjadi korban kerja paksa, kekerasan, bahkan perdagangan orang.
-
Ekspor Pasir Laut Menambah Dosa Ekologis Rezim Jokowi di Penghujung Jabatan
Aturan ini semakin menambah daftar panjang kebijakan pemerintahan Jokowi yang jauh dari semangat pelindungan lingkungan dan lebih mementingkan kepentingan oligarki dan pengusaha.
-
Babak Baru Perjuangan untuk Merdeka dari Asap: 12 Warga Sumsel Gugat Korporasi
Dua belas warga Sumatera Selatan menggugat tiga perusahaan atas terjadinya kabut asap akibat karhutla.
-
INDONESIA DARURAT DEMOKRASI! Demokrasi Dihabisi, Reformasi Dikhianati
Jakarta – DPR RI dan pemerintah melakukan manuver politik ugal-ugalan dengan merevisi UU Pilkada pada 21 Agustus 2024 untuk tetap membatasi ruang demokrasi dan meloloskan upaya Jokowi membangun dinasti politiknya.…
-
‘Indonesia is Not For Sale’, Seruan Masyarakat Sipil dan Warga Korban IKN di HUT RI ke-79
Penajam Paser Utara, Kaltim, 17 Agustus 2024—Tak jauh dari lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN), sejumlah organisasi masyarakat sipil dan warga di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, menggelar serangkaian kegiatan untuk…
-
Pidato Kenegaraan Jokowi: Terlalu Banyak Klaim Keberhasilan, Tidak Sesuai Kenyataan
Jakarta, 16 Agustus 2024. Pidato kenegaraan hari ini merupakan pidato terakhir Presiden Joko Widodo di masa jabatan 2019-2024. Dalam pidatonya kali ini ada sejumlah topik yang menjadi sorotan Greenpeace Indonesia…
-
#AllEyesOnPapua Berlanjut, Suku Awyu dan Moi Serahkan Petisi Dukungan Publik ke MA
Demi memperjuangkan hutan adat, suku Awyu dan Moi kembali mendatangi Mahkamah Agung. Mengantar petisi dukungan publik.
-
UU KSDAHE, Komitmen Semu untuk Konservasi Alam dan Pelindungan Masyarakat Adat
Tanggapan Greenpeace tentang UU KSDAHE yang bermasalah secara proses dan isi.
-
ULAMA DAN PERUBAHAN IKLIM DI INDONESIA: INTEGRASI ISU PERUBAHAN IKLIM DALAM KURIKULUM PENDIDIKAN TINGGI ISLAM
Di era yang penuh dengan tantangan lingkungan yang tiada duanya, dan seruan mendesak untuk melakukan upaya terpadu dalam memerangi perubahan iklim, peran penting pendidikan dalam membentuk masa depan planet kita semakin mengemuka.
-
Petani Kecil Bisa Bebas-Deforestasi dan Mengakses Pasar Global
Petani kecil bisa melakukaan praktik bebas deforestasi. Berkontribusi menjaga hutan dan menahan laju krisis iklim.
-
Unilever, Berani Tanggung Jawab Itu Baik
Setelah melakukan pengumpulan sampah khusus brand Unilever selama satu minggu penuh, sejumlah aktivis Greenpeace mengembalikan sampah-sampah tersebut langsung ke Unilever.
-
Kabar Baik: Masyarakat Adat Knasaimos Terima SK Pengakuan Wilayah Adat dari Bupati Sorong Selatan
Masyarakat adat Knasaimos menerima pengakuan wilayah adat seluas 97 ribu hektare. Hasil kegigihan dan perjuangan panjang.
-
Suku Awyu dan Moi Gelar Aksi Damai di Mahkamah Agung, Serukan Penyelamatan Hutan Adat Papua
Lewat aksi damai ini, masyarakat adat suku Awyu dan suku Moi berharap Mahkamah Agung menjatuhkan putusan hukum yang melindungi hutan adat mereka.
-
Koalisi Masyarakat Sipil Desak Adaro untuk Hentikan Ekspansi Batu Bara
Sejumlah aktivis mengenakan topeng berlogo bank-bank internasional, beraksi di depan Raffles Hotel, tempat rapat umum pemegang saham Adaro dilaksanakan.
-
Transisi ke Ekonomi Hijau yang Inklusif dan Berkeadilan Jawaban terhadap Krisis Iklim dan Sosial Saat Ini
Sektor ekonomi memiliki peran penting dalam mengatasi dan mencegah dampak lanjutan dari krisis iklim. Aktivitas ekonomi yang lebih ramah lingkungan bisa menjadi jawaban atas berbagai bencana hidrometeorologi yang ditimbulkan akibat krisis iklim saat ini.
-
Film “Before You Eat” Dirilis Global, Greenpeace Indonesia: Babak Baru Perjuangan Keadilan di Industri Perikanan
Momen peringatan Hari Buruh Internasional tanggal 1 Mei dan Hari Tuna Sedunia tanggal 2 Mei tahun ini sekaligus menjadi momen penting bagi Greenpeace Indonesia untuk mendukung publikasi film dokumenter “Before You Eat” Director’s Cut yang diproduksi oleh Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI).
-
Hasil Brand Audit, Terdapat Lima Perusahaan Pencemar Teratas Kemasan Saset
Sepanjang Oktober 2023 hingga Februari 2024, jaringan gerakan Break Free From Plastic (BFFP) melakukan audit merk berfokus pada sampah kemasan saset.
-
Hukum Para Pemilik Kapal, Perketat Pengawasan di Pelabuhan, Ratifikasi ILO K-188
Greenpeace Indonesia mengapresiasi keberanian dan langkah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang berhasil menangkap kapal ikan Indonesia yang diduga melakukan praktik patgulipat dengan kapal ikan asing berupa alih muatan (transhipment) ikan ilegal di laut, penyelundupan bahan bakar minyak (BBM), dan perbudakan terhadap awak kapal perikanan.
-
Aksi Damai Jelang Hari Nelayan Nasional di Tiga Kota, Masyarakat Sipil Desak Presiden Ratifikasi Konvensi ILO 188
Jakarta, 3 April 2024 – Sebuah miniatur kapal sepanjang tiga meter berwarna biru dan corong hitam dengan nama KM Derita Nelayan terlihat berada di depan Patung Arjuna Wijaya (Patung Kuda), Jakarta, pada Rabu (3/4/2024) pagi. Di depan kapal itu, terlihat pula seorang yang melakukan aksi teatrikal sebagai awak kapal yang terjerat di dalam jaring kapal.…
-
Majelis Ulama Indonesia Mengeluarkan Fatwa Pengendalian Perubahan Iklim Global
Sebagai bagian dari upaya mitigasi dampak krisis iklim, Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan Fatwa Pengendalian Perubahan Iklim Global
-
Laporan Koalisi NGO: Lembaga Keuangan Alirkan Triliunan Dolar ke Korporasi yang Berisiko Merusak Lingkungan
Laporan teranyar: lembaga keuangan mengalirkan dana ke korporasi yang berisiko merusak lingkungan.
-
Warga Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Menang,MK Menolak Gugatan PT Gema Kreasi Perdana untuk Merevisi UU PWP3K
Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak Uji Materi (Judicial Review) Undang-Undang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (UU PWP3K) No. 27 tahun 2007 jo No. 1 Tahun 2014, yang terdaftar dalam perkara Nomor 35/PUU-XXI/2023.
-
Laporan Kualitas Udara Dunia IQAir 2023: Indonesia Terburuk se- Asia Tenggara
Untuk laporan tahun ini, data didapat dari 30.000 lebih stasiun pemantauan kualitas udara di 7.812 lokasi di 134 negara dan wilayah yang dianalisis oleh para ilmuwan kualitas udara IQAir.
-
Perjuangan Masyarakat Awyu Pertahankan Hutan Adat dari Perusahaan Sawit: Dikalahkan di Tingkat Banding, Kini Ajukan Kasasi
Pejuang lingkungan hidup dari suku Awyu tak berhenti mencari keadilan demi mempertahankan hutan adatnya dari perusahaan sawit. Hari ini, Kamis, 14 Maret 2024, Hendrikus Woro dan kuasa hukumnya mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.
-
Ahli: Upaya Penghapusan Pelaut Migran dari UU PPMI adalah Kemunduran serta Melenceng dari Semangat dan Amanat Konstitusi
Status pelaut migran, baik awak buah kapal niaga (ABK Niaga) dan awak kapal perikanan (AKP) Indonesia, yang bekerja di luar negeri dan di atas kapal niaga dan ikan berbendera asing, sebagai buruh migran dalam UU tersebut harus dipertahankan dan sebagai bentuk kemajuan dan komitmen tanggung jawab negara dalam penegakan Hak Asasi Manusia (HAM).
-
TAPMI: Pelaut Migran adalah Pekerja Migran
Kami berpendapat bahwa ketentuan Pasal 4 ayat (1) huruf c UU No. 18/2017 telah sejalan dengan ketentuan Undang-Undang Dasar 1945 (“UUD 1945”) dan telah memberikan kepastian dan pelindungan hukum bagi awak kapal niaga migran dan awak kapal perikanan migran sebagai Pekerja Migran Indonesia.
-
Seruan Masyarakat Sipil di Pemilu 2024: Pilih Pulih dari Krisis Iklim dan Hancurnya Demokrasi dan HAM
Pemilu 2024 berlangsung di tengah situasi yang tak mudah; krisis iklim makin genting mengancam hidup warga, ruang demokrasi kian menyempit, serta ketidakpastian masa depan untuk generasi muda–misalnya menyangkut akses pendidikan dan lapangan pekerjaan.
-
MK Tetapkan Tim Advokasi Pelaut Migran Indonesia (TAPMI) sebagai Pihak Terkait dalam JR UU PPMI
MK Tetapkan Tim Advokasi Pelaut Migran Indonesia (TAPMI) sebagai Pihak Terkait dalam JR UU PPMI
-
Berhenti Basa Basi Buat Bumi, Cerita Kehilangan dan Kerusakan Bahan Pangan akibat Krisis Iklim
Kehilangan dan kerusakan akibat krisis iklim akan semakin banyak dialami oleh mereka yang mengandalkan mata pencaharian dari komoditas pangan seperti petani dan nelayan. Baru
-
Presiden Jokowi Menutup Mata atas Kegagalan Food Estate di COP28 Dubai
Presiden Jokowi meminta dukungan pendanaan untuk pengembangan food estate. Bak menutup mata atas kegagalan yang sudah terjadi.
-
Sejauh Mata Memandang dan Greenpeace Indonesia Menggugah Kesadaran terhadap Krisis Pangan lewat Pameran “Kedai Kita”
Sebagai jenama tekstil dengan komitmen untuk lebih bertanggung jawab dan mendukung kegiatan-kegiatan yang bertujuan merawat Bumi, Sejauh Mata Memandang (SMM) berkolaborasi dengan Greenpeace Indonesia dan didukung oleh Plaza Indonesia, dalam menghadirkan pameran bertajuk “Kedai Kita”.
-
Laporan Greenpeace terbaru: Unilever menjual 1.700 plastik sachet yang mencemari lingkungan setiap detiknya
Investigasi lapangan terbaru yang dilakukan oleh Greenpeace Asia Tenggara dan Greenpeace Inggris mengungkap gambaran mengejutkan tentang pencemaran plastik sachet Dove di pantai dan perairan Filipina dan Indonesia.
-
Masyarakat Knasaimos Ajukan Pengakuan Wilayah Adat ke Bupati Sorong Selatan
Masyarakat adat Knasaimos sudah membuktikan bagaimana mereka menjaga hutan dan keanekaragaman hayati.
-
Sembilan Organisasi Pelaut & Masyarakat Sipil Ajukan Permohonan Pihak Terkait JR UU Pelindungan Pekerja Migran ke MK
Sembilan perwakilan organisasi pelaut dan organisasi masyarakat sipil mengajukan permohonan sebagai Pihak Terkait atas pengujian (judicial review) materiil Undang-Undang No. 18 tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) di Mahkamah Konstitusi (MK), yang terdaftar dalam perkara nomor: 127/PUU-XXI/2023.
-
Putusan PTUN Jayapura Jadi Kemunduran Pelindungan Masyarakat Adat Awyu dan Lingkungan Hidup
Putusan PTUN Jayapura menjadi kabar buruk bagi pelindungan hak-hak masyarakat adat, lingkungan hidup, dan iklim.
-
Mimpi Warga Marunda akan Kehidupan yang Bersih dan Sehat
Kami warga Marunda telah berjuang bertahun-tahun melawan Batubara. Hal ini tergambar dari hasil cukil anak-anak yang menggambarkan cerita perjuangan warga atas perlawanan terhadap batubara yang selama ini mencemari lingkungan di Marunda.
-
Greenpeace Sesalkan Absennya Pemerintah Indonesia di KTT Tiga Basin Kongo
Pemerintah Indonesia seharusnya lebih aktif dalam inisiatif global penyelamatan hutan tropis.
-
Konferensi Tiga Basin di Brazzaville Dapat Membuka Pintu Masa Depan Alternatif
Perlindungan hutan primer dan restorasi hutan alam yang terdegradasi harus menjadi prioritas dalam Konferensi Tingkat Tinggi Tiga Basin di Republik Kongo, yang menandai inisiatif yang belum pernah terjadi sebelumnya yang bertujuan untuk menciptakan aliansi global yang berkomitmen untuk merevitalisasi 250 juta hektar lahan.
-
Pernyataan Solidaritas untuk Warga Palestina dan Korban Sipil
Baik warga sipil Palestina dan Israel tidak seharusnya menjadi korban konfrontasi politik dan militer antara Israel dan Hamas. Mereka tidak seharusnya bertanggung jawab atas aksi kejam otoritas Israel dan Hamas.
-
Indonesia Tandatangani Perjanjian Laut Global, Greenpeace Nantikan Aksi Nyata Konservasi Laut
Greenpeace Indonesia mengapresiasi pemerintah Indonesia yang telah menjadi salah satu dari 82 negara yang menandatangani perjanjian internasional yang mengatur konservasi keanekaragaman hayati laut lepas.
-
Jajak Pendapat Greenpeace, Penduduk Kota di Belahan Bumi Selatan Masih Berharap Kota Besar Menjadi Kota Impian Mereka
Greenpeace Internasional mengeluarkan Jajak Pendapat yang dilakukan di tujuh kota besar di belahan bumi selatan. Hasil jajak pendapat menunjukkan rata-rata kurang dari separuh populasi penduduk merasa aman dari kejadian cuaca ekstrem.
-
Menjelang Pendaftaran Capres-Cawapres, Greenpeace Serukan Pemilu Tanpa Oligarki
Calon presiden harus melepaskan diri dari cengkeraman oligarki dan serius berkomitmen mengatasi krisis iklim.
-
Boikot Perdagangan Karbon, Hentikan Pelepasan dan Pembongkaran Emisi, dan Percepat Pengakuan Wilayah Adat serta Wilayah Kelola Rakyat!
Perdagangan karbon adalah solusi sesat mengatasi krisis iklim.
-
Dari Hutan Desa Pertama di Papua, Anak Muda Adat Serukan Penyelamatan Hutan
Selama tiga hari, peserta Forest Defender Camp mengikuti serangkaian diskusi, lokakarya, hingga belajar melakukan pemetaan partisipatif wilayah adat. Mereka bermalam di dalam hutan desa milik masyarakat adat Knasaimos, di rumah-rumah pondok yang dibangun dari kayu dan beratap anyaman daun sagu.
-
Selamatkan Karimunjawa Dari Limbah Tambak dan Tongkang Batu Bara
Masih dalam rangkaian Global Climate Strike, masyarakat Karimunjawa bersama Greenpeace Indonesia serta berbagai komunitas melakukan aksi membentangkan spanduk berukuran 5×15 meter bertuliskan Save Karimunjawa di tengah laut dengan menggunakan kayak.
-
PTUN Jakarta Tolak Gugatan Perusahaan Sawit, Perjuangan Suku Awyu Menang
Putusan PTUN Jakarta menyelamatkan 65 ribu hektare hutan hujan asli dari potensi deforestasi. KLHK harus segera mengakui hutan adat.
-
Greenpeace dan Tim 9 Temui ASEAN untuk Dorong Perbaikan Pelindungan Awak Kapal Perikanan Migran
Pembahasan utama dari pertemuan itu memperluas gerak masyarakat sipil untuk berkontribusi pada implementasi Deklarasi ASEAN untuk Penempatan dan Pelindungan Nelayan Migran.
-
Jepang mengumumkan tanggal pelepasan air radioaktif Fukushima
Tokyo – Greenpeace Jepang mengkritik pengumuman pemerintah Jepang mengenai tanggal mulai pembuangan air radioaktif dari stasiun nuklir Fukushima Daiichi ke Samudera Pasifik.
-
Parfum Inovatif Untuk Kelestarian Lingkungan
Greenpeace Indonesia meluncurkan sebuah produk parfum inovatif “Our Earth” yang terinspirasi dari bau berbagai jenis pencemaran. Koleksi eksklusif parfum Our Earth ini dibuat 100 persen dari bahan-bahan alami. Selama proses pembuatannya tidak ada sedikit pun tindakan yang merusak
-
Hutan Sumber Hidup hingga Persaudaraan: Kesaksian Suku Awyu di Sidang Melawan Perusahaan Sawit
Kesaksian tiga anggota masyarakat adat suku Awyu dalam persidangan gugatan lingkungan hidup dan perubahan iklim di PTUN Jayapura.
-
Greenpeace Indonesia Dorong KPU Angkat Isu Krisis Iklim di Pemilu 2024
Isu krisis iklim sudah menjadi masalah dan perhatian global, termasuk dalam pemilu di beberapa negara demokrasi.
-
Sidang Gugatan Lingkungan Hidup, Saksi Ungkap Izin Lingkungan PT IAL Tak Melibatkan Warga Marga Woro dan Suku Awyu
Sidang Gugatan Lingkungan Hidup, Saksi Ungkap Izin Lingkungan PT IAL Tak Melibatkan Warga Marga Woro dan Suku Awyu
-
Tiga Tuntutan untuk Masa Depan Bebas Plastik
Ada tiga tuntutan yang didesakkan oleh inisiator dan kolaborator Pawai Bebas Plastik 2023 untuk menjawab persoalan polusi plastik dan mewujudkan masa depan belas plastik. Pertama, mendorong pemerintah melarang penggunaan plastik sekali pakai dan mendorong praktik guna ulang sebagai solusi.
-
Satu Nibung Beragam Fungsi: Kesaksian Suku Awyu di Sidang Gugatan Perusahaan Sawit
Dua orang perwakilan suku Awyu bersaksi tentang pentingnya hutan bagi masyarakat adat dalam persidangan di PTUN Jakarta.
-
Sidang Gugatan Lingkungan Hidup, Kuasa Hukum Suku Awyu Ajukan 50 Dokumen Bukti
Kuasa hukum suku Awyu mengajukan 50 dokumen. Bukti-bukti pelanggaran Pemprov Papua dalam penerbitan izin kelayakan lingkungan hidup untuk PT IAL.
-
Penetapan Tersangka Korporasi Korupsi Minyak Goreng Harus Jadi Langkah Serius Pemulihan Kerugian Negara
Penegak hukum harus menuntut korporasi bertanggung jawab atas kelangkaan minyak goreng yang menyusahkan rakyat dan merugikan keuangan negara.
-
Greenpeace Tolak Terlibat dalam Tim Kajian untuk PP 26/2023
Greenpeace Indonesia menolak terlibat dalam tim kajian yang akan dibentuk Kementerian Kelautan dan Perikanan RI sebagai tindak lanjut dari Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Hasil Sedimentasi di Laut
-
Ekspor Pasir Laut Diizinkan Setelah 20 Tahun Dilarang, Greenpeace: “Greenwashing Ala Pemerintah”
Ini adalah greenwashing ala pemerintah. Pemerintah kembali bermain dengan narasi yang seakan mengedepankan semangat pemulihan lingkungan dan keberlanjutan, tetapi nyatanya malah menggelar karpet merah untuk kepentingan bisnis dan oligarki
-
Laporan Investigasi: Masih Ada Deforestasi dalam Rantai Pasok Grup RGE
Perusahaan pemasok Grup RGE baru-baru ini membabat hutan di Kalimantan. Mengancam keanekaragaman hayati dan berpotensi memperparah krisis iklim.
-
Pertama dalam Sejarah, ASEAN Deklarasikan Pelindungan Awak Kapal Migran
Deklarasi ASEAN tentang Penempatan dan Perlindungan Nelayan Migran seharusnya menjadi batu loncatan untuk aksesi Konvensi ILO 188.
-
Dukung Suku Awyu, Masyarakat Sipil Dorong KLHK Tindak Lanjuti Keputusan Pencabutan Perizinan di Kawasan Hutan
Siaran Pers Koalisi Selamatkan Hutan Adat Papua
-
Pejuang Lingkungan Hidup dari Suku Awyu Ajukan Permohonan Intervensi ke PTUN Jakarta
Perjuangan masyarakat adat suku Awyu mempertahankan tanah dan hutan adat dari perusahaan sawit yang ditengarai melanggar aturan.
-
Festival Suara Jernih Papua, Memahami dan Menyuarakan Papua Lewat Seni dan Budaya
Jakarta, 17 Maret 2023. Greenpeace berkolaborasi dengan Papua Itu Kita–forum solidaritas Papua yang berfokus pada HAM serta pusat informasi dan kajian–menggelar Festival Ranipa – Suara Jernih Papua. Acara ini bertujuan…
-
Pejuang Lingkungan Hidup dari Suku Awyu Ajukan Gugatan Perubahan Iklim ke PTUN Jayapura
Izin itu bukan cuma ditengarai melanggar aturan, tapi juga bertentangan dengan janji pemerintah menurunkan emisi karbon dan mengatasi perubahan iklim.
-
Raksasa Agribisnis Raup Keuntungan di Tengah Krisis
Di tengah krisis pandemi Covid-19 dan perang Rusia-Ukraina, sejumlah perusahaan raksasa agribisnis meraup keuntungan miliaran dolar.
-
Soroti Peran Indonesia dalam Perlindungan Laut Global, Aktivis Greenpeace Desak Komitmen Pemerintah
Peran Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia sangat vital dalam upaya mewujudkan target 30×30 ini. Dan tahun 2030 tinggal tujuh tahun lagi. Apabila target ini tidak tercapai, Indonesia akan menjadi salah satu negara yang mengalami dampak kerusakan lingkungan paling parah.
-
“Ungkapan Sayang” Pemerintah untuk Awak Kapal Perikanan Migran Indonesia
Dalam sejumlah kesempatan, terungkap sinyal komitmen untuk pembenahan tata kelola pelindungan AKP migran Indonesia. Greenpeace Indonesia dan sejumlah organisasi memandang momentum ini penting menjadi dorongan bagi pemerintah yang hingga kini dinilai belum maksimal dalam melindungi hak para AKP migran.
-
Aktivis Greenpeace Menaiki dan Menempati Platform Shell Dengan Membawa Pesan: ‘HENTIKAN PENGEBORAN. MULAILAH MEMBAYAR.’
Amsterdam, Belanda – Aktivis Greenpeace dari Argentina, Turki, AS, dan Inggris telah menaiki kapal yang dikontrak Shell di Samudra Atlantik dengan spanduk bertuliskan pesan: “Hentikan Pengeboran. Mulai Membayar”.
-
Jokowi dan PM Malaysia Sepakat Perangi ‘Diskriminasi’ Kelapa Sawit, Komitmen Hentikan Deforestasi Patut Dipertanyakan
Jakarta, 11 Januari 2022. Presiden Joko Widodo sebaiknya menjelaskan maksud pernyataan ‘memerangi diskriminasi terhadap kelapa sawit’ yang disampaikan seusai pertemuan dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di Istana Bogor pada…
-
CBD COP15 Berakhir, Indonesia Mesti Percepat Pengakuan Masyarakat Adat
Greenpeace Indonesia menyambut kesepakatan final Konferensi Keanekaragaman Hayati PBB ke-15 atau CBD COP15 di Montreal, Kanada, yang secara eksplisit mengakui peran penting masyarakat adat sebagai penjaga keanekaragaman hayati. Ini mencakup pengakuan terhadap hak, wilayah, pengetahuan, serta pentingnya pelibatan masyarakat adat dalam pengambilan keputusan.
-
Kekayaan Alam Melimpah, Kutukan atau Anugerah bagi Tanah Papua?
Seringkali keberlimpahan sumber daya alam memberikan kutukan, sehingga kesejahteraan ekonomi tidak merata. Greenpeace Indonesia berkolaborasi dengan INDEF melakukan penelitian tentang kutukan sumber daya alam di Tanah Papua, yang diluncurkan pada hari ini.
-
Delegasi Indonesia Bertemu Sinar Mas di COP15 Kanada, Tapi Abaikan Masyarakat Adat
Delegasi pemerintah Indonesia yang hadir dalam Konferensi Keanekaragaman Hayati PBB atau CBD COP15 di Montreal, Kanada, diketahui bertemu dengan petinggi Sinar Mas, salah satu konglomerat dan produsen minyak sawit terbesar di Indonesia.
-
Uni Eropa Sahkan UU Anti-Deforestasi, Pemerintah Indonesia Mesti Berbenah
Momentum lahirnya Undang-Undang Komoditas Bebas Deforestasi Uni Eropa atau EU Deforestation Regulation (EUDR) seharusnya digunakan oleh Pemerintah untuk meningkatkan transparansi dan pengelolaan komoditas berkelanjutan.
-
Wujudkan Jakarta Kota Berkelanjutan, Kendalikan Emisi Transportasi
Dalam upaya mendukung target bebas emisi DKI Jakarta di tahun 2050, tim peneliti Greenpeace Indonesia dan Resilience Development Initiative meluncurkan penelitian bertajuk “Transformasi Transportasi Jakarta: Mengkaji Ulang Target Emisi Nol Sektor Transportasi Tahun 2050”.
-
Surat Terbuka: Posisi Organisasi Masyarakat Sipil Indonesia Terhadap Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Global
Organisasi Masyarakat Sipil di Indonesia memberi suara untuk seruan COP 15 di Montreal untuk menyepakati target yang ketat dan mengikat untuk memastikan perlindungan setidaknya 30% dari tanah dan laut pada tahun 2030 (“tiga puluh tiga puluh”) bersamaan dengan pengakuan eksplisit terhadap Masyarakat Adat.
-
Di Kanada, Masyarakat Adat Papua Desak Komitmen Pemerintah Selamatkan Hutan
Bersama masyarakat adat dari sejumlah negara seperti Brasil, Republik Demokratik Kongo, Kanada, dan Kamerun, mereka menyuarakan harapan tentang perlindungan keanekaragaman hayati yang dibahas dalam forum ini.
-
Tiga Negara Hutan Tropis Terbesar Teken Kesepakatan, Apa yang Jadi Catatan?
Tanggapan Greenpeace tentang aliansi tiga negara hutan hujan terbesar
-
Pidato Wapres di COP27 Masih Diwarnai Solusi Palsu Atasi Krisis Iklim
Pidato Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin dalam pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim atau COP27 di Sharm el-Sheikh, Mesir, menunjukkan bahwa pemerintah masih terjebak dalam sederet solusi palsu yang belum menjawab masalah krisis iklim.
-
Pemerintah Indonesia Hanya Memberi Makan Krisis Iklim Lewat Food Estate
Puluhan aktivis Greenpeace, LBH Palangkaraya, Save Our Borneo, dan WALHI Kalimantan Tengah, membentangkan spanduk raksasa bertuliskan “Food Estate Feeding Climate Crisis” di area proyek food estate garapan Kementerian Pertahanan di Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Aksi yang digelar bertepatan dengan pertemuan COP 27 di Sharm el-Sheikh, Mesir, ini mengirimkan pesan bahwa proyek food estate hanya memperburuk…
-
Pernyataan Sikap Penghadangan Tim Pesepeda Chasing The Shadow
Tim pesepeda Chasing the Shadow Greenpeace dihadang dan diintimidasi sekelompok orang dari beberapa organisasi masyarakat yang mengaku sebagai perwakilan masyarakat Probolinggo. Sekelompok ormas tersebut mendatangi tim Greenpeace..
-
Greenpeace Indonesia lakukan audit merek pertama di Mataram, dorong tanggung jawab produsen terhadap sampah plastik
Kegiatan audit merek sampah kemasan plastik di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, sebagai upaya untuk mendorong tanggung jawab produsen secara luas (EPR, Extended Producer Responsibility) terkait manajemen pembuangan produk pasca-konsumsi.
-
Youth Festival, Merawat Semangat Sumpah Pemuda dengan Membangun Ulang Indonesia Tanpa Oligarki
Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, Greenpeace mengadakan gelaran Youth Festival. Tujuan dari Youth Festival ini adalah untuk memberikan edukasi politik lingkungan dan menyediakan ruang diskusi bersama kepada anak muda yang akan menjadi pemimpin masa depan.
-
“Before You Eat” Jangkau Komunitas Literasi Internasional di Ubud Writers and Readers Festival 2022
Ubud, 28 Okt 2022 – Delapan bulan pasca dirilis pada Maret lalu, film dokumenter “Before You Eat” (BYE) besutan sutradara Kasan Kurdi berkesempatan membuka layar di panggung utama Ubud Writers…
-
Warga Kembali Menangkan Banding atas Gugatan Polusi Udara
Pengadilan Tinggi kuatkan putusan hakim yang perintahkan Presiden, para Menteri dan kepala daerah untuk segera atasi pencemaran udara Jakarta yang semakin parah
-
Hak Masyarakat Adat dan Transparansi Perlu Hadir Dalam Perjanjian Hutan Indonesia-Norwegia
Perjanjian kemitraan iklim antara pemerintah Indonesia dan Norwegia gagal menyoroti beberapa masalah penting, seperti transparansi dan pelindungan hak masyarakat adat, yang sangat berdampak pada upaya penghentian deforestasi di Indonesia.
-
Di Tengah Krisis Kepercayaan Publik, Polri Didesak Bereskan Kasus-Kasus TPPO Pekerja Migran
Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) mencatat, sejak 2014 hingga 2022, ada sebanyak 19 kasus dugaan TPPO dengan jumlah korban 83 orang yang dilaporkan SBMI ke kepolisian yang sampai saat ini belum rampung.
-
Masyarakat Sipil Rayakan Ulang Tahun Kemenangan Gugatan Warga Negara atas Hak Udara Bersih di Balai Kota DKI Jakarta
Jakarta, 16 September 2022 – Memperingati satu tahun kemenangan gugatan warga negara atas hak udara bersih yang jatuh pada hari ini, Jumat, 16 September 2022, Koalisi IBUKOTA melakukan perayaan berbentuk…
-
Satu Tahun Berlalu, Kemenangan Gugatan Warga atas Hak Udara Bersih Masih Terampas
Koalisi IBUKOTA menyesalkan sikap para tergugat yang memilih mengajukan banding ketimbang menjalankan putusan pengadilan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 16 September 2021.
-
Komitmen Setengah Hati Tidak Mampu Melindungi Hak Masyarakat Adat di Lembah Grime Nawa
Hingar bingar pencabutan sejumlah izin di bidang sumber daya alam, oleh Presiden Joko Widodo awal tahun 2022 terkesan sandiwara belaka dan rawan dimanipulasi karena tidak diikuti dengan penegakan hukum yang tegas oleh pemerintah pusat.
-
90 Persen Warga Jakarta Hirup Polusi Udara Berbahaya dan Tidak Menyadarinya
Fakta ini terungkap dari laporan yang dikeluarkan Greenpeace India hari ini. Laporan bertajuk “Udara Berbeda di Langit yang Sama: Riset Mengenai Ketidakadilan Udara (Different Air Under One Sky: The Inequity Air Research)” menginvestigasi polusi udara di delapan negara dan meneliti akses masyarakat terhadap stasiun monitoring kualitas udara.
-
10.925 ABK Indonesia di Kapal Ikan Taiwan Bekerja di Bawah Ancaman Kerja Paksa
Di tahun 2022 ada sebanyak 10.925 anak buah kapal (ABK) migran asal Indonesia yang bekerja di kapal-kapal penangkap ikan berbendera ataupun milik Taiwan, berdasarkan catatan Badan Perikanan Taiwan.
-
Indonesia Harus Jadi Pemimpin Global Atasi Krisis Iklim
Greenpeace Indonesia menyerukan, di tengah momentum ini, Indonesia harus tampil sebagai pemimpin global dalam mengatasi masalah terbesar umat manusia saat ini: krisis iklim.
-
Dari Danau Toba, Aktivis Perempuan Desak W20 Lindungi Hak Hak Perempuan Adat
Perempuan adat di tanah Sumatera Utara dan hampir seluruh wilayah Indonesia telah lama menjadi korban akibat ketimpangan struktural dan pembangunan eksploitatif yang tidak memperhatikan aspek gender. Berbagai program pembangunan telah menimbulkan konflik sosial serta kehancuran lingkungan hidup yang kemudian mengesampingkan dan bahkan melanggar hak-hak perempuan.
-
Menteri LHK Harus Menindaklanjuti Pelanggaran Hukum Lingkungan Hidup Perusahaan Sawit di Papua
Penyelidik Greenpeace Indonesia hari ini menghadirkan bukti baru bahwa sebuah perusahaan kelapa sawit di provinsi Papua melanjutkan pembukaan hutan dan operasi lainnya yang bertentangan dengan perintah Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya dan pejabat investasi lokal
-
Haji dan Perubahan Iklim, Launching Green Hajj Apps: Panduan Haji dan Umrah Ramah Lingkungan
Ummah for Earth dan Greenpeace Indonesia hari ini meluncurkan aplikasi Green Hajj sebagai bentuk nyata dukungan umat Islam dalam upaya mengatasi perubahan iklim.
-
PP Penempatan dan Pelindungan ABK Terbit, Tiga Mantan ABK Perikanan Cabut Gugatan di PTUN Jakarta
Tiga mantan Anak Buah Kapal (ABK) migran yang pernah bekerja di kapal penangkap ikan berbendera asing secara resmi mencabut gugatan yang akhir Mei lalu didaftarkan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta.
-
Saatnya Unilever Stop Sachet
Para aktivis lingkungan berkumpul di PT Unilever Indonesia Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan 2022, untuk mendesak perusahaan tersebut menghentikan produksi dan konsumsi sachet.
-
PP Pelindungan ABK Diterbitkan, ABK Penggugat Presiden: “Perjuangan Belum Berakhir!”
Mewakili kedua rekannya, Pukaldi mengungkapkan kegembiraan atas kemenangan kecil dari perjalanan panjangnya memperjuangkan hak dirinya dan ABK lain.
-
Masyarakat Sipil Menggugat Menteri Perdagangan dan Jokowi atas Kegagalan Negara Menjamin Pasokan dan Stabilisasi Harga Minyak Goreng
Tim Advokasi Kebutuhan Pokok Rakyat mengajukan gugatan Perbuatan Melanggar Hukum oleh Badan dan/atau Pejabat Pemerintahan atas polemik minyak goreng yang terjadi saat ini. Gugatan ini ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia dan Menteri Perdagangan melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta.
-
Tuntut Perbaikan Tata Kelola Perekrutan ABK Perikanan, Tiga Mantan ABK Gugat Presiden ke PTUN
Gugatan tersebut berisi tuntutan kepada Presiden RI untuk segera mengesahkan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Penempatan dan Pelindungan Awak Kapal Niaga dan Awak Kapal Perikanan.
-
Putusan PTUN Jayapura, Langkah Awal Perlindungan Hutan Alam Papua
Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jayapura menolak gugatan dua perusahaan sawit, PT Anugerah Sakti Internusa dan PT Persada Utama Agromulia terkait keputusan Bupati Sorong Selatan.
-
Dorong Perbaikan Pelindungan ABK Perikanan, Puluhan Organisasi Masyarakat Sipil Rancang Peta Jalan Ratifikasi Konvensi ILO 188
Di tengah karut marut tata kelola perekrutan dan penempatan Anak Buah Kapal (ABK) Indonesia untuk bekerja di kapal ikan asing, puluhan ribu anak bangsa yang menjadi ABK terus berada di bawah bayang-bayang ancaman praktik kerja paksa dan perdagangan manusia.
-
Transisi ke Ekonomi Hijau, Solusi Memitigasi Krisis Iklim
Pernyataan sikap Koalisi Transisi Ekonomi Hijau (K-TEH) kepada pemangku kepentingan untuk mengakselerasi praktik ekonomi keberlanjutan
-
Tiga Mantan ABK Indonesia Surati Presiden, Desak Sahkan RPP Pelindungan ABK
Tiga mantan Anak Buah Kapal (ABK) Indonesia yang pernah bekerja di kapal penangkap ikan berbendera asing mengirimkan surat Keberatan Administrasi yang ditujukan pada Presiden Joko Widodo.
-
ABK Tereksploitasi, Presiden Melanggar HAM?
SBMI, HRWG dan Greenpeace Indonesia menilai Presiden Republik Indonesia, sebagai kepala negara, punya tanggung jawab untuk menghentikan praktik eksploitasi ABK, alih-alih terkesan melakukan pembiaran sehingga turut “berkontribusi” melanggar HAM.
-
Polemik Minyak Goreng: Segera Evaluasi Menyeluruh Industri Sawit dari Hulu hingga Hilir
Pada akhir tahun 2021 lalu telah terjadi kelangkaan dan lonjakan harga minyak goreng di Indonesia. Hal ini cukup memprihatinkan mengingat Indonesia merupakan negara produsen dan eksportir CPO terbesar di dunia, namun sayangnya tidak berdaulat dalam mencukupi kebutuhan domestik CPO sebagai bahan baku minyak goreng.
-
Penangkapan Ikan Terukur versi KKP Sarat Masalah
Koalisi NGO untuk Perikanan dan Kelautan Berkelanjutan (KORAL) menolak penerapan sistem kontrak yang tercantum dalam kebijakan Penangkapan Ikan Terukur versi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)
-
Lindungi Hutan dan Masyarakat Adat: Cabut Izin PT Permata Nusa Mandiri
PERNYATAAN BERSAMA Koalisi Organisasi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Sosial dan Keberlanjutan Lingkungan di Tanah Papua
-
Peringatan Hari Perempuan Internasional, Greenpeace Membawa Pesan Perempuan Berjuang Melawan Oligarki dan Krisis Iklim
Secara sadar ataupun tidak, bias membuat perempuan sulit untuk maju. Mengetahui adanya bias saja tidak cukup, perlu tindakan yang signifikan untuk mencapai kesetaraan. Break the bias memiliki harapan agar perempuan di seluruh dunia bebas dari bias, diskriminasi, maupun stereotipe.
-
Pencabutan Izin Oleh Presiden Menciptakan Ketidakpastian Hukum, Pembukaan Lahan Merajalela di Jayapura
Peninjauan izin lahan oleh pemerintah Indonesia yang setengah hati telah menciptakan insentif buruk bagi perusahaan yang putus asa untuk mempertahankan cadangan lahan yang tidak aktif
-
Dinilai Memberi Karpet Merah bagi Korporasi Asing, KORAL Tolak Rencana Kebijakan Penangkapan Ikan Terukur Versi KKP
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berencana untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) dan Permen-KP yang memudahkan kapal-kapal eks-asing dan kapal ikan asing diberi izin atau lisensi termasuk dimigrasikan menjadi kapal ikan berbendera Indonesia, bebas berkeliaran dan mengeruk kekayaan laut Indonesia.
-
Pendaftaran Kontra Memori Banding dari 32 Warga Negara untuk Hak atas Udara Bersih Jakarta
Tim Advokasi yang mendampingi 32 warga negara pada gugatan warga negara atas Pencemaran Udara di Jakarta, hari ini mendaftarkan dokumen kontra memori banding di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
-
Kawasan Hutan Hasil dari Pencabutan Ribuan Izin Perusahaan Harus Dilindungi Bukan untuk Izin Baru
Presiden Joko Widodo mencabut ribuan izin hak penguasaan lahan negara dari sektor bisnis ekstraktif yang merusak lingkungan seperti pertambangan, kehutanan, dan perkebunan.
-
Desak Pemerintah Daerah Turut Lindungi Hak ABK, Aktivis Gelar Aksi di Depan Kantor Gubernur Jawa Tengah
Menjelang peringatan Hari Buruh Migran Internasional tanggal 18 Desember, Greenpeace Indonesia, SBMI serta Persatuan BEM BREGAS melakukan aksi di depan kantor Gubernur Jawa Tengah di Semarang.
-
ABK Terjaring Perbudakan, Siapa Pelanggar HAM?
Tahun demi tahun, kabar mengenai ABK Indonesia yang mengalami perbudakan selama bekerja di kapal hingga jenazah ABK dilarung ke laut tanpa persetujuan keluarga mewarnai pemberitaan di media massa. Namun, selalu saja perhatian kita berangsur surut seiring berjalannya waktu.
-
Greenpeace MENA Mengumumkan Inisiatif Masjid Hijau sebagai Bagian dari Kegiatan Aliansi Ummah for Earth di COP 26
Greenpeace MENA Mengumumkan Inisiatif Masjid Hijau sebagai Bagian dari Kegiatan Aliansi Ummah for Earth di COP26, salah satunya Masjid Istiqlal di Indonesia.
-
Amicus Curiae: Majelis hakim PTUN Jayapura Wajib Memperhatikan Sikap Masyarakat dan Memenuhi Keadilan yang Disuarakan Masyarakat
Masyarakat adat Moi, sepakat mendukung Bupati Sorong, menolak kehadiran perusahaan kelapa sawit dan meminta PTUN Jayapura mempertimbangkan keputusan masyarakat sebagai bentuk penghormatan terhadap masyarakat adat.
-
Masyarakat Adat Papua di Kabupaten Sorong Selatan Menekankan Perlunya Keterlibatan Masyarakat dalam Proses dan Penyusunan Kebijakan Daerah
Setelah Bupati Sorong Selatan mencabut izin-izin usaha perusahaan perkebunan kelapa sawit berlokasi di beberapa distrik, masyarakat adat menuntut pemerintah mengembalikan dan mengakui hak dan klaim masyarakat adat sebagai pemilik dan penguasa tanah dan hutan adat tersebut.
-
COP26 Glasgow Tidak Berbuah Manis
Sangat disayangkan belum ada peta jalan yang jelas demi mencapai target 1,5 derajat Celcius. Jakarta, 15 November 2021. Konferensi iklim COP26 yang baru saja usai ternyata tidak melahirkan kesepakatan ambisius mengingat COP adalah konferensi iklim tertinggi yang dihadiri oleh banyak pemimpin dunia, dan COP 26 seharusnya menjadi momentum krusial dan ujian bagi kemanusiaan.
-
COP 26 Belum Melahirkan Kesepakatan Ambisius dan Terukur di Tengah Dampak Krisis Iklim yang Kian Serius
Konferensi COP 26 akan segera usai, namun tidak ada tanda-tanda adanya kesepakatan ambisius dan terukur dari para pihak yang hadir dalam perhelatan tersebut, termasuk Pemerintah Indonesia.
-
1.000 Kartu Pos Rakyat kepada Presiden Jokowi Berisikan Harapan Demi Keberlanjutan Pertiwi
Memanfaatkan momentum Hari Pahlawan, Greenpeace Indonesia mengantarkan 1.000 kartu pos dari masyarakat di seluruh Indonesia kepada Presiden Joko Widodo.
-
Tanggapan Greenpeace Indonesia terhadap Rencana Penutupan Lebih Awal PLTU Batu Bara
Kabar baik berhembus dari perhelatan COP 26 yang sedang berlangsung di Glasgow, di mana Indonesia menyatakan keinginan untuk menutup operasi PLTU batu bara sebelum 2040.
-
Tanggapan Greenpeace Indonesia terhadap Isi Pidato Presiden Joko Widodo di Konferensi COP 26 Glasgow
Greenpeace Indonesia menyayangkan isi pidato Presiden Joko Widodo dalam perhelatan COP 26 di Glasgow, Senin (1/11) waktu setempat, yang tidak memperlihatkan komitmen serius dan ambisius yang merupakan inisiatif pemerintah sendiri.
-
Perdagangan Karbon adalah Solusi Palsu Mengatasi Krisis Iklim
Negara-negara dan komunitas global seharusnya tidak lagi berkutat pada mekanisme pasar, tetapi harus serius membicarakan mekanisme dukungan yang berbeda terhadap berbagai inisiatif dan praktek Masyarakat Adat dalam menjaga, melindungi, dan mengelola wilayah adat dan sumberdaya yang telah berkontribusi langsung pada penurunan emisi dan peningkatan stok karbon.
-
COP26: Sebuah Ujian bagi Kemanusiaan, Saatnya Bertindak
Glasgow perlu melihat komitmen nyata, ambisi nyata, dan tindakan nyata karena ketiga hal itu masih terlihat jauh dari harapan menjelang konferensi. Meskipun dua minggu ke depan akan terjadi banyak dinamika, belum terlambat bagi para pemimpin dunia untuk menyetujui rencana aksi yang detail dan transformasional.
-
Kegagalan Penyelesaian Sawit Dalam Kawasan Hutan, Bahayakan Keselamatan Manusia dan Planet Bumi
Analisis Greenpeace Indonesia dan The Tree Map menemukan seluas 3,12 juta hektar (ha) perkebunan sawit ilegal dalam kawasan hutan hingga akhir tahun 2019.
-
Hasil Sidang Adat Malamoi Menolak Kehadiran Perusahaan Sawit di Wilayah Mereka
“Kami tidak mau ada kelapa sawit dan kami mendukung bupati Sorong. Kami juga mendesak sumpah adat untuk buat bambu tui (bambu pamali) supaya tidak ada yang berani kasih tanah untuk perusahaan kelapa sawit,” Pieter Koso, wakil ketua Dewan Adat Konhir.
-
Polusi Udara Kembali Mengancam Kesehatan Masyarakat Rentan
Berdasarkan hasil pengamatan satelit di tujuh lokasi yang terdiri dari lima kota besar dan dua lokasi PLTU di Indonesia, polusi udara khususnya NO2 (nitrogen dioksida) kembali memburuk sepanjang April-Juni 2021
-
RUPTL Terbaru Masih Memberi Ruang Bagi Pengembangan Energi Kotor
Analisa dan Respons Greenpeace Indonesia terhadap RUPTL 2021-2030
-
Satu Tahun Undang-Undang Cipta Kerja, Greenpeace Beri Tanda Peringatan
Sebuah monster oligarki menduduki halaman gedung DPR RI Selasa pagi ini sebagai bagian dari aksi damai yang dilakukan oleh sejumlah aktivis Greenpeace, sebagai peringatan satu tahun disahkannya UU Cipta Kerja.
-
Perlindungan ABK Masih Lemah, 24 Organisasi Sipil Desak Negara Anggota ASEAN Ratifikasi Konvensi ILO 188
Sebuah laporan yang disusun dan didukung oleh 24 organisasi sipil di kawasan Asia Tenggara menyebut bahwa badan-badan sektoral tersebut belum mengakui “ABK migran” sebagai “buruh migran” dan belum berkoordinasi dengan baik untuk menyelesaikan masalah para ABK.
-
Pemerintah Harus Melanjutkan Moratorium Sawit dan Menghentikan Izin Baru
Meski pemerintah pusat belum membuka hasil evaluasi moratorium sawit secara menyeluruh kepada publik, realitasnya Greenpeace justru menemukan sekitar 1,5 juta hektar tutupan hutan alam masih diproyeksikan untuk kepentingan konsesi perkebunan sawit.
-
Uji Laboratorium Terhadap Galon Sekali Pakai Menemukan Kandungan Mikroplastik yang Tidak Sedikit
Hasil pengujian mikroskopis terhadap galon sekali pakai memperlihatkan adanya kandungan mikroplastik dalam sampel.
-
Tanggapan Greenpeace terhadap Standar Terbaru WHO Soal Kualitas Udara
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru saja memperbarui standar kualitas udara untuk pertama kalinya dalam kurun waktu 15 tahun.
-
Tujuh Pejabat Negara Diputus Melakukan Perbuatan Melawan Hukum Atas Pencemaran Udara Jakarta
Majelis Hakim akhirnya mengabulkan sebagian gugatan setelah persidangan berlangsung lebih dari dua tahun dan mengalami penundaan sidang putusan hingga delapan kali
-
Perjuangkan Hak ABK Indonesia, Serikat Pekerja di Indonesia Dukung Petisi Desak Pemerintah AS Hentikan Impor dari Perusahaan Bermasalah
Empat organisasi masyarakat sipil Indonesia memberikan dukungan untuk sebuah petisi yang diinisiasi oleh Greenpeace Amerika Serikat yang ditujukan pada Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP) AS.
-
Tanggapan: Greenpeace Indonesia Mendesak Target dan Kerja Sama yang Lebih Ambisius Setelah Perjanjian Indonesia dan Norwegia Berakhir
Pada tanggal 10 September 2021 ini, pemerintah Indonesia mengakhiri kerjasama REDD+ bersama Norwegia. Greenpeace Indonesia menilai bahwa aksi ini menunjukkan kehancuran kerjasama dan komitmen di antara kedua pemerintah untuk mengambil aksi yang serius melawan krisis iklim.
-
Lewat Aksi Damai, Konsumen Mengirimkan Sembilan Pesan kepada Sembilan Pelaku E-Commerce
Bertepatan dengan kegiatan pesta diskon 9.9 (9 September), sejumlah perwakilan gerakan Pawai Bebas Plastik melakukan aksi damai di Gedung Tokopedia dengan menampilkan sembilan pesan untuk sembilan pelaku e-commerce dan marketplace.
-
Langkah Ambisius Diperlukan Segera Demi Mencegah Berbagai Dampak Buruk Krisis Iklim
Demi menekan dampak krisis iklim yang lebih buruk di masa mendatang, Pemerintah Indonesia harus melakukan berbagai langkah ambisius dalam kebijakan energi dan kehutanan. Karena tren emisi gas rumah kaca dari dua sektor tersebut terus meningkat cukup signifikan.
-
Mendorong E-Commerce Bergerak Aktif Mewujudkan Larangan Plastik Sekali Pakai
Sebanyak lebih dari 100 kolaborator yang tergabung dalam Pawai Bebas Plastik 2021 mendorong pelaku usaha perdagangan elektronik (e-commerce) dan wadah belanja daring (marketplace) untuk benar-benar mewujudkan gaya hidup tanpa plastik sekali pakai di tengah masyarakat. Pasalnya, frekuensi berbelanja secara daring kini semakin tinggi, sebagai salah satu dampak pandemi Covid-19.
-
Selamatkan KPK dari Cengkeraman Oligarki
Jakarta, 28 Juni 2021. Sejumlah pesan terproyeksi di gedung KPK malam ini, menyuarakan perjuangan keadilan bagi 51 pegawai KPK yang dinonaktifkan akibat dinyatakan tidak lulus Tes Wawasan Kebangsaan. Juga menyampaikan…
-
Setahun Setelah Periode Awal Penguncian dan Pembatasan Sosial Covid-19, Gambar Satelit Mengungkapkan Peningkatan Polusi Udara Global
Setahun setelah periode awal penguncian dan pembatasan sosial Covid-19, gambar satelit mengungkapkan peningkatan polusi udara global
-
Penahanan Upah dan Kekerasan di Tempat Kerja: Kasus Terbanyak yang Dialami ABK Indonesia
Laporan “Forced Labour at Sea: The Case of Indonesian Migrant Fishers” menyoroti komplain yang dilaporkan ABK Indonesia kepada SBMI dalam periode Mei 2019 hingga Juni 2020 (13 bulan) untuk mengungkap pola dan jenis kerja paksa yang masih terjadi di kapal penangkap ikan jarak jauh.
-
Greenpeace Mendesak Pemerintah Evaluasi Deforestasi Terencana di Tanah Papua
Sejumlah aktivis Greenpeace Indonesia melakukan aksi di halaman kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan menggunakan alat peraga pohon dan asap buatan yang menggambarkan kerusakan hutan Tanah Papua, akibat pembukaan hutan untuk kepentingan perkebunan pada Kamis (8/4) siang.
-
Deforestasi Terencana Mengancam Tanah Adat dan Lanskap Hutan di Tanah Papua
Laporan ini mengungkap dugaan pelanggaran sistematis perizinan perkebunan dan pelepasan kawasan hutan di provinsi Papua dalam rentang 2011-2019. Hampir satu juta hektare hutan di Provinsi Papua telah dilepaskan dari kawasan hutan sejak tahun 2000 atau hampir dua kali luas pulau Bali.
-
Keluar dari Ekonomi Ekstraktif, Menuju Hijau dan Inklusif
Jakarta, 18 Maret 2021. Keberpihakan kebijakan dan ketergantungan ekonomi pada sektor ekstraktif berpotensi besar mengakselerasi kerusakan alam dan krisis iklim. Dari sisi regulasi, menguatnya keberpihakan kepada industri ekstraktif semakin terlihat
-
Laporan Kualitas Udara Dunia Terungkap Perubahan Kualitas Udara Di 2020
GOLDACH, Swiss (16 Maret 2021) – Data baru dari platform data kualitas udara global IQAir, diterbitkan dalam sebuah Laporan Kualitas Udara Dunia 2020 dan peta global interaktif online, mengungkapkan dampak…
-
Reklamasi Makassar New Port Menyengsarakan Masyarakat Nelayan Kodingareng
Proyek reklamasi pelabuhan Makassar New Port (MNP) telah menyengsarakan nelayan sekaligus merusak ekosistem laut di perairan Makassar khususnya di perairan Spermonde yang menjadi wilayah tangkap nelayan.
-
Regulasi Tegas Dari Pemerintah Bisa Mendorong Produsen Tinggalkan Plastik Sekali Pakai
Hampir 70% responden dalam survei menyatakan bersedia beralih ke menggunakan produk dengan sistem isi ulang (refill) dan guna kembali (reuse). Hal ini tentunya harus direspons dengan baik oleh produsen. Apalagi toko dengan sistem curah (bulk store) kini mulai banyak hadir di sejumlah kota besar.
-
Polusi Udara PM2.5 Menyebabkan Kematian 160.000 jiwa di 5 Kota Terbesar Dunia pada tahun 2020
Bernapas seharusnya tidak mematikan. Fakta bahwa kualitas udara yang buruk merenggut sekitar 160.000 nyawa di lima kota terbesar saja sudah seharusnya membuat kita berhenti sejenak, terutama di tahun ketika banyak kota menurun tingkat polusinya karena aktivitas ekonomi berkurang.
-
CIMB Hentikan Pendanaan Batu Bara, Saatnya Maybank dan RHB Mengikuti
Organisasi lingkungan menyambut baik pernyataan CIMB bahwa mereka berencana untuk hentikan pendanaan untuk tambang batu bara dan pembangkit listrik tenaga batu bara baru di tahun 2021, dan benar-benar lepas dari batu bara di tahun 2040.
-
5 Tahun Perjanjian Paris, Indonesia Memperburuk Krisis Iklim
Jakarta, 11 Desember 2020. Tidak munculnya Indonesia dalam daftar pembicara pada acara peringatan lima tahun Perjanjian Paris, Climate Ambition Summit, yang akan diadakan pada 12 Desember 2020, seharusnya menjadi peringatan…
-
Di Tengah Pandemi, UMKM Berkomitmen Terhadap Praktik Bisnis Ramah Lingkungan
Jakarta, 7 Desember 2020. Situasi pelik yang dihadapi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) karena pandemi Covid-19, ternyata tidak menyurutkan komitmen melakukan praktik bisnis ramah lingkungan.
-
Kebijakan Setahun Terakhir Menteri KKP Edhy Prabowo Sarat Kepentingan Oligarki
Jakarta, 26 November 2020. Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait kasus dugaan korupsi dalam ekspor benur. Hal ini menjadi pertanda…
-
Program Biodiesel Berisiko Tinggi Bagi Ekonomi dan Lingkungan
Alih-alih memperbaiki neraca perdagangan, rencana pemerintah untuk mengembangkan produksi biodiesel dari minyak sawit justru akan mendatangkan biaya besar bagi perekonomian dan lingkungan.
-
Publik Menunggu Tindak Lanjut atas Dugaan Pembakaran Lahan di Papua
Jakarta, 14 November 2020 – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menanggapi temuan Greenpeace International dan Forensic Architecture terkait dugaan Korindo telah melakukan pembakaran hutan untuk membuka perkebunan kelapa sawit.…
-
Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan Belum Jadi Prioritas pada Tahun Pertama Jokowi-Ma’ruf
Satu tahun pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin belum menunjukkan transformasi yang nyata untuk merealisasikan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
-
Investigasi Greenpeace International Menemukan Pembakaran Disengaja Untuk Ekspansi Perkebunan Kelapa Sawit di Papua
Kolaborasi investigasi inovatif Greenpeace International dan Forensic Architecture mengungkap kegiatan Korindo, sebuah perusahaan perkebunan milik konglomerat Indonesia-Korea yang telah membakar lahan untuk kepentingan ekspansi perkebunan di Papua
-
Analisis Greenpeace: Hutan dan Lahan Gambut Setara 8 Kali Luas Pulau Bali Terbakar dalam 5 Tahun Terakhir
Jakarta, 22 Oktober 2020. Laporan terbaru Greenpeace Asia Tenggara ‘Karhutla Dalam Lima Tahun Terakhir’ mengungkap kegagalan total pemerintah Indonesia dalam melindungi hutan dan lahan gambut dari pembakaran. Terungkap sekitar 4,4…
-
Co-firing PLTU Batu Bara: Solusi Semu Emisi Gas Rumah Kaca
Pemanfaatan biomassa sebagai campuran batu bara untuk bahan baku Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) sebagai upaya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, adalah hal yang keliru dan merupakan solusi semu.
-
Para Pebisnis Tambang dan Energi Kotor di Balik Omnibus Law:
Koalisi mencoba menelusuri siapa saja aktor penting mulai dari Satgas Omnibus Law hingga Pimpinan DPR RI yang memiliki hubungan dengan bisnis tambang dan energi kotor untuk menemukan jawaban siapa sesungguhnya yang diuntungkan dari regulasi ini.
-
RUU Cipta Kerja Tenggelamkan Nelayan Kecil dan Tradisional
Jakarta, 7 Oktober 2020 – Koalisi Masyarakat Sipil untuk Perikanan dan Kelautan Berkelanjutan (KORAL) secara tegas menolak RUU Cipta Kerja yang disahkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Senin (05/10). Penolakan…
-
Emir Moeis Tidak Cukup, KPK Harus Tuntut Korporasi yang Terlibat Korupsi PLTU Tarahan
JAKARTA, 17 September 2020 – Delapan tahun setelah Emir Moeis divonis bersalah, kajian terbaru mengungkap adanya keterlibatan pihak lain dalam kasus korupsi tender proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga uap batu…
-
Kombinasi Kabut Asap dan Covid-19 Meningkatkan Risiko Kematian di Daerah Rawan Karhutla
Laporan ‘Membara’ yang dirilis hari ini oleh Greenpeace, mengungkap dampak pencemaran kabut asap dari kebakaran hutan dan deforestasi terhadap kesehatan manusia di daerah rawan karhutla.
-
Mencegah Lobi-Lobi Solusi Palsu dari Pelaku Industri
Kantong berbahan dasar tanaman pangan digadang-gadang bisa masuk dalam kategori Kantong Belanja Ramah Lingkungan dalam Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 142 Tahun 2019. Padahal digunakannya kantong ini sebagai pengganti kantong plastik sekali pakai merupakan solusi palsu.
-
SBMI-Greenpeace Mendesak Pemerintah Segera Terbitkan Peraturan untuk Melindungi ABK Indonesia
Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) bersama dengan Greenpeace mendorong Presiden Joko Widodo segera mengesahkan Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Pelindungan ABK Indonesia.
-
Peringkat Pengalengan Tuna Greenpeace 2020: Desakan Bagi Industri Pengalengan Tuna Untuk Menghapuskan Perbudakan Modern
Berdasarkan laporan Peringkat Pengalengan Tuna Asia Tenggara 2020: Keberlanjutan dan Keadilan di Laut Lepas, hanya 20 persen merek tuna besar di Asia Tenggara yang memiliki kebijakan untuk mengatasi perbudakan modern di laut.
-
Koalisi Masyarakat KORAL: Bebaskan Nelayan dan Aktivis yang Menolak Tambang Pasir di Spermonde
Makassar, 14 Agustus 2020. Polair Polda Sulawesi Selatan menjemput paksa Manre nelayan Kodingareng dan Slamet Riyadi aktivis WALHI Sulsel tanpa alasan di Dermaga Kayu Bangkoa, Makassar. Penangkapan itu diduga terkait…
-
LAPORAN – Ekspansi Perkebunan Sawit, Korupsi Struktural, dan Penghancuran Ruang Hidup di tanah Papua
Cerita krisis dan perlawanan tiga komunitas suku adat di Papua dan Papua Barat
-
Perbudakan Modern di Laut Terus Berlanjut, Pemerintah Gagal Lindungi ABK Ikan Indonesia
erdasarkan analisis pengaduan kasus, Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) mencatat sejak 2015 sampai saat ini ada sedikitnya 11 ABK asal Indonesia yang menjadi korban kerja paksa dan meninggal dunia.
-
Reorientasi Pembangunan Untuk Solusi Pemulihan Ekonomi, Bukan Birokrasi Baru
Ketika Pemerintah baru saja membentuk tim pemulihan ekonomi, masyarakat telah melakukan rangkaian langkah untuk menghidupkan kembali ekonomi, minimal bagi keluarganya sendiri hingga melakukan gerakan sosial bagi sesamanya
-
Respons Greenpeace terhadap pernyataan Asia Pulp & Paper yang membantah pembukaan lahan gambut
“Greenpeace telah memberikan bukti jelas [1] yang menunjukkan Asia Pulp and Paper (APP) membangun kanal baru di lahan gambut [2] serta merusak vegetasi alami yang bertentangan dengan komitmen mereka sendiri.…
-
Sejak Menjabat Komitmen Presiden Jokowi Melindungi Gambut Tidak Pernah 100 Persen
Jakarta, 20 Juli 2020. Presiden Joko Widodo masih gagal melakukan pemulihan gambut secara signifikan sesuai janji Jokowi di awal periode pertamanya. Rencana pembubaran Badan Restorasi Gambut (BRG) menimbulkan pertanyaan soal…
-
Greenpeace Menemukan Perusakan Lahan Gambut dan Memicu Kebakaran Hutan oleh Asia Pulp and Paper
15 Juli 2020, Jakarta. Indonesia memasuki rawan kebakaran hutan dan lahan, Greenpeace Asia Tenggara mengungkapkan bahwa Asia Pulp and Paper (APP), perusahaan pulp dan kertas terbesar di dunia, yang dimiliki…
-
Omnibus Law Bahayakan Investasi Berkelanjutan di Indonesia
Omnibus Law merupakan cerminan semakin rendahnya komitmen pemerintah dalam melindungi sumber daya alam, hutan, lahan, dan laut Indonesia.
-
Greenpeace: Proyek Cetak Lahan Sawah Baru di Gambut Hanya Akan Memperbesar Malapetaka Kebakaran Hutan dan Lahan
Greenpeace Indonesia telah memperingatkan potensi bahaya bencana lingkungan jika pemerintah tetap memaksakan proyek cetak sawah baru (food estate) yang kontroversial.
-
Polusi udara memakan biaya Rp 21 triliun di Jakarta pada tahun 2020
Selama masa PSBB transisi, konsentrasi PM2.5 dan NO2 di Jakarta terus meningkat. Pada 15 Juni, Jakarta berada di peringkat satu dari lima kota di dunia dengan kualitas udara terburuk menurut database IQAir Visual.
-
Gugatan Pencemaran Udara “Satu Tahun Digantung Negara”
Dengan jalan persidangan yang lambat hingga satu tahun dan minimnya respons positif dari ketujuh tergugat tersebut, Koalisi Ibukota kembali mengingatkan kepada pemerintah untuk menunjukkan sikap serius dalam memberikan hak sehat untuk warga negara.
-
Tidak ada Ekonomi di atas Ekologi yang Rusak
Di tengah krisis kesehatan dan ekonomi akibat pandemi, alih-alih memprioritaskan kesehatan dan kesejahteraan rakyatnya, Pemerintah dan DPR telah bersekongkol secara diam-diam meloloskan UU Minerba yang memberikan karpet merah kepada industri batubara.
-
Klaim Menko Mahfud MD Soal Karhutla Berhasil Diminimalisir Keliru, Pemerintah Perlu Cek Realitas
Jakarta, 25 Juni 2020. Greenpeace Indonesia menilai klaim Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) beberapa tahun terakhir tidak besar,…
-
Lebih dari 115 Ahli Kesehatan Menyatakan Konsep Penggunaan Kembali (Reuse) Aman Dilakukan Selama Pandemi Covid-19
Lebih dari 115 ahli kesehatan dari delapan belas negara menandatangani pernyataan untuk meyakinkan para peritel dan konsumen bahwa konsep penggunaan kembali (reuse) aman dilakukan selama pandemi Covid-19.
-
Selamat Ulang Tahun Jakarta, Selamat Datang New Normal Polusi
Selama masa PSBB, polusi udara di Jakarta diklaim mengalami penurunan. Greenpeace mengamati dan menganalisis data PM 2.5 yang diambil dari dua stasiun pemantauan kualitas udara di Jakarta Selatan dan Jakarta pusat.
-
Dana Pemulihan Ekonomi Dampak Covid-19 Sebesar Rp 2,78 Triliun Dialokasikan Untuk Industri Biodiesel
Jakarta, 17 Juni 2020. Pemerintah menghadiahkan industri biofuel sebesar Rp 2,78 triliun dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebagai dampak dari pandemi Covid-19. [1]. Insentif akan dikelola melalui Badan Pengelola…
-
Sikap Unilever Terkait Iklim Hanya Untuk Memperbaiki Citra Perusahaan
Pada 2010, Unilever berkomitmen mengakhiri deforestasi sektor komoditas pada tahun 2020. Unilever gagal dan sekarang telah menendang kaleng itu lebih jauh lagi hingga tahun 2023.
-
Koalisi Masyarakat Sipil: Hentikan Proyek Cetak Sawah/Food Estate di Lahan Gambut Kalimantan Tengah, Jangan Menciptakan Malapetaka Baru!
Jakarta, 13 Juni 2020. Dalam pekan-pekan terakhir lagu lama negara diulang lagi dalam rencana “cetak sawah di lahan gambut”. Sekali lagi rakyat disuguhi janji kosong pemenuhan pangan dengan cetak sawah…
-
Demi Investasi dan Meningkatkan Produktivitas, Aspek Keberlanjutan Diabaikan
Greenpeace Indonesia sangat menyayangkan rencana Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk memperbolehkan penggunaan Alat Penangkapan Ikan (API), yang tidak sesuai dengan prinsip keberlanjutan.
-
Tindakan Nyata Dari Salah Satu Jaringan Supermarket Terbesar di Korea Selatan Bisa Menjadi Contoh Bagi Peritel Lainnya
Lotte Mart, salah satu jaringan supermarket terbesar di Korea Selatan, berkomitmen untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai sebesar 50% pada 2025, menjadikannya jaringan supermarket pertama di Asia yang membuat komitmen seperti itu.
-
Kehilangan Hutan Indonesia Masih Terjadi di Kawasan Dilindungi, Moratorium Hutan Perlu Diperkuat
Jakarta, 8 Juni 2020. Deforestasi di areal moratorium belum menunjukan angka penurunan yang berarti. Pemerintah keliru mengklaim kebijakan moratorium hutan dan lahan gambut (kini penghentian permanen) telah efektif menekan deforestasi.…
-
Langkah Coca-Cola Amatil Indonesia Tidak Sejalan Dengan Visinya
Pengumuman terbaru Coca-Cola Amatil Indonesia dengan Dynapack Asia yakni akan membangun fasilitas daur ulang untuk menghasilkan Polyethylene Terephthalate (PET) bukanlah langkah progresif dari sebuah perusahaan skala global dalam menanggulangi krisis sampah plastik di Indonesia.
-
Harimau Tewas Di Lahan Perkebunan Milik Perusahaan Besar Kembali Terulang
Jakarta, 28 Mei 2020 – Seekor harimau Sumatera terperangkap dan dalam jerat di lahan perkebunan pulp (bubur kertas) yang dioperasikan oleh Asia Pulp and Paper (APP) Sinar Mas Group –…
-
ABK Korban Eksploitasi Terus Bertambah, Sindikat Bisnis Kotor Perdagangan Orang di Sektor Perikanan Harus Segera Ditindak
Pengungkapan eksploitasi terhadap salah satu Anak Buah Kapal (ABK) Ikan asal Indonesia patut menjadi alarm terakhir bagi pemerintah untuk segera bertindak nyata dan lebih berani mengungkap sindikat bisnis kotor perdagangan orang di sektor perikanan.
-
NPAP Harus Fokus Pada Reduksi Konsumsi Plastik
Jakarta, 14 Mei 2020. National Plastic Action Partnership (NPAP) Indonesia memuat sejumlah langkah progresif untuk menanggulangi permasalahan sampah plastik di Indonesia, khususnya untuk mencapai target 2025 dan 2040 [1], lewat…
-
Ekosistem dan Kehidupan Masyarakat Pesisir Kian Terpinggirkan
Semakin besarnya porsi wewenang pemerintah pusat dalam pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil seperti yang termuat dalam Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja (Omnibus Law) berpotensi menimbulkan ancaman terhadap ekosistem pesisir seperti kawasan mangrove, dan ruang hidup masyarakat di kawasan tersebut.
-
SBMI dan Greenpeace Sikapi Kemenko Marves Terkait Penguatan Kebijakan Perlindungan ABK Indonesia
SBMI dan Greenpeace menyambut baik langkah Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi untuk mendorong percepatan harmonisasi Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Perlindungan Awak Kapal Niaga dan Awak Kapal Perikanan. Namun……
-
Pemerintah Didesak Usut Tuntas Penyebab Hilangnya Nyawa ABK Indonesia di Kapal Ikan Berbendera Tiongkok
Kisah tragis hilangnya nyawa Anak Buah Kapal (ABK) Indonesia terus berulang dan kembali jadi sorotan. Perlakuan dan kondisi kerja buruk di atas kapal diduga menjadi penyebab utama.
-
Presiden Jokowi Jangan Ulangi Kesalahan Orde Baru, Stop Ide Konversi Lahan Gambut Menjadi Sawah
Jakarta, 5 Mei 2020. Usulan Presiden Joko Widodo untuk mengalihfungsikan lahan gambut di Kalimantan Tengah menjadi areal persawahan mendapat dukungan Badan Restorasi Gambut (BRG). Padahal, Kalimantan Tengah merupakan salah satu…
-
Laju Deforestasi Tinggi di Hutan Alam, Presiden Jokowi Harus Evaluasi Kinerja KLHK
Jakarta, 24 April 2020. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) merilis laporan terbaru terkait deforestasi tahun 2019 yang mengklaim tren deforestasi di Indonesia relatif rendah dan stabil. KLHK menyebut deforestasi…
-
Pengunduran Diri Wilmar International dari Keanggotaan HCSA Menandai Kegagalan Perusahaan dalam Komitmen Mengakhiri Deforestasi
Jakarta, 3 April 2020, Wilmar International, perusahaan minyak kelapa sawit terbesar di dunia, telah mengambil langkah mundur dalam mengimplementasikan komitmennya untuk menghilangkan deforestasi dari rantai pasokan komoditasnya, dengan menyatakan keluar…
-
Segera Tetapkan Darurat Kesehatan Masyarakat!
Negara harus mengumumkan secara gamblang, aksesibel, dan akuntabel tentang seluruh rencana penanggulangan Covid-19 kepada warga. Warga berhak tahu bagaimana Negara akan membawa kita semua keluar dari krisis ini, apa yang akan kita lalui ke depan, berapa lama, dan apa saja dampaknya bagi warga. Keterbukaan informasi itu dapat menumbuhkan dan menjaga kepercayaan masyarakat kepada Negara.
-
Investigasi Terhadap Pemasok Tuna Global Asal Taiwan Kembali Menguak Tabir Praktik Perikanan Ilegal dan Perbudakan Modern
Pelanggaran hak asasi manusia dan praktik perbudakan masih terjadi di kapal penangkap ikan jarak jauh yang berasal dari Taiwan.
-
SBMI Ungkap Enam Perusahaan Diduga Terkait Eksploitasi Pekerja Migran Indonesia di Kapal Ikan Asing
Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) mengungkap enam perusahaan yang diduga terkait eksploitasi Anak Buah Kapal (ABK) asal Indonesia di atas kapal ikan asing, sebuah hasil investigasi bersama yang dilakukan oleh SBMI berkolaborasi dengan Greenpeace Indonesia.
-
Koalisi Masyarakat Sipil Khawatir Pembukaan Lahan Hutan Berdalih Investasi Terjadi di Tanah Papua
Sorong, 5 Maret 2020. Pemerintah telah mencanangkan investasi besar-besaran di Tanah Papua, roadmap (peta jalan) dipaparkan dalam rangkaian acara Pertemuan Tingkat Tinggi Investasi Hijau pada 25-27 Februari silam di Sorong,…
-
Memperkuat Tata Kelola Laut dan Perikanan Indonesia untuk Keberlanjutan
KORAL sebuah koalisi yang terdiri dari 9 (sembilan) Organisasi Masyarakat Sipil, lahir untuk mengingatkan agar para pemangku kepentingan di sektor kelautan dan perikanan mengedepankan nilai-nilai keberlanjutan dan menjalankan prinsip demokrasi partisipatoris.
-
Tidak Ambisius dan Tidak Melibatkan Masyarakat, Updated Nationally Determined Contributions (NDCs) Indonesia 2020 Hanya Akan Memperburuk Bencana Krisis Iklim
Keputusan pemerintah Indonesia untuk tidak menaikkan target NDCs yang rencananya akan diserahkan kepada Sekretariat United Nations Framework Convention of Climate Change (UNFCCC) pada Maret mendatang sangat mengecewakan
-
Tanggapan Greenpeace Indonesia terhadap Rencana Pemerintah Indonesia Memungut Cukai terhadap Produk Plastik
Jakarta, 19 Februari 2020. Dalam rapat kerja antara Menteri Keuangan Sri Mulyani dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia hari ini, disepakati untuk mengenakan cukai pada produk-produk plastik.…
-
PTUN Memutuskan Peta dan Nama Pemegang HGU Papua dan Papua Barat Terbuka untuk Publik
© Greenpeace 19 Februari 2019, Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN) menyatakan peta dan nama pemegang Hak Guna Usaha (HGU) di provinsi Papua dan Papua Barat merupakan informasi yang terbuka…
-
Patung Es Penguin Mencair di Luar Gedung-Gedung Pemerintah Sebagai Desakan Mewujudkan Perjanjian Laut Internasional
Relawan Greenpeace Indonesia di tujuh kota melakukan aksi damai di depan kantor pemerintahan dan ikon kota, untuk mendorong pemerintah secara aktif ikut serta dalam mewujudkan terbentuknya Perjanjian Laut Internasional (Global Ocean Treaty)
-
Bebaskan Editor Mongabay Phil Jacboson
Menanggapi penangkapan Editor Mongabay Philip Jacobson ditangkap di Indonesia, Kepala Global kampanye hutan Indonesia Greenpeace Asia Tenggara, Kiki Taufik mengatakan: Greenpeace Indonesia mengecam penahanan editor Mongabay Philip Jacobson. Penangkapannya merupakan…
-
Rencana Terbaru Nestlé Tidak Akan Mengurai Krisis Sampah Plastik
Nestlé baru saja mengumumkan bahwa mereka akan mulai beralih dari plastik baru (virgin plastic) ke plastik daur ulang yang aman bagi produk pangan.
-
Greenpeace: Penerbitan Peta Konsesi RSPO Tidak Lengkap, Tanpa Data Indonesia
Jakarta, 13 Desember 2019 – “Terlalu sedikit, sangat terlambat” kata Annisa Rahmawati, Jurukampanye Hutan Greenpeace Indonesia, menanggapi pengumuman RSPO yang telah menerbitkan peta konsesi kelapa sawit anggotanya di Semenanjung Malaysia…
-
Anak Buah Kapal Ikan Asal Asia Tenggara Mengalami “Perbudakan Modern”
Sebanyak 13 kapal penangkap ikan berbendera asing diduga melakukan penindasan terhadap anak buah kapal (ABK) asal Asia Tenggara. Berdasarkan tingkat keparahannya, perlakuan-perlakuan yang diterima para ABK tersebut bisa digolongkan sebagai “perbudakan modern”.
-
Tekan Konsumerisme Untuk Kendalikan Bencana Iklim
Pembelian dan penggunaan pakaian menyumbang sekitar 3% dari produksi emisi karbondioksida (CO2) global atau lebih dari 850 juta ton CO2 per tahun, dari manufaktur, logistik, dan penggunaan seperti mencuci, mengeringkan dan menyeterika.
-
Sejumlah Perusahaan Merek Besar Tersangkut Persoalan Emisi Karbon Kebakaran Hutan dan Lahan Indonesia
Jakarta, 5 Desember 2019 Analisis Greenpeace Internasional mengungkap beberapa perusahaan merek ternama dunia telah memicu perubahan iklim karena masih membeli komoditas minyak sawit dari pemasok yang terkait dengan kebakaran hutan.…
-
“Kami diminta untuk tidak pergi ke hutan lagi” – Investigasi Greenpeace mengekspos pelanggaran HAM oleh Halcyon Agri
Yaoundé, 25 November 2019 – Menyusul laporan Ruinous Rubber tahun lalu, yang mengungkap pembukaan hutan baru di Kongo Basin yang paling mengerikan untuk keperluan industri pertanian, Greenpeace Afrika merilis sebuah…
-
Pembangkit Batu Bara yang Dibiayai Korea Selatan Diprediksi akan Menyebabkan 151.000 Kematian
Negara-negara yang menjadi tuan rumah pembangkit batu bara yang didanai oleh Korea Selatan, banyak diantaranya di Asia Tenggara, sangat rentan terhadap dampak polusi udara dan perubahan iklim.
-
Pernyataan Bersama LSM tentang Kegagalan RSPO untuk Memenuhi Tuntutan Krisis Iklim Global
Bangkok – Sebagai anggota Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), sistem sertifikasi minyak kelapa sawit terbesar di dunia yang mengadakan pertemuan tahunan ke-17 di Bangkok, dunia berada di tengah-tengah keadaan…
-
Perusahaan Merek ternama Membeli Minyak Sawit Yang Terkait Masalah Karhutla
Perusahaan merek ternama seperti Unilever, Mondelez, Nestle, dan Procter & Gamble (P&G), dan pedagang minyak kelapa sawit termasuk Wilmar membeli minyak kelapa sawit dari produsen yang terkait dengan ribuan titik panas api di Indonesia tahun ini, berdasarkan analisis terbaru oleh Greenpeace Internasional. Perusahaan-perusahaan tersebut bahkan membeli minyak sawit dari perusahaan yang konsesinya sedang disidik terkait…
-
KTT ASEAN Kesempatan Para Pemimpin Menghentikan Masalah Kabut Asap Karhutla Lintas Batas
Greenpeace Indonesia menemukan setidaknya terdapat empat grup perusahaan yang berkantor di Malaysia dan Singapura terkait dengan kebakaran hutan yang menyebarkan kabut asap di kawasan Asia Tenggara. Mereka adalah IOI, Genting, Kuala Lumpur Kepong dan Bumitama. Meskipun sebagian besar kebakaran hutan terjadi di Indonesia, mengatasi masalah ini bukan hanya tanggung jawab Indonesia.
-
Moon Jae-In, Jika PLTU Batubara tidak Baik bagi Korea, Begitu juga bagi Indonesia
Di negaranya sendiri, Presiden Korea Selatan Moon Jae In menyatakan komitmennya untuk tidak lagi membangun PLTU batu baru baru agar rakyatnya terlindungi dari dampak polusi berbahaya.
-
Komisi Informasi Pusat: Informasi Hak Guna Usaha Papua dan Papua Barat sifatnya terbuka untuk publik
Jakarta, 14 Oktober 2019. Majelis Komisioner Komisi Informasi Pusat (KIP) memutuskan informasi Hak Guna Usaha (HGU) di Provinsi Papua dan Papua Barat sebagai informasi publik yang bersifat terbuka. KIP memerintahkan…
-
Usut Tuntas Kematian Aktivis Golfrid Siregar, Hadirkan Negara untuk Lindungi Pembela HAM
Jakarta 10 Oktober 2019 -Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pembela Hak Asasi Manusia (HAM) mendesak negara agar melakukan investigasi yang segera, terbuka, efektif, dan independen terkait dengan kematian pejuang lingkungan hidup…
-
Laporan Greenpeace Terbaru: Perusahaan Multinasional Menjalankan Solusi Palsu
Sebuah laporan yang diinisiasi oleh Greenpeace Amerika Serikat (AS) mendorong konsumen untuk skeptis terhadap solusi yang digaungkan oleh perusahaan multinasional demi menangani krisis sampah plastik.
-
Sejumlah lahan milik perusahaan kelapa sawit dan bubur kertas yang terbakar luas belum mendapat hukuman saat karhutla kembali membara
Saat krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sedang berlangsung, tidak ada sanksi yang signifikan baik perdata maupun sanksi administratif diberikan kepada sepuluh perusahaan kelapa sawit terbakar terbesar dari 2015 hingga 2018.
-
Aksi Climate Strike, Alarm untuk Atasi Krisis Iklim
Di Jakarta, pawai iklim ini diikuti oleh lebih dari 50 komunitas dan jaringan yang menyuarakan pentingnya penanganan serius krisis iklim demi masa depan generasi mendatang.
-
Masyarakat Sipil Desak Pertamina Segera Buka Data Lengkap Sumur YYA-1 dan Kondisi Blok ONWJ
Sampai saat ini Pertamina masih berupaya mematikan sumur petaka tersebut secara permanen. Dalam aksi ini, KORMAS juga meminta Pertamina untuk jujur dan segera membuka informasi mengenai kondisi sumur-sumur lain dan kelayakan operasional yang dijalankan Pertamina Hulu Energi (PHE) di Blok Offshore North West Java (ONWJ).
-
Indonesia Darurat Asap, Presiden Segeralah Bertindak!
Sepanjang 2019 hingga 7 September setidaknya tercatat 19.000 lebih titik api. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 15 September 2019, ada 2.862 titik api dengan total luas lahan yang terbakar 328.724 hektar.
-
Perlu Aksi Segera Untuk Menyelamatkan Terumbu Karang Spermonde
Perusakan terhadap terumbu karang terus terjadi, salah satunya melalui penangkapan ikan tidak ramah lingkungan, mengggunakan bom ikan dan racun sianida atau bius.
-
Tanggapan Greenpeace Indonesia Terhadap Rencana Pemindahan Ibukota Indonesia ke Kalimantan Timur
Rencana pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur jika tanpa menjadikan perlindungan lingkungan sebagai pertimbangan utama, dikhawatirkan hanya akan menciptakan berbagai masalah-masalah lingkungan di ibu kota baru nanti, seperti yang terjadi di Jakarta saat ini.
-
Pidato Kenegaraan Presiden Jokowi: Mengagungkan Investasi Tapi Mengabaikan Keselamatan Rakyat
Reaksi KORMAS atas Pidato Kenegaraan Presiden Joko Widodo dalam rangka Kemerdekaan RI ke-74
-
Hentikan Rasisme, Diskriminasi dan Kekerasan pada Rakyat Papua
Presiden RI dan seluruh jajaran pemerintah harus membuka diri dan mengambil kebijakan yang nyata, tidak represif serta meminimalisir keterlibatan militer untuk mengakhiri ketidakadilan di Papua.
-
PLTU Batu Bara yang Didanai Jepang di Luar Negeri Berpotensi Meracuni Udara 13-40 Kali Lebih Buruk daripada PLTU Batu Bara di Jepang
Standar ganda ini mengakibatkan PLTU batu bara yang didanai Jepang mengeluarkan hingga 13 kali lebih banyak NOx, SO2 33 kali lebih banyak dan debu 40 kali lebih banyak.
-
Pertamina Harus Mengungkapkan Penyebab Terjadinya Semburan dan Tumpahan Minyak di Karawang
Hingga saat ini, dampak tumpahan minyak terus mencemari wilayah laut dan pesisir Karawang, Bekasi serta meluas hingga mencapai Kepulauan Seribu, Jakarta.
-
Analisis Greenpeace: menunjukkan satu juta hektar hutan terbakar di dalam area moratorium hutan
Jakarta, 8 Agustus 2019 – Presiden Joko Widodo telah menandatangani Instruksi Presiden (Inpres) tentang Penghentian Pemberian Izin Baru dan Penyempurnaan Tata Kelola Hutan Alam Primer dan Lahan Gambut,
-
Catatan Greenpeace Untuk Instruksi Gubernur Nomor 66 Tahun 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara
Kami mengapresiasi instruksi Gubernur yang dikeluarkan bertepatan dengan sidang perdana gugatan warga, Ini menunjukkan respons dari Gubernur DKI Jakarta mengenai polusi udara setelah mendapatkan banyak perhatian publik dan warganet.
-
Presiden Jokowi Harus Menerima Putusan MA Sebagai Bentuk Keseriusan Menghentikan Karhutla
Jakarta, 23 Juli 2019 – Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi permohonan kasasi pemerintah Indonesia atas gugatan warga negara citizen law suit (CLS), karena telah gagal dalam mencegah kebakaran hutan dahsyat…
-
Laporan Greenpeace Terbaru Memperingatkan ‘Dampak yang Tidak Dapat Dipulihkan’ dari Penambangan Laut Dalam
Lautan dunia berpotensi menghadapi kerusakan yang parah dan tidak dapat dipulihkan, sebagai risiko penambangan laut dalam. demikian ringkasan pesan laporan berjudul “In Deep Water,” yang dirilis oleh Greenpeace International.
-
Ultah ke-492 Tahun, Kualitas Udara Jakarta Terus Memburuk!
Selain berat karena perasaan tidak nyaman yang timbul saat penyakit saya kambuh, juga berat dari segi biaya. Saya-kan bukan orang berpenghasilan tapi harus rela keluar uang lebih buat nebulizer karena tidak ditanggung BPJS untuk obat ini.
-
Respons terhadap Pernyataan Golden Agri-Resources (GAR)
Delapan tahun yang lalu, Golden Agri-Resources (GAR) berkomitmen untuk melindungi hutan serta membersihkan pemasok dari pihak ketiga pada tahun 2014. Setelah 5 tahun, kami mengharapkan perusahaan secara serius untuk menuntaskan janji ini.
-
50 Juta Hektar Hutan Dunia Hancur, Sementara Sektor Minyak Sawit di Indonesia Tidak Direformasi
Pada tahun 2020, diperkirakan 50 juta hektar hutan – area seluas Spanyol terancam dihancurkan untuk komoditas pertanian meski banyak perusahaan telah berkomitmen untuk mengakhiri deforestasi dalam kurun waktu sepuluh tahun, menurut laporan dari Greenpeace International. Sektor minyak sawit adalah pendorong utama deforestasi di Asia Tenggara, dimana 14.5 juta hektar hutan dihancurkan untuk komoditas antara tahun…
-
#PantangPlastik Dimulai Dari Meja Kita
Volume sampah kemasan makanan cenderung meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk serta kegiatan konsumsi masyarakat yang semakin bergantung pada makanan siap saji. Bagaimana cara kita mengurangi plastik pada makanan kita?
-
Plastik Sekali Pakai, Ancaman Nyata Bagi Iklim
Dampak penggunaan plastik sekali pakai terhadap bumi ini akan semakin besar dan tidak terbendung, bila tingkat penggunaannya tidak ditekan sekarang juga. Pasalnya, tren pemakaian plastik sekali pakai cenderung terus meningkat.
-
Ramadan Menjadi Momentum Untuk Mengakhiri Ketergantungan Plastik Sekali Pakai
Greenpeace Indonesia bersama Nahdlatul Ulama menggelar kegiatan diskusi Ramadan Ramah Lingkungan bertajuk “Pantang Plastik di Bulan Puasa” di Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia sebagai rangkaian kampanye #PantangPlastik yang diluncurkan oleh Greenpeace Indonesia pada bulan Ramadan tahun lalu.
-
Pemerintah Indonesia Secara Aktif Memblokir Upaya Reformasi Industri Kelapa Sawit
Kemenko Perekonomian berupaya menghalangi reformasi industri kelapa sawit, dengan cara memerintahkan perusahaan kelapa sawit untuk tidak membagikan informasi mengenai konsesi yang mereka miliki.
-
Revisi Baku Mutu Emisi Pembangkit Termal yang baru Masih Lemah
Angka yang diterapkan pada BME PLTU batubara yang baru masih lemah, terutama pada Kategori 1 atau kategori PLTU yang dibangun sebelum Permen ini berlaku.
-
Pelarangan Buka HGU Sawit ke Publik Melawan Putusan Mahkamah Agung dan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik
Jakarta, Kamis 9 Mei 2018. Koalisi Masyarakat Sipil untuk Advokasi Data Hak Guna Usaha (HGU) mengecam kebijakan Menko Perekonomian Darmin Nasution yang melarang informasi dan data kebun kelapa sawit dibuka…
-
Melawan Putusan MA, Pemerintah Larang Informasi HGU Kelapa Sawit Dibuka ke Publik
Pemerintah melarang informasi dan data kebun kelapa sawit dibuka ke publik dengan alasan melindungi kepentingan sektor kelapa sawit yang bernilai strategis terhadap ketahanan ekonomi nasional. Himbauan pemerintah tersebut bertentangan dengan Undang-Undang No. 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP) serta putusan Mahkamah Agung yang telah memutuskan data HGU kelapa sawit terbuka untuk publik.
-
Hilangnya Keanekaragaman Hayati: Kebutuhan Mendesak Melindungi Hutan dan Laut serta Perubahan Pola Makan
Sebuah laporan penilaian global tentang keanekaragaman hayati dan ekosistem dari Intergovernmental Science-Policy Platform on Biodiversity and Ecosystem Services (IPBES) memperingatkan bahwa 1 juta spesies dalam resiko kepunahan, yang bisa terjadi kapan pun dalam sejarah manusia.
-
Kesepakatan BRI Menunjukkan Korupsi Politik Batu Bara
Hal ini sekali lagi membuktikan bahwa bisnis batu bara baik pertambangan maupun PLTU batu bara sarat dengan kepentingan elite politik dan korup.
-
Pemerintah Didesak Sahkan Aturan Pelaksana Pelindungan Pekerja Migran Awak Kapal Perikanan
Persoalan serius yang masih terjadi dalam perekrutan dan penempatan pekerja migran pelaut perikanan perlu menjadi prioritas pemerintah untuk segera dituntaskan.
-
Aktivis Greenpeace Beraksi di Rapat Umum Tahunan Nestlé Menuntut Solusi Nyata Untuk Krisis Sampah Plastik
20 aktivis Greenpeace Swiss menginterupsi Rapat Umum Tahunan Nestlé dengan membentuk barisan di posisi terdepan tempat pertemuan, berhadapan dengan para pemegang saham sebagai peserta rapat.
-
Plastik Menyerbu ‘Pusat dari Pusat’ Hotspot Keanekaragaman Hayati Global
Eksplorasi bawah laut selama tiga hari menghasilkan foto-foto kemasan sachet, beberapa foto bahkan menunjukkan tanda kemasan terlihat berada di antara terumbu karang untuk waktu yang sangat lama.
-
Produksi Kemasan Sachet Produsen Kebutuhan Sehari-hari Tidak Terkendali
Nestlé dan Unilever bertanggung jawab atas seperempat jumlah plastik sekali pakai bermerek yang menciptakan krisis polusi plastik di Filipina.
-
Jakarta Peringkat Satu di Asia Tenggara untuk Kualitas Udara Terburuk
Laporan Kualitas Udara Dunia 2018 didasarkan pada tinjauan, kompilasi, dan validasi data dari puluhan ribu stasiun pemantauan kualitas udara di seluruh dunia.
-
Bisnis Batu bara Masih Menguasai Kebijakan Energi di Indonesia
Tanggapan Greenpeace Indonesia terhadap RUPTL 2019-2028 Jakarta, 22 Februari 2019 — Tidak ada perubahan mendasar pada RUPTL 2019-2028 yang baru saja disahkan oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan.
-
Balada HGU Dalam Pilpres 2019 : Informasi HGU Jangan Sekedar Jadi Dagangan Politik
Informasi HGU adalah informasi publik yang telah ditegaskan melalui putusan Komisi Informasi Pusat (KIP), lalu dikuatkan dengan putusan PTUN dan Mahkamah Agung (MA).
-
Laporan Terbaru Menemukan Seluruh Siklus Plastik Mengancam Kesehatan Manusia
Dampak krisis polusi plastik terhadap kesehatan manusia telah diabaikan terlalu lama, dan harus menjadi pertimbangan utama dari semua keputusan tentang plastik ke depannya.
-
Debat Pilpres Melupakan Perubahan Iklim, Permasalahan Lingkungan Terbesar yang Mengancam Bumi dan Manusia
Secara keseluruhan, komitmen untuk mengatasi perubahan iklim di kedua kubu tidak terlihat. Padahal Indonesia meratifikasi Kesepakatan Paris, dan berkomitmen untuk menurunkan emisi sebesar 29%.
-
Ganti Rugi 18,9 Triliun Terkait Kasus Kebakaran dan Kerusakan Hutan Gagal Dibayar Sejumlah Perusahaan, Pemerintah Harus Mengambil Langkah Tegas
Mengapa para pemilik perusahaan-perusahaan besar ini tidak dipaksa untuk membayar denda mereka atau menyita aset perusahaan.
-
Menimbang Urgensi Transisi Menuju Listrik Energi Baru Terbarukan
LPEM FEB UI bersama dengan Greenpeace Indonesia meluncurkan laporan yang memaparkan tentang urgensi Indonesia menuju transisi energi dari batubara menuju energi terbarukan, khususnya bila ditinjau dari sisi keekonomian.
-
Nestle Mengakui Daur Ulang Tidak Cukup untuk Mengatasi Krisis Polusi Plastik
Nestle baru saja mengumumkan rencana untuk mempercepat tindakannya mengatasi polusi plastik, termasuk membuat kemasannya dapat didaur ulang (recyclable) atau dapat digunakan kembali (reusable) pada tahun 2025 dan beralih ke kertas sekali pakai dan alternatif lain.
-
Bersihkan Politik Indonesia dari Batu Bara
Bisnis batu bara semakin besar karena ditunggangi oleh para elite politik. Batu bara bahkan telah menjadi salah satu sumber pendanaan politik terpenting baik di tingkat pusat maupun daerah.
-
Putusan Komisi Informasi Pusat: Sepakat Mediasi, KLHK Membuka Pintu untuk Greenpeace Telusuri Informasi Jual-Beli Lahan Sawit Ilegal
Sesuai kesepakatan mediasi mewajibkan KLHK memfasilitasi Greenpeace untuk mengkonfirmasi secara langsung data tersebut dengan mantan pejabat KLHK yaitu Prof. San Afri Awang dan Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan.
-
Pemberian Izin Lokasi Reklamasi di Teluk Benoa, Kebijakan Memunggungi Laut dan Tidak Peka Sosial-Lingkungan
Greenpeace Indonesia menyesalkan sikap dan kebijakan terkini Kementerian Kelautan dan Perikanan yang kembali mengeluarkan Izin Lokasi Reklamasi di Teluk Benoa untuk kepentingan PT. Tirta Wahana Bali Internasional.
-
Gerakan Bersihkan Indonesia Ajak Pemilih Milenial untuk Menyeberang ke Masa Depan Energi yang Bersih dan Berkelanjutan
Indonesia tidak berada di jalur untuk mencapai 23% target energi terbarukan sebagaimana ditetapkan dalam Kebijakan Energi Nasional (KEN) dan RUEN.
-
Pengaruh Elite Politik Dalam Pusaran Bisnis Batubara
Sektor pertambangan batubara telah menjadi komoditas politik dan sumber pendanaan kampanye politik di Indonesia selama 20 tahun terakhir, baik di tingkat nasional maupun daerah.
-
Terobosan baru Wilmar Agar Para Perusak Hutan Tidak Dapat Bersembunyi
Pedagang minyak kelapa sawit terbesar dunia asal Singapura, Wilmar International, telah mempublikasikan rencana aksi terperinci untuk memetakan dan memantau semua pemasoknya.
-
Peringkat Pengalengan Tuna Greenpeace Terbaru: Hanya Lima Dari 23 Perusahaan Pengalengan di Asia Tenggara yang ‘Naik Kelas’
Laporan Peringkat Pengalengan Tuna Asia Tenggara 2018)’, hanya lima perusahaan pengalengan yang mencapai peringkat-nilai hijau dan ‘naik kelas’.
-
Tidak Ada Alasan – Iklim Kita Sedang Terbakar dan Saatnya Bertindak
COP24 harus bisa menghasilkan sebuah komitmen yang kuat untuk menyelamatkan dunia dari dampak perubahan iklim dalam rentang waktu 12 tahun tersisa, untuk mendorong tindakan-tindakan nyata.
-
Pengiriman minyak Sawit Menuju Eropa Tertunda oleh Greenpeace Selama Lebih dari 24 Jam
Para aktivis kami telah ditahan karena berbicara tentang kebenaran kepada perusahaan-perusahaan destruktif seperti Wilmar yang mengirimkan minyak sawit kotor dari perusak hutan ke supermarket dan rumah kami.
-
Enam Aktivis Greenpeace Ditangkap Saat Beraksi Menduduki Kapal Bermuatan Minyak Sawit Kotor Wilmar Menuju Eropa
Kapal Stolt Tenacity, yang membawa muatan minyak sawit kotor dari Indonesia ke Eropa dinaiki dengan aman dan damai oleh sejumlah relawan Greenpeace yang berasal dari beberapa negara, termasuk Indonesia.
-
Perusahaan Biskuit Oreo Masih Menggunakan Minyak Sawit yang Berasal dari Perusakan Habitat Orang Utan di Indonesia
Pemasok minyak sawit untuk makanan ringan raksasa Mondelez telah terkait perusakan hampir 25.000 hektar habitat orangutan di Indonesia hanya dalam dua tahun, berdasarkan analisis pemetaan terbaru.
-
Seni Jalanan Karya 20 Seniman di Berbagai Kota Besar Dunia, Sebagai Pesan untuk Mengakhiri Deforestasi Akibat Kelapa Sawit
Para seniman menggunakan dinding kota sebagai kanvas mereka, mencuri perhatian publik soal adanya kerusakan hutan yang terjadi di Indonesia dan Papua Nugini oleh perkebunan kelapa sawit.
-
Coca-Cola, Nestlé, Danone, Mars, Pepsi, dan Unilever Menandatangani Komitmen Plastik Global Tetapi Masih Belum Memprioritaskan Pengurangan
Meskipun unsur-unsur Komitmen Global EMF bergerak ke arah yang benar, masalahnya adalah bahwa perusahaan diberi fleksibilitas untuk terus mengutamakan daur ulang ketimbang pengurangan.
-
Survei Global Mengungkap Kontribusi Perusahaan FMCG Terhadap Krisis Polusi Plastik di Masa Depan
Perusahaan produsen barang kebutuhan sehari-hari (fast moving consumer goods atau FMCG) adalah kekuatan dominan di balik model ekonomi sekali pakai yang mendorong krisis sampah plastik.
-
Lebih dari 90% Merek Garam yang Disampel Secara Global Ditemukan Mengandung Mikroplastik
Lebih dari 90% merek garam yang disampel secara global ditemukan mengandung mikroplastik, di mana jumlah tertinggi berasal dari sampel garam yang bersumber di Asia.
-
Greenpeace dan CoalSwarm Menunjukkan Penghapusan Batu bara Global untuk Penurunan 1,5° C adalah Sesuatu yang Realistis dan Dapat Dicapai
Mengakhiri pembangkit listrik batubara secara global pada tahun 2050, dengan pengurangan dua pertiga pada tahun 2030 – seperti yang direkomendasikan oleh laporan IPCC terbaru – adalah sesuatu yang realistis.
-
Greenpeace: Rencana Aksi Terbaru Wilmar Tidak akan Memperbaiki Masalah Deforestasi
Rencana aksi baru yang dirilis oleh Wilmar International, pedagang minyak sawit terbesar di dunia, tidak sesuai dengan tujuan dan tidak akan membuat perusak hutan keluar dari rantai pasokannya.
-
Kegiatan Bersih-bersih dan Audit Merek Global Menemukan Coca-Cola, PepsiCo, dan Nestlé Sebagai Pencemar Plastik Terburuk di Seluruh Dunia
Lebih dari 187.000 kemasan sampah plastik diaudit, mengidentifikasi ribuan merek yang kemasannya masih bergantung pada plastik sekali pakai lalu mencemari lautan dan saluran air secara global.
-
Greenpeace Indonesia: Konferensi ICBE Harus Memastikan Komitmen Pembangunan yang Sejalan dengan Semangat Konservasi Hutan Tropis di Tanah Papua
Perlindungan keanekaragaman hayati di Tanah Papua mendapat perhatian serius masyarakat global sebagai benteng terakhir hutan tropis di Indonesia dan dunia yang masih perawan, belum tergerus oleh industri yang merusak.
-
Greenpeace Menemukan Lebih Dari 700 Merek Sampah Plastik Dari Tiga Lokasi
Audit merek sampah plastik yang dilakukan Greenpeace bersama sejumlah komunitas lokal di tiga lokasi, yakni Pantai Kuk Cituis (Tangerang), Pantai Pandansari (Yogyakarta), dan Pantai Mertasari (Bali).
-
Aktivis Greenpeace dan Personel Grup Band Musik Boomerang Mengokupasi Kilang Minyak Sawit dari Hasil Perusakan Hutan
Dua puluh tiga aktivis Greenpeace bersama empat personel grup band musik Boomerang hari ini melakukan aksi damai dengan menduduki kapal penyuplai minyak sawit dan tangki timbun milik Wilmar.
-
Greenpeace: Ini Waktunya Mengeluarkan Larangan Deforestasi Kelapa Sawit, Bukan Hanya Moratorium
Moratorium sawit ini merupakan langkah maju tetapi kurang bertaring karena pembekuan hanya sementara, menyisakan jutaan hektar hutan yang tidak terlindungi serta tidak ada sanksi bagi pihak yang melanggar.
-
Investigasi Greenpeace Memaparkan Bagaimana Perusahaan Merek-merek Terbesar Dunia Masih Terkait dengan Perusakan Hutan di Indonesia
Penyelidikan terbaru Greenpeace International mengungkapkan sejumlah perusahaan pemasok minyak sawit telah menghancurkan area hutan hampir dua kali ukuran Singapura dalam waktu kurang dari tiga tahun.
-
Tanggung Jawab Ada Di Pundak Produsen
Greenpeace Indonesia bersama dengan komunitas yang tergabung dalam gerakan global #breakfreefromplastic mengajak masyarakat untuk bebersih pantai dan melihat sendiri ‘sumbangsih’ para produsen pengguna kemasan plastik sekali pakai terhadap lingkungan sekitar.
-
Jelang Penutupan Asian Games, Polusi Udara Jakarta Belum Juga Terkalahkan
Menjelang penutupan Asian Games, sejumlah aktivis Greenpeace kembali menyampaikan peringatan tentang buruknya kualitas udara Jakarta, dengan menambah gambar sumber polutan pada billboard
-
Kebakaran Lahan Terjadi di Areal Pemasok Sawit untuk Perusahaan Merek Ternama Dunia
Kebakaran yang menimbulkan kabut asap di kota Pontianak, Kalimantan Barat belakangan ini terjadi di lahan konsesi beberapa perusahaan berdasarkan dokumentasi terbaru Greenpeace Indonesia.
-
Koalisi Masyarakat Sipil: Upaya Kasasi akan Merugikan Masyarakat, Pemerintah Diminta Menjalankan Putusan Pengadilan Demi Korban Asap Kebakaran Hutan
Sejumlah lembaga swadaya masyarakat meminta Presiden Joko Widodo mencabut upaya kasasi terhadap putusan Pengadilan Tinggi Palangkaraya yang menyatakan pemerintah telah melakukan perbuatan melawan hukum terkait kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah pada tahun 2015.
-
Polusi Jakarta Masih Terus Diabaikan, Ini Saran Greenpeace
Sejumlah aktivis Greenpeace memanjat billboard dan memasang data kualitas udara Jakarta dengan pesan #WeBreatheTheSameAir.
-
Setahun Lebih Pemerintah Mengabaikan Putusan Mahkamah Agung, Koalisi Masyarakat Sipil Menganugerahkan Trofi kepada ATR/BPN sebagai Lembaga yang Tidak Transparan
Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keterbukaan Informasi menganugerahkan trofi kepada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (Kementerian ATR/BPN) sebagai lembaga negara yang paling tertutup
-
Jelang HUT RI ke 73, Majelis Hakim PTUN Denpasar Hadiahkan Asap Hitam PLTU-Batu Bara bagi Warga Celukan Bawang dan Masyarakat Bali
Sehari sebelum kemerdekaan RI ke 73, warga celukan bawang dan masyarakat bali mendapat kado Asap Hitam PLTU dari Majelis Hakim PTUN Denpasar.
-
Hutan Seluas Dua Kali Lipat Ukuran Kota Paris Dihancurkan Perusahaan Kelapa Sawit Terbesar Dunia
Hasil investigasi Greenpeace Internasional terbaru mengungkap keterlibatan Wilmar International, perusahaan minyak sawit terbesar dunia yang masih terlibat praktik pengrusakan hutan di Indonesia meski telah berkomitmen mengakhiri deforestasi sekitar lima tahun lalu.
-
“Cerita dari Ruang Bersih” Mengungkap Kisah Kotor Industri Elektronik
Film dokumenter dari Korea Selatan tentang pekerja elektronik yang sekarat dan penolakan industri untuk mengungkapkan bahan kimia beracun yang menyebabkan mereka sakit ditayangkan di 20 negara dengan produksi dan penggunaan elektronik yang terus meningkat
-
Minim Sosialisasi, Proses Perizinan PLTU Celukan Bawang Hanya Libatkan 23 Warga
Terungkap dalam sidang kali ini bahwa proses sosialisasi yang benar dan menyeluruh tidak dilakukan, dan faktanya hanya melibatkan segelintir warga.
-
Lebih Dari 1000 Orang Utan Kembali Terancam Oleh Pengrusakan Hutan
Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 5 Juni ditandai dengan situasi kritis keberlangsungan hidup orang utan di lanskap Sungai Putri, Ketapang, Kalimantan Barat.
-
Memperingati Hari Citarum Tahun ke Tiga “Masa Depan Bersih Hak Kita Semua”
Sejak puluhan tahun lalu sumber-sumber aliran air di DAS Citarum terus menerus dicemari hingga berada di ambang batas sangat berbahaya. Dalam momentum peringatan Hari Citarum yang ke tiga ini, Koalisi Melawan Limbah menyatakan “Masa depan bersih hak kita semua”.
-
Greenpeace Putuskan Hubungan Setelah APP/Sinar Mas Terkait Kembali Praktik Deforestasi
Penelusuran Greenpeace Internasional melalui analisis pemetaan terbaru mengungkapkan hampir 8.000 hektar hutan dan lahan gambut telah ditebangi di dua konsesi yang terkait dengan APP dan perusahaan induknya Sinar Mas sejak 2013.
-
Rainbow Warrior Mendukung Perjuangan Warga Pulau Pari
Rainbow Warrior, kapal layar legendaris Greenpeace singgah di Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Jakarta, sebagai bentuk dukungan atas perjuangan warga Pulau Pari dalam mempertahankan hak kelola pulau dan tanah mereka dari ancaman privatisasi
-
Greenpeace Mengungkap Harga Batu Bara Sebenarnya di Konferensi Industri Batu Bara di Bali
Coaltrans, ajang industri batubara besar global dimulai, kurang dari seminggu setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan bahwa sembilan dari sepuluh orang di dunia menghirup udara yang terkontaminasi polutan dalam level yang berbahaya.
-
Jelang Pertemuan Pemimpin Industri Batubara Dunia di Bali, Greenpeace Menghalau Keluar Tongkang Batubara dari Taman Nasional
Perdagangan batubara ini telah menghancurkan salah satu wilayah terindah di Indonesia, area yang dilindungi pemerintah sebagai taman nasional.
-
Kapal Rainbow Warrior Tiba di Jakarta, Mendukung Energi Bersih untuk Udara Bersih Bagi Warga Ibukota
Setelah hampir dua bulan berlayar dari Indonesia bagian timur, kapal legendaris Greenpeace Rainbow Warrior akhirnya tiba di ibukota Jakarta untuk mendorong pemerintah agar segera mengatasi permasalahan lingkungan perkotaan secara tuntas.
-
Jelang Peringatan Hari Bumi, Lebih Dari 1 Juta Orang Menuntut Korporasi Mengurangi Plastik Sekali Pakai
Pada peringatan Hari Bumi – yang jatuh pada tanggal 22 April – kali ini, lebih dari satu juta orang menuntut agar perusahaan-perusahaan besar dunia mengurangi produksi plastik sekali pakai mereka.
-
Dukung Perjuangan Masyarakat, Rainbow Warrior Singgah di Celukan Bawang
Masyarakat Celukan Bawang menyambut kedatangan kapal Greenpeace, Rainbow Warrior di perairan Celukan Bawang dalam aksi solidaritas mendukung perjuangan masyarakat dalam menentang rencana perluasan PLTU di wilayah tersebut.
-
Salah Satu Pantai Favorit di Bali dan Taman Nasional Bali Barat Berada dalam Ancaman PLTU Batu Bara
Emisi dari pembangkit listrik Celukan Bawang, di Kabupaten Buleleng, sudah mencemari kawasan tersebut dan menyebabkan masalah kesehatan bagi masyarakat setempat, termasuk mencemari Pantai Lovina.
-
Rainbow Warrior di Benoa, Soroti Persoalan Lingkungan Bali
PLTU Batubara telah menjadi masa lalu kelam yang ditinggalkan di banyak negara di dunia, dan energi terbarukan seperti tenaga surya telah menjadi sebuah kekuatan ekonomi baru dengan penyerapan tenaga kerja lokal yang besar.
-
RUPTL 2018-2027 Telah Disahkan, PLTU Celukan Bawang 2×330 MW Tetap Menjadi Proyek Siluman
Ada kepentingan terselubung yang harus diselidiki apabila proyek ini nantinya akan terus dilanjutkan. Karena akan ada rupiah yang dibakar percuma untuk setiap megawatt yang tidak terserap oleh konsumen.
-
Upaya Pemerintah Menurunkan Ketimpangan Penguasaan Hutan Belum Sepenuhnya Memihak Masyarakat
Jika mencermati angka pelepasan lahan, TORA ini lebih mengutamakan kepentingan pembangunan perkebunan skala besar ketimbang keberpihakan terhadap petani gurem atau petani yang tak memiliki tanah dan masyarakat adat.
-
Perusahaan Ritel Inggris Menghentikan Penggunaan Bahan Baku Minyak Sawit Pada Produknya, Akibat Sistem Bisnis Kelapa Sawit Masih Merusak Hutan
Ini bukanlah perang dagang minyak kedelai atau minyak bunga matahari dengan sawit seperti yang kerap didengungkan oleh berbagai pihak yang mencoba menutupi realita kerusakan hutan akibat sawit, dan menikmati keuntungan dari perusakan tersebut. Andai saja sejak awal para produsen minyak kelapa sawit transparan, menetapkan standar kuat dan beritikad baik mereformasi diri, risiko kehilangan pasar dunia…
-
Mengurangi Konsumsi Kemasan Plastik Sekali Pakai Adalah Kunci
Satu-satunya kunci mengatasi masalah sampah plastik adalah mengurangi konsumsinya. Daur ulang (recycle) tidak akan pernah cukup sebagai solusi.
-
Laporan baru: Selama dua tahun berturut-turut tren pembangunan pembangkit listrik batubara anjlok di seluruh dunia
Tidak hanya kesehatan masyarakat yang dikorbankan, tetapi Indonesia kehilangan kesempatan besar untuk membangun sebuah bentuk energi ekonomi baru dari besarnya investasi yang ditanamkan untuk industri energi solar dan bayu dari institusi finansial dunia.
-
Sejumlah Merek Global Masih Enggan Transparan Soal Rantai Pasok Sawit
Pada tahun 2010, merek-merek barang konsumen tersebut berjanji untuk menghapuskan deforestasi dari produksi minyak kelapa sawit dan komoditas utama lainnya pada tahun 2020. Tetapi ada bukti-bukti yang makin jelas bahwa mereka akan gagal memenuhi tenggat waktu tersebut, dengan konsekuensi berbahaya bagi iklim.
-
Debu Kotor Batu Bara Masih Menyelimuti RUPTL 2018-2027
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral telah menyetujui Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik 2018-2027 (RUPTL), yang merupakan rencana pembangunan listrik untuk 10 tahun PT. PLN (Persero).RUPTL baru menunjukkan ada 56.024 MW pembangkit listrik yang perlu dibangun, atau berkurang sejumlah 21.849 MW dibandingkan dengan RUPTL lama untuk menyesuaikan penurunan permintaan listrik.
-
Kapal Greenpeace Rainbow Warrior Berlayar ke Papua Mendukung Hutan Adat
Manokwari, 12 Maret 2018. Kapal legendaris Greenpeace Rainbow Warrior hari ini kembali berlayar ke Indonesia dengan menjadikan Bumi Cendrawasih sebagai pintu masuk utamanya. Pelayaran kali ini mengusung tema tur “Jelajah Harmoni Nusantara” yang bertujuan untuk menggali inspirasi dan menggaungkan aksi nyata penyelamatan lingkungan oleh masyarakat dalam mengembalikan keseimbangan di alam Nusantara kita. Pada tur kali…
-
Pengiriman Kayu Ilegal Papua Terbongkar, Namun Masih Banyak yang Belum Terungkap
Perlu dikaji ulang untuk memperkuat kembali fungsi pengawasan oleh dinas kehutanan di tingkat kabupaten sehingga bisa menjangkau wilayah yang lebih terpencil.
-
Kedatangan Rainbow Warrior Merajut Asa untuk Memulihkan Alam Indonesia
Kapal Greenpeace Rainbow Warrior akan berlayar di perairan Indonesia selama 2 bulan. Ini akan menjadi perjalanan terlama yang pernah dilakukan oleh Rainbow Warrior, dibandingkan dengan pelayaran-pelayaran sebelumnya di perairan Indonesia.
-
Asian Games Jangan Sampai Kalah dengan Kabut Asap
Greenpeace Indonesia kembali mengingatkan pemerintah akan bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang bisa mengancam kegiatan Asian Games 2018, yang akan berlangsung di Palembang, pertengahan Agustus mendatang. Pasalnya, bulan Agustus berada dalam periode musim kemarau.
-
Tanggapan Revisi Permen 21 2008
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) saat ini sedang melakukan rancangan PermenLH 21/2008 yang mengatur Baku Mutu Emisi (BME) PLTU Batubara di Indonesia. Emisi dari PLTU Batubara telah terbukti mengandung berbagai macam polutan yang membahayakan kesehatan manusia, tidak hanya bagi penduduk yang bermukim di sekitar PLTU Batubara, tetapi polutan berbahaya ini akan terbawa angin sejauh…
-
Tanggapan Greenpeace Indonesia terhadap Draft Revisi PermenLH 21/2008
Lemahnya revisi baku mutu emisi PLTU Batubara pada PermenLH 21/2008
-
Koalisi internasional meminta bank-bank Singapura untuk mengakhiri pendanaan batubara
Ini adalah bencana bagi iklim dan polusi, juga bagi reputasi DBS. Agar DBS dapat hidup sesuai dengan retorikanya sebagai bank yang berkomitmen pada masa depan yang sehat di wilayah kita, maka mereka harus menghentikan pendanaan batubaranya dan beralih pada investasi di energi bersih.
-
Masyarakat Ajukan Gugatan, Tolak Pengembangan PLTU Batu Bara Celukan Bawang di Buleleng Bali.
Kami melakukan gugatan ini dengan beberapa alasan yang sangat mendasar karena SK Gubernur Bali diterbitkan tanpa adanya pelibatan masyarakat yang akan terdampak dari proyek ini.
-
Inpres Moratorium Izin Perkebunan Sawit Harus Memuat Dua Hal Ini
Tentunya izin yang bermasalah harus dicabut, dan kawasan hutan harus dilindungi. Areal kawasan pangan yang semakin berkurang menjadi ancaman nyata bagi ketahanan pangan negara ini. Tentu kita tidak menginginkan kejadian luar biasa gizi buruk seperti di Asmat terjadi di wilayah lainnya.
-
Peruntukan Pengelolaan Dana Sawit Untuk Subsidi Biofuel Tidak Tepat
Dana tersebut seharusnya fokus digunakan untuk penelitian, pengembangan dan peremajaan supaya bisa meningkatkan kualitas dan kapasitas perkebunan sawit yang sudah ada, sehingga tidak perlu ada lagi pembukaan lahan sawit di lahan gambut atau di kawasan hutan.
-
Masyarakat Ajukan Gugatan, Tolak Pengembangan PLTU Batubara Celukan Bawang di Buleleng Bali.
Kami melakukan gugatan ini dengan beberapa alasan yang sangat mendasar karena SK Gubernur Bali diterbitkan tanpa adanya pelibatan masyarakat yang akan terdampak dari proyek ini.
-
Sengatan Kerugian Proyek PLTU-PLTU Batu Bara yang Merugikan Uang Rakyat
Koalisi Break Free From Coal Indonesia meluncurkan analisis singkat potensi kerugian ekonomi negara yang akan sangat besar apabila proyek-proyek raksasa PLTU batubara di pulau Jawa dan Bali tetap dilanjutkan dan mulai beroperasi.
-
Upaya Pengaktifan Izin Tambang PT MMP, Bukti Pemerintah Kangkangi Hukum
Upaya Kemenko Perekonomian untuk mengaktifkan kembali tambang bijih besi PT Mikgro Metal Perdana (MMP) di Pulau Bangka, Sulawesi Utara, merupakan bentuk pembangkangan atas putusan pengadilan yang sudah berkekuatan hukum tetap (inkracht). Hal ini terbukti dengan diadakannya pertemuan hari ini di Kantor Kementerian Hukum dan HAM oleh Satgas Percepatan dan Efektivitas Pelaksanaan Kebijakan Ekonomi untuk membahas…
-
Memulihkan Citarum: Mulai Dari Limbah Industri
Patut diakui, selama 30 tahun, berbagai program, gerakan, pinjaman dan lain-lain belum memberikan dampak yang signifikan . Citarum tetap tercemar berat oleh limbah industri, sampah dan limbah rumah tangga.
-
Greenpeace Desak Perlindungan Tuna yang Lebih Kuat di WCPFC
Manila, 1 Desember 2017. Di tengah pertemuan tahunan Komisi Perikanan Pasifik Barat-Tengah (Western and Central Pacific Fisheries Commission-WCPFC) ke-14 di Manila, Greenpeace mendesak lembaga pengelolaan regional tersebut harus menyepakati aturan konservasi dan pengelolaan yang bisa memastikan pulihnya populasi ikan tuna yang selama ini dieksploitasi.
-
Hutan Indonesia Masih dalam Ancaman Industri Kelapa Sawit
Industri minyak sawit merupakan penyebab utama deforestasi di Indonesia. Tiga tahun setelah sejumlah pedagang minyak sawit terbesar di dunia mengadopsi kebijakan ‘nol deforestasi’, Greenpeace International memeriksa 11 pedagang untuk melihat berapa banyak kemajuan yang telah mereka lakukan.
-
Presiden Jokowi Seharusnya Menyadari Deforestasi Masih Terjadi di Bisnis Sawit
Jakarta, 16 November 2017. Greenpeace Indonesia menyayangkan pernyataan Presiden Joko Widodo dalam forum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Peringatan 40 Tahun Kerja Sama Kemitraan ASEAN-Uni Eropa di Manila, Filipina, Selasa (14/11) lalu. Sebab apa yang dilakukan oleh Uni Eropa (UE) masuk akal, yakni meminta agar produk sawit yang masuk ke wilayahnya diproduksi dengan cara yang memerhatikan…
-
Tanggapan Greenpeace Indonesia Mengenai Rencana PLN dan Kementerian ESDM Untuk Menyeragamkan Daya Listrik Rumah Tangga
Jakarta, 15 November 2017. Greenpeace Indonesia memprotes keras keinginan PT PLN (Persero) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menaikkan dan menyeragamkan daya listrik rumah tangga menjadi 5500 VA. Kenaikan daya listrik ini selain akan meningkatkan tagihan listrik bulanan masyarakat, secara tidak langsung akan memicu pemborosan listrik. Hal ini justru tidak akan mengedukasi…
-
Belum Tampak Kemajuan Nyata Indonesia Sejak Kesepakatan Paris
Jakarta, 15 November 2017. Dua tahun telah berlalu sejak Kesepakatan Paris terjadi. Pertemuan para kepala negara minggu ini di Bonn, Jerman, seharusnya sudah menunjukkan perkembangan nyata dari usaha tiap negara untuk memenuhi batas maksimum pemanasan bumi yaitu kenaikan suhu 1,5 derajat Celsius.
-
Keberlangsungan Hidup Spesies Baru Orangutan Terancam
Jakarta, 3 November 2017. Peneliti mengumumkan penemuan sebuah spesies baru orangutan di Sumatera Utara. Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis) [1] adalah sebuah tambahan spesies baru di kelompok kecil ‘great apes’ dalam kurun waktu satu abad terakhir, bergabung bersama orangutan Sumatera, orangutan Kalimantan, manusia, gorila, bonobo, dan simpanse. [1]
-
Pengadangan Tim Utusan Presiden di Pulau Bangka, Negara Jangan Takluk Menghadapi Korporasi Tambang!
Jakarta, 2 November 2017. Pasca pencabutan Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) PT Mikgro Metal Perdana (MMP) oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan, pada 23 Maret 2017 lalu, pihak perusahaan tambang tetap membangkang, tidak mematuhi Keputusan Menteri ESDM Nomor 1361K/30/MEM/2017 yang mencabut IUP OP PT MMP. Pencabutan IUP Operasi Produksi PT…
-
Mengatasi Polusi Udara dengan Pembatasan Kendaraan Bermotor Tidaklah Cukup
Jakarta 1 November 2017. Rencana pemerintah membatasi kendaraan bermotor untuk mengatasi masalah polusi udara pada masa Asian Games 2018 dinilai Greenpeace sebagai langkah yang tidak akan membuat udara Jakarta kembali sehat dalam seketika.
-
RAPP Harus Taat Aturan Agar Bencana Asap Tak Terulang Kembali
Jakarta, 24 Oktober 2017. Greenpeace Indonesia menyayangkan sikap PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang tidak menaati peraturan yang ditetapkan pemerintah untuk melindungi lahan gambut [1]. Padahal aturan tersebut ada untuk mencegah bencana ekologis tahunan. Hingga kini, menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, perusahaan masih menjalankan kegiatan operasionalnya. [2]
-
Jakarta Dikepung Emisi Batubara
Jakarta, 24 Oktober 2017. Jakarta akan menjadi ibukota negara yang dikelilingi PLTU batubara baru terbanyak di dunia dalam radius 100 km dibandingkan dengan ibukota lainnya, sebut Greenpeace dalam sebuah peluncuran laporan terbaru berjudul “Pembunuhan Senyap di Jakarta”. Keberadaan PLTU batubara di sekitar Jakarta tersebut diperkirakan dapat menyebabkan 10.600 kematian dini dan 2.800 kelahiran dengan berat…
-
23 Negara dan Negara Bagian Akan Meninggalkan Industri Batubara Dengan Kapital Senilai 432 juta USD
Hong Kong/ Jakarta, 18 Oktober 2017 – Lebih dari seperempat dari 1.675 perusahaan yang memiliki atau mengembangkan kapasitas pembangkit batubara sejak tahun 2010 telah sepenuhnya meninggalkan bisnis pembangkit listrik batubara, menurut penelitian baru dari CoalSwarm dan Greenpeace. Ini mewakili hampir 370 pembangkit listrik berbahan bakar batubara besar – cukup untuk daya sekitar enam kali negara…
-
Koalisi Break Free From Coal Desak Presiden Jokowi Menghapus PLTU Batubara dari Revisi Proyek Setrum 35.000 Megawatt
Jakarta, 9 Oktober 2017. Koalisi Break Free from Coal menyambut keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menurunkan target proyek listrik 35.000 megawatt. Kendati demikian koalisi menilai Presiden harus segera mengambil langkah-langkah untuk melakukan revisi rencana tersebut khususnya terkait pembangkit tenaga listrik yang berasal dari energi batubara (PLTU-B) dengan mempertimbangkan dampak lingkungan, kesehatan, sosial dan ekonomi.
-
Keberanian Pemerintah Menegakkan Aturan Tanggung Jawab Produsen Jadi Faktor Penentu Mengatasi Pencemaran dan Mengurangi Timbulan Sampah Plastik
Jakarta, 8 Oktober 2017. Greenpeace Indonesia bersama dengan Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI) hari ini menyampaikan hasil audit sampah plastik dari berbagai lokasi di Indonesia, diantaranya hasil bersih pantai pada pertengahan September lalu di Pulau Bokor, Kepulauan Seribu, Jakarta. Kegiatan bersih pantai tersebut merupakan bagian dari gerakan global #BreakFreeFromPlastic, dan bertujuan untuk memberikan penyadartahuan kepada…
-
Pemerintah dan Parlemen, Saatnya Perkuat Standar Polusi Udara Kita!
Jakarta, 5 Oktober 2016. Pada pertemuan perdana AirQualityAsia dengan Kaukus Ekonomi Hijau Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia di Gedung Nusantara DPR-RI, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar menyoroti berbagai ancaman polusi udara mulai dari kesehatan, meningkatnya biaya ekonomi, hujan asam, hingga kerusakan pada bangunan.
-
Polusi Udara Ancam Kesehatan Masyarakat
Jakarta, 28 September 2017. Sejumlah aktivis Greenpeace hari ini menyampaikan pesan melalui aksi di depan Kementerian Kesehatan, menyuarakan tentang bahaya polusi udara. Dengan mengenakan baju menyerupai anatomi tubuh manusia, lengkap dengan paru-paru hitam akibat terpapar PM 2.5, partikel polutan yang paling berbahaya, para aktivis juga memegang papan yang bertuliskan #JakartaUnderPollution.
-
Krisis Keuangan PLN, Pembangunan PLTU Batubara Baru di Jawa-Bali Berpotensi Menghancurkan Keuangan Negara!
Kondisi keuangan PT. PLN (Perusahaan Listrik Negara) yang terus disoroti oleh berbagai pihak belakangan ini telah meningkatkan kekhawatiran Kementerian Keuangan. Surat Menteri Keuangan bertanggal 19 September 2017, S-781/MK.08/2017 yang ditujukan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dan Menteri BUMN itu mengungkapkan kondisi finansial dan resiko gagal bayar dari hutang-hutang yang dimiliki PT. PLN ini…
-
Keterbukaan Informasi Publik Masih Sekadar Wacana
Jakarta, 27 September 2017. Janji Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mewujudkan pemerintahan yang terbuka masih belum terealisasi. Pernyataan Jokowi dalam situs opengovindonesia.org yakni ‘Kami akan membuat pemerintahan selalu hadir dengan tata kelola pemerintah yang bersih, efektif, demokratis dan terpercaya’ tidak sesuai dengan fakta yang terjadi. Produk hukum yakni Undang-undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan…
-
Tidak Ada Konsistensi Dalam Melindungi Gambut
JAKARTA, 25 September 2017. Seiring dengan berlangsungnya pertemuan tahunan Satuan Tugas Hutan dan Iklim Gubernur (GCF) di Kalimantan, Greenpeace Indonesia ingin mengingatkan pemerintah pusat dan daerah untuk memegang teguh komitmen-komitmen mengatasi deforestasi yang sudah disampaikan kepada masyarakat internasional dan mengimplementasikannya di lapangan dengan benar.
-
Pemerintah Belum Cukup Melindungi Hutan dan Gambut
JAKARTA, 12 September 2017. Usaha pemerintah harus lebih keras dalam melindungi hutan dan lahan gambut. Sejauh ini, pemerintah memang telah memperpanjang moratorium hutan dan lahan gambut melalui Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2017 tentang penundaan dan penyempurnaan tata kelola pemberian izin baru hutan alam primer dan lahan gambut. Tapi perpanjang moratorium ini diragukan efektivitasnya
-
Penanam kelapa sawit terbesar di dunia dipaksa untuk memperbaiki lebih dari 1.000 hektar hutan hujan
Jakarta, 30 Agustus 2017 – Di bawah tekanan kuat dari para pelanggan dan masyarakat sipil, perusahaan kelapa sawit Malaysia FELDA Global Ventures (FGV) telah berjanji untuk memperbaiki lebih dari 1.000 hektar hutan gambut di Kalimantan Barat, Indonesia. [1] Ini adalah pertama kalinya perusahaan kelapa sawit dipaksa memperbaiki hutan hujan dan lahan gambut, agar tetap bisa…
-
Pemerintah Tidak Serius Melindungi Orangutan!
Jakarta, 22 Agustus 2017. Jumlah orangutan di Indonesia terus menurun. Dari estimasi terbaru dalam laporan Population and Habitat Viability Assessment (PHVA) Orangutan Indonesia Tahun 2016 yang diluncurkan hari ini, dinyatakan kepadatan populasi orangutan di daratan Kalimantan (termasuk Sabah dan Sarawak) menurun dari 0,45-0,76 individu/km2 (PHVA 2004) menjadi 0,13-0,47 individu/km2.
-
Masyarakat Pesisir Labuan Menuntut Pemulihan Ekosistem Laut yang Rusak
Pandeglang-Banten, 7 Agustus 2017. Keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batubara 2 Labuan berdampak buruk terhadap lingkungan sekitar dan warga setempat. Pihak PLTU sempat berjanji akan memulihkan ekosistem laut khususnya di mulut muara, tapi hingga kini hal tersebut belum terealisasi. Alhasil, nelayan beserta warga pun mengadakan aksi di sekitar PLTU dan kantor Syahbandar Labuan pada…
-
Kualitas Udara Jabodetabek Jauh Melebihi Standar WHO Selama Semester Pertama
Jakarta, 30 Juli 2017 – Berdasarkan pemantauan kualitas udara yang dilakukan oleh Greenpeace Indonesia sejak Januari hingga Juni di 21 lokasi [1], kualitas udara di Jabodetabek terindikasi telah memasuki level tidak sehat. Temuan ini serupa dengan hasil pemantauan udara yang juga dilakukan oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta. Angka PM2.5 harian di sejumlah lokasi…
-
Greenpeace: Kebakaran dan Kabut Asap Meningkat: Ujian bagi Komitmen Presiden untuk Perlindungan Hutan dan Gambut
JAKARTA, 28 Juli 2017 – Komitmen perlindungan hutan dan gambut Presiden Joko Widodo kini tengah diuji dengan kembali maraknya kebakaran hutan dari Sabang hingga Merauke. Titik api bermunculan di lahan gambut milik konsesi perusahaan, bahkan sepertiga dari titik api pada bulan Juli ini terjadi di wilayah moratorium yang seharusnya dilindungi.
-
Greenpeace: Mendorong Bisnis daripada Perlindungan Hutan adalah Pilihan Buruk bagi Indonesia
JAKARTA, 25 JULI 2017 – Instruksi presiden (INPRES) baru atas penundaan dan penyempurnaan tata kelola pemberian izin baru di hutan primer dan gambut menunjukkan tidak adanya perbaikan terhadap upaya penegakan hukum untuk melindungi hutan dan hal ini tidak akan memperkuat komitmen iklim Indonesia.
-
Thai Union Berjanji Seafood yang Lebih Berkelanjutan, Bertanggung Jawab Secara Sosial
BANGKOK, 11 JULI 2017 – Thai Union Group PCL telah berjanji untuk menghentikan praktik penangkapan ikan tidak ramah lingkungan dan penangkapan berlebih, serta meningkatkan kesejahteraan ratusan ribu pekerja yang bekerja di sepanjang rantai pasok perusahaan.
-
Surat Greenpeace untuk Presiden Joko Widodo
Jakarta, 20 Juni 2017
-
Greenpeace Indonesia Sesalkan Langkah Mundur Trump
Jakarta, 7 Juni 2017 – Greenpeace Indonesia hari ini melakukan aksi damai di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta, memprotes mundurnya Amerika Serikat dari Perjanjian Paris seperti yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump minggu lalu.
-
19 Tahun Reformasi, Keterbukaan Informasi Belum Terwujud
JAKARTA, 28 Mei 2017 – Hampir dua dekade setelah reformasi, Pemerintah Indonesia belum bersungguh-sungguh dalam keterbukaan informasi publik. Menutup akses informasi bagi publik bukan saja mencoreng Indonesia sebagai negara demokrasi, namun juga harga yang ditanggung masyarakat jauh lebih besar.
-
Enam Tahun Moratorium, Berapa Luas Hutan Terlindungi?
Siaran Pers Bersama
-
Metodologi Global untuk Menerapkan Praktik Non-Deforestasi
Koalisi gabungan antara industri dan LSM meluncurkan sebuah toolkit untuk mengidentifikasi dan melindungi hutan hujan tropis
-
Kualitas Udara Jabodetabek Buruk!
Greenpeace Indonesia memantau kualitas udara di i 19 titik di kawasan Jakarta dan sekitarnya. Hasil pemantauan ini menandakan udara di Jabodetabek sangat tercemar.
-
Dukung Nelayan Tolak PLTU, Koalisi LSM Aksi di Lepas Pantai Batang
Sebuah alat berat yang beroperasi di perairan Roban Timur, Batang, hari ini diduduki oleh sejumlah aktivis yang tergabung dalam koalisi Break Free yaitu Greenpeace, Walhi, dan Jatam, meminta agar proyek pembangunan PLTU Batang dihentikan.
-
LSM Mengapresiasi Sidak KLHK dan Menunggu Langkah Konkrit untuk Selamatkan Lansekap Sungai Putri
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan(LHK) melakukan inspeksi mendadak atas pelanggaran yang dilakukan PT Mohairson Pawan Khatulistiwa (MPK) di Sungai Putri, Ketapang, Kalimantan Barat.
-
Dorong KPK Tuntaskan Kasus Korupsi Batubara
Bersama-sama masyarakat terdampak industri batubara, koalisi masyarakat sipil yang berasal dari Greenpeace, WALHI, JATAM, 350.org Indonesia, dan Yayasan Auriga Nusantara melakukan aksi massa untuk mendesak pemerintah agar lepas dari ketergantungan terhadap bahan bakar fosil khususnya batubara.
-
Hutan Desa Pertama di Papua Satu Dekade Berjuang Melindungi Hutan dari Tekanan Deforestasi
Masyarakat Kampung Manggroholo dan Sira, Papua Barat berhasil memperoleh izin pengelolaan Hutan Desa. Ini adalah harapan baru bagi perlindungan surga kekayaan hayati dunia yang kini penghancurannya telah terlihat akibat ekspansi perkebunan sawit dan bubur kertas.
-
Kebijakan Baru “Nol Deforestasi” HSBC Langkah Maju Keberlanjutan Pendanaan Kelapa Sawit
Bank HSBC mempublikasikan kebijakan baru “nol deforestasi, gambut dan ekploitasi” mencakup pendanaan perusahaan kelapa sawit.
-
Keputusan Ini Membawa Kegelapan pada Masa Depan Hutan dan Menutup Akses Publik
Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN) menerima banding yang diajukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) atas sengketa informasi terhadap Greenpeace Indonesia. Keputusan ini memupuskan harapan atas keterbukaan pemerintah Presiden Joko Widodo dalam mengelola hutan Indonesia.
-
Pembangkangan Sipil: Mengapa Aksi Langsung Diperlukan untuk Membuat Perubahan
Meskipun rakyat mungkin tidak memiliki uang dan kekuatan kelembagaan, mereka mungkin memiliki: (1) kebenaran moral, keadilan; (2) satu sama lain, kekuatan jumlah; (3) kreativitas; (4) kekayaan nyata dari komunitas yang berbagi; (5) kepemimpinan moral yang sejati; (6) komitmen untuk bekerja demi kebenaran moral tanpa keuntungan pribadi; dan (7) mereka memiliki kekuatan untuk menceritakan kisah mereka.
-
Perdagangan karbon tidak akan menyelamatkan planet ini, saatnya untuk solusi iklim yang nyata
Perdagangan ‘kredit kompensasi karbon’ tidak akan menghentikan emisi memasuki atmosfer yang semakin menghangatkan dunia kita – pasar karbon hanyalah kedok untuk menghentikan emisi tersebut muncul di buku catatan pencemar.
-
Sagu: Sumber Pangan Sangihe yang Terancam Tambang Emas
Sangihe, sebuah pulau kecil di perbatasan Sulawesi Utara dan Filipina, telah lama hidup damai dengan alamnya. Di sini, masyarakatnya tidak hanya bertahan hidup, tetapi berkembang bersama sagu—tanaman yang telah menjadi…
-
Hadir di Ubud Writers & Readers Festival, Greenpeace Luncurkan Seri Buku Anak tentang Krisis Iklim
Greenpeace Indonesia resmi meluncurkan seri buku cerita bergambar untuk anak-anak tentang litigasi iklim ke publik di sela-sela Ubud Writer and Reader Festival.
-
Temu Akbar Masyarakat Pesisir 2024: Menyuarakan Keadilan dan Ratifikasi ILO C-188
Di sebuah ruangan yang tak begitu luas di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, para nelayan dan masyarakat pesisir duduk bersama, menyaksikan film dokumenter Before You Eat dengan khidmat. Mereka adalah bagian…
-
Di Balik Pasir Laut yang Terkuras, Harapan Tak Akan Tenggelam
Di bawah terik matahari, sekelompok nelayan dengan caping di kepala berdiri di depan kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Kamis (10/10/2024). Di genggaman tangan mereka, pasir laut diangkat tinggi…
-
COP16: Menanti Komitmen Nyata untuk Masyarakat Adat dan Keanekaragaman Hayati
Sebagai salah satu negara yang menjadi rumah bagi lebih dari 2.000 komunitas masyarakat adat dan berbagai spesies endemik terbanyak, pemerintah perlu mendukung akses langsung bagi masyarakat adat dan lokal terhadap pendanaan perlindungan keanekaragaman hayati.
-
COP16 Keanekaragaman Hayati PBB adalah momen penentu bagi perlindungan alam
Dekade menjelang tahun 2030 ini merupakan dekade yang sangat penting bagi kehidupan di Bumi: apakah kita akan membantu Bumi menyembuhkan dirinya sendiri dan menopang kita semua? Atau apakah kita akan…
-
Klaim Penurunan Karhutla, Prestasi atau Ilusi?
Walau pemerintah mengklaim adanya keberhasilan dalam menekan angka karhutla, berbagai laporan menunjukkan bahwa masalah ini masih jauh dari selesai, dan kebakaran terus menerus memberikan dampak serius pada ekosistem serta kehidupan masyarakat.
-
Membangun Kembali yang Dilalap Api
Cerita dari Pralensa, warga Desa Lebung Itam, OKI, Sumatera Selatan, yang menjadi korban kabut asap serta kebakaran hutan dan lahan gambut.
-
Jakarta: Dari Kota Impian Menjadi Kota yang Sulit Ditinggali
Dahulu dihormati sebagai pusat kemegahan, Jakarta kini menjadi saksi bisu dari penderitaan yang merayap perlahan namun pasti. Permukaan air laut yang naik, polusi menyengat, dan kekurangan ruang terbuka hijau telah menjadikan Jakarta sebagai kota yang bukan lagi tempat ideal untuk ditinggali. Inilah realitas ketidaknyamanan dan tantangan yang harus dihadapi oleh setiap warga Jakarta, menghadapi realitas…
-
Tanda Bahaya! Keberadaan Mikroplastik dan Plastik di Tubuh Kita
Sampah plastik tidak hanya ditemukan di lautan dan hutan kita saja, tapi kini tubuh kita sekarang juga terkontaminasi dengan plastik. Plastik benar-benar ada di dalam diri kita.
-
Rusak Alam Hilang Peradaban
Foto cerita tentang warisan budaya Desa Bangsal di Sumatera Selatan yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan gambut.
-
Mendongengi Pemilik Masa Depan: Seri Buku Litigasi Iklim untuk Anak
“Manusia itu kecil, dan karena itulah kecil itu cantik. Raksasa-isme berarti kehancuran.”
-
Tiga Anak Muda Papua Bercerita tentang Grime Nawa
Tiga anak muda adat Papua bercerita tentang kedekatan mereka dengan hutan di Lembah Grime Nawa.
-
Mengenal Gugatan SLAPP Energy Transfer, dan Mengapa Itu Berbahaya
Dalam beberapa tahun terakhir, Gugatan Strategis Terhadap Partisipasi Publik (SLAPP) telah digunakan oleh perusahaan-perusahaan dengan tujuan menekan kebebasan berpendapat dan membatasi kebebasan masyarakat.
-
Polusi Udara, Ancaman Genting Tak Kasat Mata
Berdasarkan laporan dari World Air Quality Report (2023), Indonesia menempati peringkat pertama yang memiliki kualitas udara terburuk di Asia Tenggara pada tahun 2023. Hal ini menunjukkan bahwa masalah polusi udara merupakan tantangan serius yang perlu segera ditangani di Indonesia. Salah satu yang menjadi sumber polutan udara di Indonesia adalah PLTU batu bara.
-
Menyelami Krisis Iklim dan Sosial melalui Seni: Transformasi, Prediksi, dan Tindakan
Krisis iklim telah menjadi isu mendesak yang mengancam keberlanjutan hidup Bumi kita. Di Indonesia, negara yang kaya akan keanekaragaman hayati dan sumber daya alam, dampak krisis iklim semakin terasa nyata.…
-
Koalisi Masyarakat Sipil SETARA Luncurkan Laporan “Kebohongan Hijau” berisi Temuan Pelanggaran Sosial dan Ekologis pada Kawasan Industri Hijau Indonesia di Kalimantan Utara
Bulungan, Kaltara, 15 Juli 2024– Koalisi Masyarakat Sipil SETARA (Selamatkan Kalimantan Utara) yang terdiri dari NUGAL Institute, Perkumpulan Lingkar Hutan Lestari (PLHL), Greenpeace Indonesia, Celios, EN, dan JATAM Kaltim bersama…
-
Dicari: Research & Investigation Data Management Specialist
Jabatan ini akan fokus pada pengelolaan database termasuk tetapi tidak terbatas pada Kerja paksa, Perdagangan manusia dan penangkapan ikan IUU bersama dengan mitra kampanye dan koalisi dan mengembangkan metode baru untuk pengumpulan dan penyimpanan data yang lebih efektif.
-
Teruntuk Korporasi, Bumi Bukan Tempat Sampah Plastik Sekali Pakai
Sejumlah aktivis Greenpeace telah mendesak Unilever untuk mengurangi sampah plastik dengan aksi mengembalikan sampah plastik ke produsen, dan ditempelkan pada logo U raksasa di depan Graha Unilever.
-
All Eyes On Papua Menggema
Tidak ada yang menyangkan tagar #AllEyesOnPapua akan bergema sedemikian masifnya.
-
Berani Tanggung Jawab itu Baik: Kembalikan Sampahmu ke Produsen
FAQ Return to Sender
-
Menyelamatkan Keanekaragaman Hayati Laut: Krisis Tak Terlihat di Laut Lepas
Meskipun keanekaragaman hayati laut lepas ini tidak terlihat oleh banyak orang, wilayah ini tidak bebas dari bahaya—justru menjadi kawasan yang paling tidak dilindungi.
-
17 Tahun Menyaksikan Perjuangan Orang Knasaimos Menjaga Hutan Adat Papua
Cerita juru kampanye hutan Greenpeace Indonesia tentang pengalamannya menyaksikan perjuangan masyarakat Knasaimos menjaga hutan adat.
-
Semarang yang Malang
Kisah Fina menjadi relawan Greenpeace.
-
Dari Gamer jadi Relawan Greenpeace di Jayapura
Kisah Joonathan menjadi relawan Greenpeace.
-
Berpetualang bersama Greenpeace
Kisah Cece menjadi relawan Greenpeace.
-
Keuangan Islam Terpadu untuk Aksi Iklim
Krisis iklim adalah ancaman besar yang sudah terjadi, mendorong kita kepada bencana kelaparan dan kemanusiaan. Kita harus secara aktif berhenti bergantung pada sumber energi yang mencemari sambil secara bersamaan mempercepat transisi menuju sumber daya terbarukan.
-
Agar menjadi perjanjian untuk semua, Global Plastic Treaty harus mengurangi produksi plastik
Apakah kamu pernah melihat pemungutan suara yang didukung oleh 80% suara? Kejadian seperti ini langka, meskipun bukan tidak mungkin. Hasil yang luar biasa ini menunjukan dukungan yang besar terhadap tindakan…
-
(Re-advertise) Job Vacancy: Middle Donor Outreach
Middle Donor Outreach is tasked with fully supporting Greenpeace Indonesia’s Fundraising team with a focus on developing the mid-value supporters channel in Indonesia, as well as maintaining relationships with supporters who support the organization’s independent environmental programs.
-
Menghadapi Dilema Jakarta dan Tantangan Transformasi Transportasinya
Tantangan transportasi Jakarta sampai saat ini masih menjadi sebuah kesulitan yang belum terurai. Kemacetan masih terjadi dimana-mana, membuat Jakarta menjadi salah satu kota termacet di dunia.
-
Mungkinkah Memperjuangkan Keadilan Iklim Lewat Kotak Suara?
Kebijakan untuk keadilan iklim memang mungkin datang dari kemauan politik para politikus. Namun, kita tak sebaiknya terlalu berharap pada mereka.
-
Tiga Isu Debat Ketiga Capres yang Perlu Dikritisi: Perjanjian Internasional, ASEAN, TPPO
Kandidat yang akhirnya menjadi presiden harus berani berkomitmen untuk memperkuat pertahanan, termasuk menjaga kedaulatan sumber daya alam di laut Indonesia.
-
Saatnya Sistem Keuangan Berhenti Mendanai Perusakan Lingkungan yang Memperburuk Krisis Iklim
Kita berpacu dengan waktu untuk menghentikan dan memulihkan kerusakan Bumi. Sistem keuangan adalah salah satu sektor yang krusial mesti berubah.
-
Berani Berubah: Menjadi Warga Urban Berkelanjutan dengan Transportasi Umum
Dengan hadirnya opsi transportasi umum seperti Transjakarta, KRL, LRT, dan MRT, diharapkan masyarakat dapat beralih dari penggunaan kendaraan pribadi. Tersedianya opsi ini memiliki beberapa keuntungan, dan berikut adalah alasan mengapa kita harus lebih sering menggunakan transportasi umum!
-
Petualangan Rasa: 5 Rekomendasi Tempat Kuliner Terbaik di Jakarta yang Ramah Diakses dengan Transportasi Umum!
Jakarta telah berkembang pesat, dan salah satu hal yang luar biasa dari perkembangan ini adalah sistem transportasi umum yang semakin baik. Nah, bagaimana jika kita menggabungkan petualangan kuliner yang menarik dengan penggunaan transportasi umum yang nyaman?
-
Pisang Kepok Penopang Beras dan Sumber Pendapatan Petani Flores yang Terancam Punah
“Sekarang pisang tinggal kenangan,” katanya lirih.
-
Bunga Tanda Duka hingga Ditangkap Polisi: Serba-serbi Dukungan Anak Muda Papua untuk Suku Awyu
Di berbagai tempat di Tanah Papua, dukungan tak henti mengalir untuk perjuangan suku Awyu. Anak muda Papua menggelar aksi di Jayapura hingga Manokwari–bahkan berhadapan dengan tindakan represif aparat.
-
Menghitung Sisa Umur Tambak Bandeng di Mengare
Kiprah Mengare yang dikenal sebagai penghasil bandeng jumbo terancam musnah. Para petani bandeng bertarung dengan krisis iklim dan polusi pabrik demi bertahan.
-
Susut Garam Dipeluk Ombak Kusamba
Seorang pria duduk sambil menggaruk-garuk kepala. Di balik tanggul pengaman abrasi ia menatap kerikil yang telah tercampur di palung garamnya. Alih-alih terisi oleh bersendok-sendok kristal garam siap panen, palung garam…
-
Ketika Cengkih dan Pala Lilibooi Tak Lagi Berbuah
Meski usianya sudah sepuh, tetapi Moses Tulaseket (70) masih cekatan turun dari salah satu pohon cengkih miliknya. Beberapa kali dia berhenti demi menyeka keringat yang membasahi dahi. Siang itu, Rabu…
-
Petani Sayur Malino Didera Krisis Iklim
Setelah dihantam guyuran hujan pada awal tahun. Kini petani menghadapi kemarau yang entah kapan akan berakhir.
-
Tumandang Gesang di Tanah Kerontang
Wintaos berdiri di perbukitan kars Gunungsewu yang membujur di sepanjang sisi selatan Jawa. Tanah Gunungsewu yang kapur tidak memberi kesempatan air menggenang terlalu lama di permukaan tanah.
-
Nestapa Perempuan Petani Kopi Banjarnegara Akibat Perubahan Cuaca
Mereka lelah karena sudah cukup lama menunggu masa panen kopi yang normalnya mulai antara Juni atau Juli lalu. Pada kenyataannya panen baru dapat dimulai September lalu atau mundur hingga 3-4 bulan.
-
Kasasi Ditolak Mahkamah Agung, Koalisi IBUKOTA Desak Pemerintah Segera Laksanakan Putusan Pengadilan
Putusan Mahkamah Agung ini menguatkan putusan pengadilan di tingkat I dan tingkat II.
-
Anak Muda Adat dan Masa Depan Hutan Papua
Menjadi anak adat adalah keistimewaan. Anak adat adalah penghubung lintas zaman dan generasi.
-
Pertarungan Menjaga Hijaunya Hutan Lewat Meja Hijau
Sebuah refleksi dari persidangan litigasi iklim.
-
Refleksi 9 Tahun Pemerintahan Jokowi: Sudahkah berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia?
Pertumbuhan Ekonomi di atas 7% menjadi janji politik Joko Widodo saat menjadi Presiden RI pada periode pemilu 2014. Namun nyatanya hingga saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia stagnan di kisaran 5%.…
-
Apakah Kehidupan Kota Benar-Benar Membuat Alam ‘Hilang’?
Tanggal 2 Oktober diperingati sebagai Hari Habitat Dunia oleh PBB sekaligus menandai awal Urban October.
-
Blak-blakan Fatia Soal Hutan Papua
Pelaporan yang dilakukan Luhut Binsar Panjaitan terhadap aktivis mencoba mengaburkan tentang permasalahan sebenarnya yaitu isu Papua yang coba disuarakan Fatia dan Haris.
-
Udara Jakarta Beracun: Dampak “Ngeyel” si Pemangku Kebijakan
Polusi udara di Jakarta kembali menjadi topik hangat, tidak hanya di Indonesia tapi juga dunia.
-
Belajar Menjaga Bumi dari Petualangan Ajaib dalam Film Anime
Di balik gemerlapnya dunia anime, tersembunyi pesan-pesan mendalam yang mampu menyentuh hati dan membangunkan kesadaran akan pentingnya kepedulian lingkungan. Studio Ghibli, maestro di dunia animasi, telah menciptakan karya-karya luar biasa yang menyemai semangat, cinta dan kepedulian terhadap bumi.
-
Catatan Diplomasi: Mendesak Dua Kementerian Benahi Pelindungan Awak Kapal Ikan
Bersama koalisi masyarakat sipil yang tergabung dengan nama Tim 9, pertengahan Agustus 2023 lalu Greenpeace Indonesia mendatangi dua kementerian yang punya mandat dalam urusan tata kelola kelautan dan perikanan, serta pelindungan pekerja perikanan baik lokal dan migran Indonesia.
-
Saat Krisis Iklim Makin Genting, Pengakuan Masyarakat Adat Tambah Penting
Masyarakat adat adalah ujung tombak penjaga hutan dan keanekaragaman hayati–benteng pertahanan kita menghadapi krisis iklim.
-
Bahaya Polusi Udara Semakin Nyata, Kapan Pemerintah Serius Mengatasinya?
Di balik gemerlapnya kehidupan urban, Jakarta menghadapi ancaman yang semakin meningkat yang meracuni langit-langitnya: polusi udara. Setiap hari, warga Jakarta tak terhindarkan menghirup udara yang tercemar, yang dapat mengancam kesehatan mereka.
-
Tertipu dan Terjegal Sistem: Hikayat Syamsul dan ‘Neraka’ di Laut Argentina
Tiap tanggal 30 Juli, dunia memperingati Hari Menentang Perdagangan Orang Sedunia. Hari yang tepat untuk kembali berterima kasih pada orang-orang yang bekerja di sepanjang rantai pangan, salah satunya industri makanan laut, yang beberapa di antaranya menjadi korban perdagangan orang.
-
Tak Ada yang Abadi, Kecuali Sampah Plastik Sekali Pakai
Kita berdaya untuk merubah, kita berdaya untuk melindungi bumi ini. Mari bersatu dan bersama-sama menuju bumi tanpa lautan plastik.
-
Barbie vs Oppenheimer: dua alam semesta yang berlawanan secara diametris yang mengingatkan kita pada dua ancaman eksistensial
Barbieheinmer, bagi komunitas Greenpeace, kedua film ini menggemakan kampanye masa lalu dan sekarang melawan ancaman yang sangat nyata: penggundulan hutan, polusi plastik, dan pemusnahan nuklir.
-
Konvensi ILO 188, Pemutus Lingkar Setan Perbudakan Modern
Dipaksa kerja 20 jam sehari, disiksa, tidak digaji, hingga mati lalu dilarung di laut. Kira-kira begitulah banyak nasib para anak buah kapal (selanjutnya disebut ABK) Indonesia di kapal-kapal ikan asing.…
-
Kebijakan Ekspor Pasir: Keuntungan Singkat, Kerusakan Lingkungan Abadi
Pasir laut memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Pasir tersebut adalah habitat bagi berbagai spesies hewan dan tanaman, serta menjadi penyangga alami yang melindungi garis pantai dari abrasi. Dengan ekspor pasir laut yang tak terkendali, kita berisiko kehilangan ekosistem yang sangat berharga dan memicu kerusakan ekologis yang tak dapat diperbaiki.
-
Belajar Keberlanjutan dan Konservasi Lingkungan dari Masyarakat Adat
Dalam hiruk-pikuk peradaban modern, kita sering kali melupakan hubungan keseimbangan antara manusia dan alam. Namun, masyarakat adat mengingatkan kita akan pentingnya harmoni ini.
-
Menuju Pertanian Berkelanjutan di Tengah Gempuran Krisis Iklim
Penggunaan pestisida dan pupuk kimia yang berlebih turut menjadi salah satu faktor penyebab penurunan kualitas lingkungan. Sehingga, sektor pertanian diharuskan melakukan tindakan adaptasi dan mitigasi terhadap kondisi krisis iklim dalam mempertahankan produktivitas pertanian.
-
Industri Perikanan dan Konservasi Berjalan Beriringan, Bisakah?
Lain dulu, lain sekarang. Jika dulu dunia mengenal bangsa-bangsa di nusantara sebagai pelaut yang ulung, sekarang tidak lagi demikian. Di laut industri perikanan kita mengalami segudang masalah.
-
Dari Plastik Sampai Ekspor Pasir, Bom Waktu di Laut Kita
Ada bom waktu di laut! Manusia dengan begitu serakah mengeruk isi lautan demi cuan. Kerusakan demi kerusakan terjadi di laut dan suatu saat akan meledak membawa malapetaka bagi seluruh makhluk…
-
Koalisi Cerdas Bermobilitas Luncurkan Peta Bersepeda di Hari Sepeda Sedunia
Jakarta, 3 Juni 2023. Memperingati Hari Sepeda Sedunia, Greenpeace Indonesia bersama dengan B2W Indonesia, ITDP Indonesia, Parkir Sepeda Jakarta, Koalisi Pejalan Kaki, Peta Bersepeda, bersama dengan komunitas sepeda lainya, melakukan…
-
Merayakan Hari Keanekaragaman Hayati, Jangan Lengah untuk Terus Eksplorasi!
Dikenal sebagai “laboratorium alam dunia”, Indonesia adalah rumah bagi flora yang mengagumkan dan langka. Mari kita melangkah lebih dekat dan mengungkap pesona flora yang memikat di tanah ini.
-
Gerakan Lingkungan dan Buruh Mesti Bersatu, sebab Perjuangan Iklim adalah Perjuangan Kelas
Di Indonesia dan pelbagai belahan dunia, kelas pekerja terlibat dalam perjuangan lingkungan hidup dan keadilan iklim.
-
Pendakian yang Dingin dan Sepi untuk Pelindungan Pekerja Migran
Kementerian Luar Negeri selangkah lebih maju mengupayakan proses ratifikasi Konvensi ILO 188. Babak baru pelindungan awak kapal perikanan migran.
-
Lebaran di Desa yang Tenggelam
Merayakan Idulfitri di desa yang terdampak krisis iklim.
-
Siniar Seru Untuk Menemani Lebaranmu
Ramadan selalu menjadi waktu yang tepat untuk melakukan introspeksi dan perbaikan diri. Kebaikan dan perbaikan yang sudah kita jalani selama Ramadan sepatutnya tetap dilanjutkan agar keberkahan Ramadan tidak berhenti begitu saja.
-
7 Rekomendasi Buku Isu Lingkungan untuk Menemani “Ngabuburead”
Belajar dan mendalami isu lingkungan gak melulu harus dimulai dengan bacaan yang berat, kok! Berikut daftar tujuh buku tentang isu lingkungan rekomendasi kami.
-
Mengapa Kita Justru Semakin Boros Ketika Ramadan?
Puasa harusnya mengajarkan kita untuk menahan diri, bukan hanya dari lapar dan haus, namun juga hawa nafsu. Nafsu untuk berlebih-lebihan dalam hal konsumsi tekstil, listrik, air dan transportasi.
-
Bulan Ramadhan: Bersihkan Hati, Pikiran, dan Lingkungan
Lima tips untuk tetap memaksimalkan bulan Ramadhan sambil melakukan refleksi terhadap lingkungan!
-
Bahaya Food Waste Bagi Umat Muslim di Indonesia
Bagaimana sebenarnya Islam memandang food waste? Saksikan pemaparan Ust Azhari Nasution dalam Kajian Ummah4Earth
-
Transportasi Berkeadilan, Juru(s) Selamat Mobilitas Masyarakat Kita
Transportasi umum adalah kebutuhan dasar masyarakat dan diwujudkan oleh pemerintah dari hasil memungut pajak masyarakatnya. Pemerintah pun sadar akan hal ini dan dalam beberapa waktu belakangan mulai melirik isu transportasi publik. Namun sayangnya, banyak proyek pemerintah dalam hal transportasi publik yang dirasa masih tidak tepat sasaran.
-
Gerakan Perempuan Melintasi Sejarah Penindasan
Gerakan masyarakat sipil harus terus memperkuat kesadaran dan partisipasi politik perempuan.
-
Saat Dunia Kelaparan, Siapa Panen Keuntungan?
Dua puluh perusahaan agribisnis meraup keuntungan besar selama krisis dua tahun terakhir. Laba mereka bisa membiayai kebutuhan dasar 230 juta orang paling rentan di dunia.
-
Aktivis Lingkungan Ngomongin Politik, Ngapain Sih?
Politik mungkin gaduh, mungkin juga menyebalkan, tapi ia mempengaruhi banyak aspek dalam hidup kita. Itu sebabnya, beradu “taring” dalam ruang politik menjadi penting.
-
Wakaf Hijau: Berderma dengan Prinsip Berkelanjutan
Wakaf Hijau (Green Waqf) adalah sebuah konsep yang beberapa tahun terakhir semakin populer. Apa sih Wakaf Hijau?
-
Ruang Terbuka Hijau: Wisata Alternatif Pelepas Penat di Jakarta!
Di tengah padatnya aktivitas di Jakarta, ada banyak opsi yang dapat kita lakukan untuk menghilangkan penat di akhir pekan. Jikalau opsi untuk berlibur ke luar kota tidak memungkinkan untuk dilakukan, kamu bisa coba untuk sejenak berlibur di ruang terbuka hijau (RTH) yang tersebar di Jakarta.
-
Dicari: Face-to-Face Fundraiser
Direct Dialogue Campaigner memegang peran penting dalam pekerjaan lingkungan Greenpeace. Selain menjadi kekuatan pendorong yang penting dalam meningkatkan donasi publik, Street Fundraiser juga memainkan peran dalam menghubungkan aspirasi masyarakat terhadap masalah…
-
6 Rekomendasi Film Dokumenter terkait Lingkungan Sepanjang Tahun 2022 yang Wajib Ditonton
Ini dia beberapa film dokumenter yang bisa kamu tonton untuk menambah dan membangun wawasan mengenai lingkungan dan apa saja yang bisa kita lakukan untuk menjaga keberlanjutan lingkungan.
-
Obrolan Lingkungan Pilihan Akhir Tahun
Untuk bisa melawan krisis iklim, kita butuh semua orang untuk mengambil peran. Kamu, adalah salah satu kunci untuk bisa melawan krisis iklim, karena hal-hal yang kamu lakukan baik kecil atau besar ikut menentukan masa depan. Berikut kami pilihkan tiga podcast #NgobrolLingkungan yang bisa menjadi inspirasi untuk memulai aksimu melindungi lingkungan dan masa depan.
-
Tidak ada tingkat polusi yang aman: Aksi Greenpeace melawan udara kotor pada tahun 2022
Seiring dengan gerakan global yang berkembang, Greenpeace mencari penerapan solusi untuk mengatasi polusi udara dan untuk mengurangi risikonya terhadap kesehatan masyarakat, lingkungan dan ekonomi. Tidak peduli siapapun kamu atau di mana kamu tinggal, udara bersih merupakan hak semua orang.
-
Mengenal Empat Wakil Masyarakat Adat di COP15, Siapa Saja Mereka?
Pada 3-17 Desember 2022, sejumlah perwakilan masyarakat adat dari berbagai penjuru dunia datang ke Konferensi Keanekaragaman Hayati atau CBD COP15 yang digelar di Montreal, Kanada. Mereka berbagi kisah serta harapan agar para pemimpin dunia berkomitmen menyelamatkan hutan yang tersisa.
-
Pesan perempuan suku Namblong kepada Sekretaris Eksekutif COP15
Ini adalah pesan yang disampaikan oleh Orpha Novita Yoshua seorang perempuan muda suku Namblong dari Lembah Grime Nawa di Papua Barat, Indonesia, yang menghadiri COP Keanekaragaman Hayati ke-15 di Montreal, Kanada.
-
Kita Semua Memiliki Hak atas Lingkungan Hidup
Setiap tanggal 10 Desember, seluruh dunia memperingati hari Hak Asasi Manusia (HAM). Kabar baik datang dari Majelis Umum Perserikatan Bangsa – Bangsa (PBB). Setelah sebelumnya pada November 2021 lalu, Komisi HAM telah menyetujui resolusi hak atas lingkungan hidup yang bersih, sehat dan berkelanjutan.
-
Mengapa para Pemimpin Dunia Harus Mengambil Langkah untuk Melindungi Keanekaragaman Hayati di CBD COP15
Konvensi Keanekaragaman Hayati (CBD) COP15, yang sedang diadakan di Montreal pada bulan Desember ini adalah upaya terbaik kita untuk melindungi keanekaragaman hayati secara global dan menghentikan krisis hilangnya keanekaragaman hayati dan kepunahan massal yang mengancam semua kehidupan di bumi.
-
Coklat untuk Ibu dan Perizinan Satu Pintu
Selama 1,5 tahun terakhir saya banyak berjumpa AKP migran untuk pekerjaan saya di kampanye laut Greenpeace, tapi baru kali ini saya bertemu dengan awak kapal seperti Widayanto, pemuda 28 tahun asal Tegal, Jawa Tengah.
-
Demokrasi Indonesia Melemah, Krisis Iklim Makin Parah
KTT G20 seakan menjadi forum rahasia milik elit sangat tertutup, rakyat biasa tak boleh bicara. Padahal keputusan yang akan diambil dalam forum G20 akan mempengaruhi masyarakat kecil yang selama ini terus menjadi korban dan menanggung segala bentuk dari dampak buruknya.
-
Apa yang perlu kamu ketahui tentang COP 27
COP27 atau Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-27, akan berlangsung di Sharm el-Sheikh, Mesir yang dimulai pada 6 hingga 18 November 2022. Pemerintah dunia di COP27 harus berhenti mencoba menyelesaikan krisis menggunakan sistem lama yang usang dan rusak yang terus didominasi oleh solusi palsu dan janji kosong.
-
Tim Advokasi ABK Indonesia Layangkan Uji Materiil Permenhub ke Mahkamah Agung
Tim Advokasi Anak Buah Kapal (ABK) Indonesia melayangkan gugatan uji materiil terhadap Peraturan Menteri Perhubungan No. 59 Tahun 2021, khususnya Pasal 93 ayat 1 huruf b, ke Mahkamah Agung pada Kamis, 13 Oktober 2022.
-
Bertahan dari Krisis Iklim, Bertahan dengan Banjir dan Macet Jakarta
Terjebak berjam-jam di tengah kemacetan, sulit mendapatkan transportasi online, sehingga membutuhkan waktu jauh lebih lama untuk pulang menuju rumah, adalah derita yang dirasakan warga Ibukota Jakarta beberapa hari belakangan ini akibat banjir dan hujan ekstrem.
-
Aksi Nyata: Bagaimana Kolektif Masyarakat Melawan Karhutla
Fenomena kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seperti sudah menjadi rutinitas tahunan. Setiap musim kemarau, diperparah dengan kondisi krisis iklim yang menyebabkan perubahan cuaca ekstrem seperti gelombang panas dan kekeringan, masifnya kebakaran hutan menjadi ancaman serius.
-
Krisis Pangan dan Tantangan Masa Depan
Di Indonesia, berbagai peristiwa gagal panen akibat cuaca ekstrim semakin sering ditemukan. Sementara, lonjakan harga pangan, tidak pernah benar-benar mendatangkan kesejahteraan bagi petani.
-
Katakan ‘tidak’ pada polusi”: Kampanye inspiratif Greenpeace dalam memperjuangkan udara bersih
Dampak polusi udara dapat dirasakan semua orang di seluruh dunia, dan menurut Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organisation/WHO), polusi udara adalah salah satu penyebab utama kematian dini.
-
Mencegah Api dan Kriminalisasi
Bagi kami yang hidup di tengah api, bencana kebakaran hutan dan lahan ini persoalan hidup dan mati. Karena itu, meski rakyat kecil seperti kami rawan dikriminalisasi, kami tak pernah mundur untuk bahu-membahu mencegah api datang kembali.
-
Menjadi Relawan Itu Panggilan Kemanusiaan
Kebakaran hutan dan lahan adalah masalah yang sangat membuat khawatir. Sebagai seorang relawan tugas kami adalah mencegah memadamkan dan mencegah kebakaran, tapi itu hanya kerja jangka pendek. Saya sangat ingin pemerintah benar-benar serius bekerja melindungi hutan, agar bencana asap tak menjadi event tahunan.
-
Apakah Produk Tuna Kaleng Benar-Benar Bisa Dipercaya?
Beberapa tahun terakhir, semakin banyak laporan mengungkap bagaimana para pekerja di kapal penangkap ikan jarak jauh diperlakukan.
-
Pengakuan Hak Masyarakat Adat Tak Semulus Pemekaran Wilayah
Indonesia telah merdeka 77 tahun namun masyarakat adat khususnya di Tanah Papua masih harus terus berjuang menyuarakan eksistensi dan hak-haknya atas tanah, hutan, serta perairan dalam wilayah adatnya.
-
Yang Hilang dari Pidato Kenegaraan Presiden Jokowi
Presiden menyampaikan pidato kenegaraan di hadapan sidang tahunan MPR-RI. Tentu saja isinya didominasi klaim keberhasilan. Selain itu, Presiden juga menyampaikan kekuatan besar Indonesia dalam hal bonus demografi dan kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Hanya saja ada banyak hal penting lain yang luput disebut.
-
Menjelajah Pulau Tunda, Serpihan Mutiara di Utara Pulau Jawa
“Pulau Tunda adalah serpihan mutiara.” Nama Pulau Tunda boleh jadi tidak sepopuler pulau-pulau kecil lain di perairan utara Jakarta, namun di sana kita dapat menyaksikan bagaimana manusia dan ekosistem laut saling menghidupi.
-
RKUHP dari Rumah ke Rumah
Memaksakan RKUHP disahkan di rumah rakyat hari ini adalah bukti bahwa negara ini belum mengambil pelajaran dari perpisahan sebelumnya. Jika ujungnya masih menghancurkan gerakan iklim, masihkah layak dicatat dalam sejarah? RKUHP masih perlu berkunjung ke banyak rumah lain yakni rumah rakyat yang merindukan keadilan iklim
-
Ilmuwan: Solusi untuk menjaga iklim yang aman di Bumi berada di semua sektor!
Wawancara dengan Reyes Tirado, seorang ilmuwan senior pakar pertanian dan perubahan iklim di Laboratorium Riset Greenpeace Universitas Exeter tentang laporan baru oleh Kelompok Kerja III dari Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) tentang pangan dan hutan sebagai solusi iklim. Wawancara ini dilakukan oleh Christine Gebeneter, ia merupakan ahli strategi komunikasi senior dengan Greenpeace CEE.
-
Sampah plastik: Reduce dan Reuse dahulu sebelum Recycle
Indonesia adalah salah satu negara penghasil sampah terbanyak di dunia dengan menduduki urutan kedua kontributor sampah terbanyak di dunia setelah China.
-
Kemasan Unilever, Indofood dan Mayora Terbukti Mencemari 11 Titik Pantai di Indonesia
Gerakan Pawai Bebas Plastik akan melakukan pawai kembali secara offline pada tanggal 24 Juli 2022 dengan membawa pesan mendorong tanggung jawab produsen FMCG atas sampah saset yang mencemari lingkungan di Indonesia dan bersikap terbuka atas rencana pengurangan sampahnya kepada publik.
-
Tak ada yang lebih aneh dari hujan bulan Juli
Tidak seperti Hujan Bulan Juni (karya Sapardi Djoko Damono) yang membawa kenangan indah akan cinta, hujan bulan Juli akibat perubahan iklim hanya membawa duka akibat bencana.
-
Perjalanan Panjang Masyarakat Sangihe Melawan Tambang
Masyarakat Sangihe menolak dengan tegas adanya kegiatan pertambangan. Mereka membentuk koalisi Save Sangihe Island dan konsisten menggelar aksi damai, serta menggugat izin kontrak karya PT TMS lewat Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta (PTUN).
-
Membuka Tabir Korporasi
Setelah empat tahun aturan pengungkapan pemilik manfaat korporasi, akhirnya pada 1 Juli 2022, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Kemenkumham) membuka informasi pemilik manfaat korporasi ke publik di laman resmi Dirjen Administrasi Hukum Umum.
-
Pentingnya Hiu Bagi Ekosistem Laut
Shark Awareness Day : 5 alasan kenapa kamu perlu menjaga habitat ikan hiu agar tetap lestari.
-
Renungan Haji: Ibadah Haji Hijau untuk Bumi Hijau
Karena Bumi adalah rumah kita, kita mempunyai tanggung jawab untuk melindunginya, sebab semua ciptaan Allah sama seperti manusia, mereka tunduk dan bertasbih kepada Sang Pencipta.
-
Haji 2022: Rasa Syukur sebagai Awal Hidup Ramah Lingkungan
Alhamdulillah tahun ini kita dapat kembali melaksanakan ibadah Haji!
-
Hari Laut Sedunia adalah Tentang Manusia
Saat kamu mendengar kata “konservasi laut”, bayangan apa yang muncul di benak kamu? Apakah paus biru raksasa? Penguin lucu di Antartika? Atau mungkin beberapa ikan yang berenang di terumbu karang?
-
Tips Menghemat Uang Sambil Menjaga Bumi
Bagaimana bisa kita berhemat sekaligus mengurangi plastik? Apakah itu benar-benar akan menghemat uang kita? Simak 5 cara mudah yang dapat kamu lakukan untuk menghemat biaya dan sekaligus membantu menyelamatkan lingkungan.
-
Bumi Berhak Diperlakukan dengan Lebih Baik!
Kita adalah agen perubahan, kita adalah bagian dari Bumi ini dan kita sebagai manusia dapat bersatu dalam solidaritas dengan yang lainnya untuk merayakan lingkungan, tidak hanya hari ini tapi setiap harinya!
-
Memberi Makan Industri Ternak Eropa Sambil Merusak Alam: Alasan Greenpeace Menghadang Kapal Pembawa Kedelai Brasil ke Belanda
Relawan Greenpeace dari enam belas negara dan pemimpin adat dari Brasil ikut serta dalam protes damai yang dilakukan oleh Greenpeace Belanda di gerbang laut di IJmuiden, Amsterdam. Aktivis dari seluruh Eropa menghadang kapal besar yang tiba dengan 60 juta kilo kedelai dari Brasil.
-
Jalur Sepeda Proper Cuma di Jakarta?
Dua tahun terakhir sepeda menjadi primadona baru bagi masyarakat ibu kota. Entah itu untuki kebutuhan wisata, olahraga atau memang sebagai alternatif transportasi. Hal ini bisa jadi hanya menjadi trend semata…
-
Ambil bagianmu untuk membuat Bumi yang lebih baik
Bulan puasa identik dengan bulan penuh kebaikan. Di bulan ini juga kami ingin mengajak kamu berbuat lebih banyak demi kebaikan lingkungan.
-
6 Hal yang Perlu Diketahui dari Laporan Ilmiah untuk Solusi Iklim IPCC
Para ilmuwan iklim terkemuka dunia baru saja meluncurkan rencana penyelamatan kemanusiaan yang ditujukan langsung untuk pemerintah kita.
-
Ketika Energi Ekstraktif ‘Mendanai’ Sebuah Perang
“Perubahan iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia dan perang di Ukraina memiliki akar yang sama: bahan bakar fosil dan ketergantungan kita pada mereka,” kata ilmuwan iklim Ukraina, Svitlana Krakovska, ketika…
-
Islam dan Lingkungan: Semua yang ada di Bumi punya hak.
Muslim “terikat oleh kewajiban moral untuk memperlakukan rumah kita bersama dengan perhatian dan rasa hormat yang layak”
-
Ketika Represifitas menjadi Senjata terhadap Masyarakat
Konflik agraria antara rakyat dan investasi bukanlah barang baru di Indonesia. Entah proyek investasi itu milik swasta atau pemerintah, negara kerap hadir dalam bentuk represifitas aparat terhadap masyarakat terlibat.
-
Inspirasi Perempuan Greenpeace Indonesia: Yuningsih “Cici” Feronika
Seiring berjalannya waktu akhirnya saya memahami apa yang sedang diperjuangkan dan ini secara tidak langsung juga membentuk karakter saya yang saat ini.
-
Peduli pada intinya
Semuanya terhubung. Kita kerap mendengarnya dalam berbagai lirik dan jingle musik, sebuah ide yang tertanam di banyak budaya, sebuah kalimat yang tampaknya setara dengan pencarian “Perdamaian Dunia”
-
Inspirasi Perempuan Greenpeace Indonesia: Maria Christi
Bumi yang rapuh berhak disuarakan. Dan sayalah yang nanti akan menjadi suara bagi bumi itu. Suatu kebanggaan!
-
Deklarasi Islam untuk Perubahan Iklim
Apa yang kamu tahu tentang Deklarasi Islam untuk Perubahan Iklim?
-
5 Hal yang Perlu Kamu Tahu Soal Laporan Terbaru IPCC WG2
Para peneliti iklim terkemuka dunia baru saja merilis penilaian besar-besaran terbaru mereka tentang dampak dari perubahan iklim dan bagaimana juga sampai sejauh apa adaptasi bisa dilakukan terhadap dampak tersebut.
-
Aktivisme melalui Smartphone
Kita masih bisa berkontribusi aktif dalam gerakan iklim dan lingkungan tanpa harus keluar rumah, menggunakan sebuah alat yang memudahkan kita untuk mengakses pengetahuan terhadap isu, organisasi, dan aksi, yaitu ponsel pintar yang sehari-hari menemani kamu.
-
Harapan yang mengapung: Kapal Greenpeace Esperanza pensiun setelah dua dekade, tetapi cahayanya terus bersinar
Esperanza, akan selalu menjadi simbol harapan, ia yang lahir dari dukungan jutaan orang di seluruh dunia dan diawaki oleh mereka yang mempertaruhkan keselamatan dan hidup mereka untuk melawan rintangan yang mustahil demi perlindungan lingkungan kita bersama.
-
Ada Apa dengan Desa Wadas: Tambang dan Bendungan Bener Rugikan Indonesia
Apa kamu mengikuti kabar soal kekerasan aparat pada warga Wadas, Purworejo, Jawa Tengah? Ada apa dengan Desa Wadas?
-
Look up! Peringatan Lain dari Para Peneliti Iklim IPCC Segera Hadir
Pada 28 Februari mendatang, bagian kedua dari empat bagian penilaian IPCC terbaru akan diterbitkan. Laporan ini akan melanjutkan laporan sebelumnya: berfokus pada dampak dari Krisis Iklim pada kehidupan manusia, tempat tinggal kita, mata pencaharian, dan ekosistem tempat kita bergantung.
-
Mendorong Penerapan Ekonomi Sirkular: Greenpeace Indonesia x The 10th UI YEA
Tanpa disadari, masyarakat dunia sekarang hidup berdasarkan model ekonomi berbasis linear (linear economy). Model ini menciptakan gaya hidup “produksi-konsumsi-buang” di dalam masyarakat,
-
Naik Sepeda, Turunkan Emisi: #NOP26
Meskipun sepeda merupakan salah satu transportasi yang paling rendah emisi, konferensi COP26 yang digelar pada awal November 2021 lalu tidak membahas penggunaan kendaraan tersebut.
-
Pukul Mundur Krisis Iklim dengan Bersepeda
Sepeda masih belum secara eksplisit menjadi bagian dari arus utama dalam upaya global pengurangan emisi dari sektor transportasi.
-
4 Cara Mendukung 4 Kampanye Greenpeace
Dengan krisis iklim yang dampaknya semakin dekat dengan kita, sekarang adalah saat yang tepat untuk kita mengambil peran sekecil apapun.
-
5 Hal Terpenting Untuk Diselamatkan Sebelum Kita Terlambat
Dalam keadaan yang rentan akan krisis iklim, Bumi masih menyokong hidup kita. Ambil peranmu dan selamatkan Bumi dengan mendukung kampanye Greenpeace Indonesia.
-
4 Tuntutan yang Kita Miliki untuk COP26: Waktunya Sekarang
COP26 adalah momen yang menentukan: untuk mencegah dampak terburuk dari krisis iklim, kita membutuhkan tindakan segera, dramatis, dan konsisten dari pemerintah dunia.
-
Lagu Hits Terbaik Greenpeace: 50 Tahun Bekerja Sama dengan Musisi Ikonik Dunia
Greenpeace memiliki sejarah yang panjang dalam bekerja sama dengan musisi-musisi ikonik dan membuat acara-acara musik yang mengagumkan untuk menyebarluaskan isu mengenai hal-hal apa saja yang terjadi pada lingkungan kita.
-
Semua Tentang Konferensi Iklim COP26 yang Perlu Kita Tahu
Seiring dengan kondisi iklim yang kian memburuk dan mendatangkan berbagai bencana, langkah apa saja yang akan diambil para pemimpin dunia dalam COP26 pada November mendatang?
-
Melihat Kembali Foto-foto Pada Masa Awal Greenpeace
Saya adalah fotografer kampanye Greenpeace dari tahun 1974 hingga 1982. Berikut adalah 12 foto dari tahun-tahun itu dan beberapa kenangan yang mereka bangkitkan.
-
Menemukan Kembali Asal Greenpeace 50 Tahun Kemudian
Aksi pertama Greenpeace mencegah uji coba nuklir dilakukan oleh lima pria, Ben Metcalfe, Jim Bohlen, Irving Stowe, Bob Hunter dan Paul Cote. Akan tetapi, lima puluh tahun kemudian, terkuak bahwa tidak hanya lima orang ini saja yang berperan dalam pendirian Greenpeace, tetapi juga oleh empat wanita, Dorothy Metcalfe, Mary Bohlen, Dorothy Stowe dan Zoe Hunter,…
-
Menyelamatkan Hutan Alam Tersisa
Bulan ini genap tiga tahun berlakunya Instruksi Presiden tentang Moratorium Sawit. Pada 19 September 2021, kebijakan ini resmi berakhir dan belum ada kejelasan apakah akan diperpanjang atau tidak.
-
50 Tahun Kemenangan Bersama
Saat ini kita membutuhkan perubahan besar yang belum pernah terjadi sebelumnya. Miliaran orang bersatu sebagai sebuah gerakan, mengambil tindakan di seluruh dunia dan menuntut masa depan yang hijau dan damai. Perubahan itu bisa kita buat.
-
Quiz: Seberapa banyak kamu mengetahui tentang krisis polusi plastik?
Kita semua telah melihat kumpulan foto yang menggambarkan fakta polusi sampah plastik tapi seberapa banyak yang kamu ketahui tentang masalah plastik?
-
Perubahan Iklim di Depan Mata, Apa Tugas Kita sebagai Umat Muslim?
Perlindungan planet ini adalah komponen kunci dalam tradisi Islam, maka dari itu umat Muslim wajib untuk menerapkannya dalam rutinitas sehari-hari.
-
Kisah Direct Dialogue Campaigner Greenpeace Indonesia: Mempertahankan Independensi Meskipun Dilanda Pandemi
Pada awalnya tim DDC kebingungan apa yang bisa dilakukan untuk tetap menghasilkan dana bagi penyelamatan lingkungan saat aktivitas di luar ruangan terbatas. Namun, kerusakan lingkungan terus berlangsung bahkan saat pandemi. Kami terus berjuang dan melakukan inovasi dalam cara kami berkampanye.
-
Quiz: Seberapa Jauh Kamu Mengenal Hutan Habitat Harimau?
29 Juli merupakan Hari Harimau Sedunia. Dalam rangka menyambutnya, mari kita bermain kuis seputar habitat mereka dan si kucing besar berloreng ini!
-
‘New Normal’ yang Tidak Nyaman
Banjir dahsyat di Eropa. Kenaikan suhu tinggi hingga 45ºC di Kanada. Tanah longsor di Jepang. Siklon ekstrim di India. Banjir di kereta bawah tanah New York, Cina tengah dan Uganda,…
-
Idul Adha 2021: Momentum umat untuk refleksi dan memulihkan diri
Bagi jutaan Muslim, pandemi telah mengubah cara kita berdoa dan berkumpul sebagai sebuah komunitas. Karena Covid-19, hanya masyarakat yang berada di Kerajaan Arab Saudi yang benar-benar dapat melaksanakan haji tahun ini.
-
Bongkar Korupsi Saja, Biarkan Jalur Sepeda
Jalur sepeda permanen yang belum dioperasikan akan dibongkar. Tentu cara berpikir ini tidak tepat, dan cenderung bergerak ke arah mundur, semakin jauh dari tatanan transportasi yang berkeadilan dan ramah lingkungan.
-
Zodiakmu Peduli Lingkungan? Coba Cari Tahu Di Sini
Zodiak kita memang tidak banyak membantu usaha kita dalam melindungi Bumi. Tapi, zodiak bisa menginspirasi kita untuk mengeksplorasi tipe aktivisme apa yang cocok untukmu. Yuk, cari tahu tipe aktivismemu!
-
Mendengar Suara Anak Muda Soal Nasib KPK
Pemberhentian 51 pegawai KPK yang dinyatakan tidak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) ramai diperbincangkan publik saat ini. Kontroversi mengenai KPK pun kembali menjadi isu yang hangat, terutama terkait materi-materi mengenai…
-
Pandemi Belum Pergi, Polusi Sudah Kembali
Kita tentu masih ingat di awal pertengahan tahun 2020 – langit Jakarta yang biasa berkabut dan penuh dengan polusi berubah menjadi langit cerah berwarna biru dengan jarak pandang yang jauh.…
-
Hari Laut Sedunia : Peran dan Ancaman yang Dihadapi Laut
Tujuh puluh persen luas bumi adalah lautan. Kalimat ini membuka dan menjadi pengingat betapa pentingya peran laut bagi kita semua. Ini menunjukan potensi dan manfaat lautan yang sangat besar. Namun,…
-
Ketika Perang Menjadi Bisnis: Bagaimana Senjata yang diproduksi di Eropa Membantu Menimbulkan Bahaya di Seluruh Dunia
Dunia mengeluarkan sekitar 1,7 triliun dollar setahun untuk perang. Sebagai perbandingan: pendanaan kemanusiaan global hanya 1,3% dari itu.
-
Pemerintah Lamban Bertindak Tepat, Perbudakan Modern Di Laut Semakin Meningkat
Keluhan datang dari 62 nelayan migran Indonesia di 41 kapal penangkap ikan yang diduga terlibat aktivitas perbudakan. Angka ini meningkat dua kali lipat jika dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan laporan ..
-
Berbagi Kota di Musim Panas Ini
Dengan perayaan Hari Sepeda Sedunia dan Hari Lingkungan Sedunia yang jatuh di bulan Juni ini, mengapa tidak merayakan berbagai cara untuk menikmati semua yang ditawarkan kota?
-
Ingin Melindungi ABK Indonesia? Ini salah satu caranya
Perbudakan anak buah kapal (ABK) Indonesia semakin marak terjadi. Berdasarkan laporan investigasi yang dilakukan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) dan Greenpeace sepanjang tahun 2015 hingga 2020, terdapat..
-
Obsesi Jalan Tol dan Ongkos yang Harus Dibayar
Kemacetan harusnya bukan sesuatu yang dianggap biasa dan jalanan lancar juga harusnya bukan sesuatu yang istimewa. Tapi, solusi dari permasalahan ini bukan menambah jalan tol baru, seperti apa yang dilakukan pemerintah saat ini.
-
Implementasi Sistem Isi Ulang dan Guna Kembali: Solusi di Tengah Krisis Plastik yang Melanda
Isu plastik kemasan masih terus jadi momok menakutkan. Berdasarkan laporan Greenpeace Indonesia (2021), plastik kemasan menjadi kategori sampah plastik yang paling banyak dihasilkan (digunakan oleh seluruh masyarakat yang menjadi subjek…
-
Plastik adalah masalah iklim, kesehatan, dan keadilan sosial
Perusahaan seperti Coca-Cola, Pepsi dan Nestle bergantung pada penggunaan plastik sekali pakai yang tidak hanya mencemari seluruh planet dengan sampah, tapi juga menopang sektor minyak dan gas dan memperparah perubahan iklim.
-
Label sertifikasi? Tidak Seperti yang Kamu Pikir
Meskipun sertifikasi ramah lingkungan telah menjadi hal yang sangat populer secara global selama beberapa dekade terakhir, deforestasi dan pengrusakan ekosistem masih berlanjut. Apakah sertifikasi bisa diandalkan?
-
5 Alasan Kita Membutuhkan Alam Liar Untuk Bertahan Hidup
Planet bumi kehilangan berbagai spesies – keanekaragaman hayatinya – sampai di titik mengkhawatirkan, kebanyakan karena ulah manusia, dianggap hanya sebanding dengan kepunahan massal kelima pada 65 juta tahun yang lalu.
-
Mengapa Greenpeace Tetap Menjaga Independensi
Sebagai Direktur Keuangan dan Administrasi, Bella mengetahui pasti bahwa Greenpeace selalu menjaga independensi, dan semangat itulah yang membawa kemenangan bagi kampanye lingkungan Greenpeace yang berani dan berkelanjutan.
-
Komitmen VS Realisasi
Dampak krisis iklim semakin dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Peningkatan curah hujan yang ekstrim, kekeringan, kenaikan muka air laut, serta menurunnya kualitas lingkungan, telah menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi masyarakat, terutama bagi yang memiliki kerentanan tinggi. Bagaimana komitmen Indonesia versus realisasinya terhadap perubahan iklim?
-
Berubah Masa, Berubah Pekerjaan Pula
Astari sudah bekerja di Greenpeace Indonesia sebagai Direct Dialogue Campaigner yang menyampaikan pesan kepada masyarakat tentang pentingnya mendukung gerakan lingkungan. Akan tetapi masa pandemi ini, tugas Astari bertransformasi
-
2020: Tahun Penuh Pelajaran Berharga
Apa saja pelajaran dari 2020 yang bisa diambil? berikut adalah beberapa poin penting hasil obrolan kami dengan Leonard Simanjuntak atau Bang Leo sapaan akrabnya, Country Director Greenpeace Indonesia
-
Foto-foto Aksi Terbaik Greenpeace Selama Tahun 2020
Tahun 2020 telah menjadi tahun yang sulit bagi kebanyakan dari kita. Lockdown dan pembatasan sosial menjadi “new normal” yang mengubah hidup kita. Seolah-olah kita hidup dalam film fiksi ilmiah.
-
Foto Pilihan: Melihat Kembali 2020
Melihat ke belakang, dunia akan mengingat 2020 sebagai tahun yang “mengganggu kehidupan kita saat ini”: sebagian besar dari kita dikurung selama berbulan-bulan dan melakukan segalanya dari rumah, tidak dapat melihat dan bersama teman dan orang-orang tercinta, semua orang mengenakan masker..
-
Akhir dari Pertumbuhan Tanpa Batas
Saya sedang berada di Vancouver, mengendarai skytrain sistem transportasi umum bawah tanah dan layang di wilayah metro. Dalam kabin yang penuh sesak, saya memandang ke atas kursi dan melihat iklan ini: Tidak ada opsi C: “Ubah sistem kita untuk mencegahnya.”
-
Saat Kedaruratan Menjadi Realitas Iklim Kita
Kami benci untuk mengatakan ini, tetapi seiring bergantinya tahun, keadaan darurat iklim menjadi lebih intens, memecahkan rekor dan mendatangkan malapetaka bagi jutaan orang. Situasi ini memengaruhi ekosistem dan keanekaragaman hayati…
-
Lumbung Pangan ala Jokowi Bagai Buah Simalakama
Pemerintah mencanangkan food estate sebagai salah satu program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang bertujuan untuk mengantisipasi krisis akibat pandemi Covid-19. Presiden Joko Widodo juga menempatkan food estate sebagai salah satu…
-
Berita bulan ini: Sarat Oligarki, Menteri Kelautan dan Perikanan Tersangka KPK
Siapkan dirimu, musim penghujan tiba. Pandemi belum berakhir, warga Jakarta sudah harus siaga akan banjir. Pasalnya musim penghujan telah tiba, dan tahun ini diprediksi curah hujan akan lebih tinggi dari…
-
Korupsi Ekspor Benih Lobster Petaka Bagi Ekosistem Laut
Penangkapan Edhy Prabowo, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) oleh KPK menguak pertanda keculasan dalam tata kelola sumberdaya ikan dan laut saat ini.
-
Hutan Terkikis, Masyarakat Adat Menangis
Apa yang terlintas ketika kalian mendengar ‘Papua’? Ada banyak hal tentunya, tetapi bagi saya yang pertama terlintas di kepala ketika mendengar ‘Papua’ adalah wilayah yang memiliki kekayaan alam melimpah dengan…
-
Berat sama Dipikul, Ringan sama K-Popers
Lagi-lagi datang kabar menyedihkan dari hutan Indonesia, Kolaborasi investigasi inovatif Greenpeace International dan Forensic Architecture mengungkap perusahaan kelapa sawit asal Korea Selatan – anak perusahaan dari Korindo Group – diduga…
-
Upaya Sistematis Pemerintah Melanggengkan Energi Kotor Batu Bara Melalui Perombakan Sejumlah Undang-Undang di Masa Pandemi
Undang-Undang No. 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Omnibus Law) telah bermasalah sejak awal pembahasan. Tidak hanya menutup diri dari aspirasi masyarakat, muatan omnibus law telah mengebiri sejumlah aturan terkait…
-
Jangan Biarkan UU Cipta Kerja Membakar Hutan Indonesia!
Saat ini hutan, lahan gambut, dan masyarakat Indonesia menghadapi ancaman baru: OMNIBUS LAW.
-
Mengapa Pembangkangan Sipil Berhasil
Sejarah menunjukkan bahwa hanya menjelaskan ketidakadilan moral dari perbudakan, seksisme, kerusakan ekologi, dan lain-lain tidaklah cukup. Hanya beberapa mereka yang berkuasa mendapat manfaat dari ketidakadilan.
-
Dari Jogja hingga Jakarta, Cerita Mahasiswa yang menolak UU Cipta Kerja
Seperti yang diungkapkan, MP, “Gerakan hati yang ngebuat aku turun ke aksi, karna sadar ada suatu hal yang mengganjal dari disahkannya RUU Cipta Kerja ini mulai dari dirancangnya UU tersebut sampai ke isinya,”
-
Jangan Mau Melulu Terjajah Parkiran, Ya?
Keterbatasan akses akan ruang publik ini, membuat warga kota harus memutar otak. Memainkan akal tapi tidak terlalu nakal karena tetap harus benar-benar memperhatikan potensi penyebaran si tidak terlihat, Sars-CoV-2.
-
Menyemai Ketahanan Pangan Lewat Sagu
Tak hanya menjadi sumber kehidupan masyarakat pesisir Papua, sagu juga berpotensi menjadi alternatif makanan pokok masyarakat Indonesia.
-
RUU Cipta Kerja Melemahkan Aturan Perlindungan Lingkungan Hidup
Dalam pidato pelantikannya, Presiden Joko Widodo menyebutkan lima prioritas kerja pemerintah selama periode 2019-2024, yakni pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), pengembangan infrastruktur, pemangkasan kendala regulasi, penyederhanaan birokrasi, dan transformasi ekonomi.…
-
Bebaskan Laut Kita dari Jerat Plastik
Plastik sekali-pakai menghasilkan masalah polusi yang semakin mendesak, terutama untuk lautan kita. Penyu dan paus terjerat oleh limbah plastik dan mikroplastik memasuki tubuh hewan laut yang kita konsumsi. Kita perlu mengambil peran masing-masing untuk menyelesaikan masalah ini.
-
75 Tahun Indonesia Merdeka, Saatnya Atur Ulang Arah Ekonomi Dengan Pembangunan Ramah Lingkungan
Tanggapan Greenpeace Indonesia Terhadap Pidato Kenegaraan Presiden Joko Widodo
-
Hutan Lestari, Orangutan Terlindungi!
Tidak hanya orangutan yang akan kehilangan rumahnya jika deforestasi di Indonesia terus berlanjut, kehidupan manusia pun akan terancam, karena hutan adalah sumber kehidupan kita.
-
Kedaulatan Pangan Sekarang dan Pasca Pandemi
COVID-19 telah mengubah kehidupan sehari-hari di hampir setiap sudut dunia. Bagi jutaan orang, kekhawatiran akan kelangkaan pangan membuat kondisi pandemi kian parah.
-
Jaga Hutan, Selamatkan Harimau
Harimau merupakan hewan endemik Indonesia – sebenarnya, ada tiga spesies berbeda: harimau Bali, harimau Jawa dan harimau Sumatra. Sayangnya, sekarang hanya harimau Sumatra yang tersisa. Harimau berada dalam bahaya serius. Habitat hutan mereka dihancurkan oleh perusahaan kelapa sawit yang rakus demi keuntungan cepat.
-
PSBB Transisi, Mulai Lagi Polusi
Kendati grafik penambahan kasus positif terus merangkak naik, atas nama roda ekonomi, pemerintah secara bertahap mulai melonggarkan PSBB. Di DKI Jakarta sendiri pelonggaran ini disebut sebagai masa PSBB transisi.
-
Satu Tahun Kehidupan Laut dalam Gambar
Dalam jangka waktu satu tahun, dari April 2019 sampai April 2020, sekitar 13 fotografer ternama di seluruh dunia melakukan sebuah perjalanan epik dari Artik ke Antartika. Ini cerita mereka.
-
Mimpi Indah Menjadi Pelaut Kandas Oleh Perbudakan
Refleksi Peringatan Hari Laut Sedunia 2020
-
Ramadhan, Titik Balik untuk Dunia yang Lebih Baik
Jadikan Idul Fitri menandai titik awal menuju dunia yang lebih baik, di mana Anda dan saya berkontribusi untuk membangun masa depan yang lebih cerah bagi kita dan generasi mendatang.
-
Menjaga alam berarti menjaga diri kita sendiri
Ketika COVID-19 telah mengganggu kehidupan kita di seluruh dunia, hal apa saja yang bisa mendukung kehidupan yang lebih sehat?
-
Beramal untuk Lingkungan – Manusia Dipercayakan untuk Melestarikan Bumi
Saya meminta Anda untuk mulai menanam benih pertama masa depan yang lebih aman, mulailah beramal untuk lingkungan dari hal yang paling sederhana.
-
Kota masa depan kita pasca-COVID
Bayangkan sebuah kota dengan sedikit atau bahkan tanpa mobil tetapi dengan transportasi umum antar moda yang efisien, banyak ruang untuk sepeda, pejalan kaki, dan anak-anak untuk bermain dengan aman di jalanan. Bayangkan sebuah kota di mana setiap taman, balkon atau atap adalah taman kota untuk menanam makanan nabati yang sehat untuk semua, disajikan di kantin…
-
Ramadan 2020, Hari-Hari yang Lebih Baik Akan Tiba
Ada yang berbeda dari Ramadan tahun ini. Umat muslim di seluruh dunia kali ini harus menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan suasana yang sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena pandemi Covid-19.
-
Pandemi Menurunkan Polusi? Bukan Itu yang Semestinya Terjadi
Bener ga sih, polusi udara menurun selama masa diterapkannya social distancing? Mungkin ada benarnya tapi tunggu sebentar ada banyak faktor yang memungkinkan polusi udara bisa menurun konsentrasinya.
-
Jangan Mengeruk Untung di Situasi Buntung
Beberapa minggu setelah masyarakat dunia bergulat dengan Covid-19, muncul polemik seputar sampah medis, termasuk pula sampah masker sekali pakai. Tentu sampah ini mengancam kehidupan pesisir termasuk ekosistem laut.
-
8 Film Wajib Tonton Saat Isolasi Diri di Rumah
Selain cerita-cerita luar biasa yang didukung visual yang indah, film-film ini membuat kita belajar lebih banyak mengenai Bumi yang menakjubkan dan mengerti kenapa sangat penting bagi kita untuk terus berjuang untuk masa depan yang adil dan aman bagi semua makhluk.
-
Yuk.. Buat Maskermu Sendiri!
Selain soal langka, masker sekali pakai menimbulkan masalah bagi lingkungan kita. Sampah masker pun mulai membanjiri tempat-tempat yang tidak seharusnya menjadi lokasi pembuangan, seperti di pantai.
-
Perlindungan Awak Kapal Perikanan sebagai Pekerja Migran Indonesia
Dari waktu ke waktu, awak kapal perikanan Indonesia kerap terjebak dalam situasi perbudakan modern di laut. Sebenarnya bagaimana kondisi Pekerja Migran Indonesia?
-
Apa Hubungannya Kerusakan Hutan, Krisis Iklim dengan Potensi Wabah Penyakit Baru Menular?
Baru-baru ini media melaporkan seekor kucing di Belgia terpapar Corona dari pemiliknya yang merupakan pasien Covid-19, meski otoritas setempat menyebut kasus kontaminasi dari hewan peliharaan ini perlu diuji secara seksama,…
-
Industri Sawit Rampas Hutan dan Ruang Hidup Masyarakat Adat Papua
“Jang sampe torang pu hutan papua nasib seperti di Kalimantan dan Sumatera” — Pace Nico Wamafma Sejak sistem uang masuk ke Tanah Papua, tatanan hidup masyarakat adat Papua telah banyak…
-
Lakukan Hal Ini Agar Tetap Ramah Lingkungan saat Mencegah Penyebaran Virus
Sudah beberapa bulan ini publik dihebohkan dengan penyebaran sebuah virus yang menyerang sistem pernapasan manusia, virus COVID-19.. Ini yang harus kamu lakukan!
-
Berita bulan ini: Omnibus Law akan semakin memperparah dampak krisis iklim
Seri diskusi santuy yang dilaksanakan oleh Greenpeace pada bulan Februari lalu telah banyak membahas soal Omnibus Law atau undang-undang sapu jagat yang dinilai sejumlah kalangan akan merugikan masyarakat dan lingkungan.…
-
Agar Tragedi Longsornya Sampah di Leuwigajah Tidak Terulang
Lima belas tahun lalu, tepatnya 21 Februari 2005, Indonesia berduka atas kematian 157 jiwa disebabkan longsor sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat.
-
Kenapa Kita Harus Peduli dari mana Makanan Laut yang Terhidang di Depan Kita Berasal?
Di belakang industri seafood yang menguntungkan, ada banyak praktik bisnis yang kotor, yang kental dengan praktik perbudakan modern, perusakan lingkungan, kolusi dengan pemerintah, dan belum lagi ancaman terhadap nelayan skala kecil dan keluarga mereka.
-
Mereka Yang Beraksi Melawan Polusi Udara!
Solusi polusi udara dari berbagai aksi masyarakat Kita sedang berada dalam krisis kemanusiaan dan iklim. Lebih dari 4,5 juta orang di seluruh dunia meninggal setiap tahun karena disebabkan oleh polusi…
-
Ungkapan Rasa Sayangmu Untuk Bumi
Valentine biasnya menjadi hari yang dinantikan oleh banyak orang. Di hari kasih sayang ini, semua orang berlomba untuk menunjukkan rasa sayangnya dengan berkencan, makan malam romantis, memberi kado, atau bahkan…
-
Tantangan kita bersama di tahun 2020
Setelah 2019 kemarin kita berjuang bersama-sama menyuarakan krisis lingkungan yang sedang dialami Indonesia dan seluruh dunia, perjuangan tersebut masih harus kita lanjutkan di tahun ini. Permasalahan #KrisisIklim masih menjadi sorotan…
-
Terima kasih, kami ada berkat kamu
Terima kasih, kamu adalah Greenpeace Setiap suara yang kamu berikan, telah berhasil mendesak banyak perusahaan, politisi, dan lembaga pemerintah untuk bergerak maju meningkatkan peranan mereka usaha bersama dalam menjaga bumi. …
-
Rayakan Natal dan Tahun Baru dengan #makesmthng
Perayaan natal dan tahun baru sebentar lagi tiba! Sangat menyenangkan karena akan berkumpul bersama keluarga dan orang-orang terdekat. Hmm, kira-kira sudah tahu belum mau merayakan natal seperti apa dan memberi…
-
#KrisisIklim? Manusia Akan Kehilangan Banyak Privilege (Bagian 1)
Manusia memiliki privilege sebagai makhluk hidup yang kehidupannya disokong oleh alam. Banyak sekali hal-hal yang bisa dinikmati manusia dari alam, salah satunya adalah hujan dan panas matahari. Kedua hal tersebut…
-
5 Alasan Perbudakan Modern di Laut Masih Terjadi
Perbudakan masih sangat terasa dalam konteks modern, khususnya dalam industri perikanan dan yang sangat memprihatinkan, terutama para pekerja migran dari Indonesia dan Filipina.
-
Tak Ada Asap Jika Tak Ada Api
“Ada asap berarti ada api” adalah sebuah istilah yang berarti “tidak akan ada akibat jika tanpa sebab”. Dan saat ini yang sedang terjadi di Indonesia, kita sedang mengalami banyak asap yang disebabkan oleh banyaknya api yang membakar hutan Indonesia.
-
Para Pemangku Kepentingan Harus Bergerak Menyelamatkan Spermonde
Berdasarkan kegiatan pemantauan terumbu karang yang dilakukan oleh tim MSDC Universitas Hasanuddin secara berkala setiap tahun, memperlihatkan tren penurunan tutupan karang hidup di Kep. Spermonde
-
Sampah Kemasan Makanan dan Minuman Mendominasi
Sampah perusahaan produk kebutuhan sehari-hari (fast moving consumer goods atau FMCG) menjadi temuan terbanyak pada kategori sampah bermerek dalam kegiatan audit merek selama tahun 2016-2019.
-
Foto bulan ini: Pesan Untuk Masa Depan
Oktober merupakan puncak eskalasi kegiatan Greenpeace Indonesia. Kami melakukan aksi damai dengan melakukan okupasi terhadap dua patung ikon ibukota, sebagai pengingat kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo yang baru saja terbentuk…
-
Pawai Peduli Krisis Iklim
Rundown 14.00 Registrasi (Titik Kumpul MRT Dukuh Atas depan Smart Hotel) 15.00 Berangkat: Titik Kumpul (Ruang Terbuka MRT Dukuh Atas) 16.30 Tiba: Taman Aspirasi Orasi, Teatrikal Rute MRT Dukuh Atas – Bandaran HI.
-
Berita bulan ini: Dibalik ramainya tagar #ReformasiDikorupsi dan #PukulMundurKrisisIklim
Sejumlah demonstrasi digelar oleh mahasiswa seluruh Indonesia di berbagai kota besar menuntut pemerintah dan DPR membatalkan dan menunda sejumlah UU yang tidak pro rakyat dan melemahkan demokrasi di Indonesia. Selain itu, ada juga nih aksi Pukul Mundur Krisis Iklim, yang diinisiasi oleh anak muda yang resah akan masa depan mereka akibat perubahan iklim.
-
Foto bulan ini: September, Bergerak Melawan Sesak
September merupakan bulan yang sangat padat bagi Greenpeace Indonesia, selain banyaknya kegiatan yang dilakukan juga menjadi puncak terparahnya kebakaran hutan di sejumlah wilayah di Indonesia terutama Sumatera dan Kalimantan. Berikut ini…
-
Hidupku di Negeri Asap
Tahun ini api mulai datang di Bulan Juli. Awalnya hanya beberapa titik api, hingga merambat jadi ratusan titik api.
-
Catatan perjalanan: tangisan Rafa melawan nestapa
Ini adalah cerita pengalaman saya melakukan perjalanan di Kalimantan Tengah saat terjadi bencana besar kebakaran hutan dan lahan. Ini cerita tentang nestapa di tengah bencana, juga ikatan cinta dalam keluarga.
-
Alasan Mengapa Sekali Pakai Bukan Pilihan yang Berkelanjutan
“Kemasan 100% bisa didaur ulang”, “terbuat dari plastik yang mudah terurai”, dan “kemasan kertas yang berkelanjutan”. Apakah upaya-upaya ini benar-benar diperlukan, dan apakah ini adalah solusi dari krisis polusi plastik?
-
#ClimateStrike: Bergerak bersama melawan krisis iklim
September ini, jutaan orang di seluruh dunia akan keluar dari sekolah, tempat kerja, dan rumah untuk bergabung dengan anak-anak muda untuk beraksi dalam Climate Strike, sebuah pawai iklim yang meminta…
-
Foto bulan ini: Mencegah Api Agustus Ini
Bulan Agustus penuh dengan kobaran api di Kalimantan dan Sumatera. Greenpeace Indonesia puncak kemarau ini memulai berbagai aktivitas diantaranya adalah dimulainya pelatihan untuk para relawan Tim Cegah Api Greenpeace untuk…
-
Lakukan Audit Merek Sendiri, Mengapa Tidak?
Baca untuk cari tahu cara untuk menjadi bagian dari gerakan mendunia dan katakan “Cukup sudah!” pada polusi plastik.
-
Foto bulan ini: Mencegah Api Agustus Ini
Bulan Agustus penuh dengan kobaran api di Kalimantan dan Sumatera. Greenpeace Indonesia puncak kemarau ini memulai berbagai aktivitas diantaranya adalah dimulainya pelatihan untuk para relawan Tim Cegah Api Greenpeace untuk…
-
Punya Keinginan Mengatasi Polusi Plastik? Yuk, Lakukan Audit Merek!
Tahun ini kami berencana untuk melakukan audit merek yang lebih besar — di mana Anda bisa ikut serta!
-
Perjuangan Di Tengah Asap: Kenapa Kebakaran Hutan dan Lahan Tak Kunjung Usai?
Kebakaran hutan dan lahan masih saja terjadi setiap tahun, warga dan lingkungan yang menjadi korbannya. Kami terus berjuang demi kesejahteraan dan kesehatan karena keadilan adalah hasil dari perjuangan bukan hadiah.
-
Alasan Kami Muak dengan Janji Palsu untuk Melindungi Hutan
Indonesia memiliki hutan tropis terbesar ketiga di dunia dengan keanekaragaman hayati terbanyak di dunia, tetapi kita juga menjadi salah satu dari lima penghasil karbon terbesar di dunia, sebagian besar disebabkan oleh penebangan dan pembakaran hutan dan lahan gambut yang terjadi di hutan kita.
-
Berita bulan ini: Kebakaran hutan dan pertanda darurat iklim
Di berbagai kawasan hutan di seluruh dunia sedang terbakar tak terkecuali Amazon dan Kalimantan. Belum lagi ketergantungan penggunaan bahan bakar fosil yang sering berujung pada tragedi tumpahan minyak seperti yang terjadi di Karawang, menuntun kita lebih jauh pada keadaan darurat iklim.
-
Kita Harus Mengakhiri Perbudakan Modern di Laut
Lebih dari 200 tahun setelah perbudakan berakhir, perbudakan modern masih berlangsung, terutama di Asia Tenggara.
-
Foto bulan ini: Peralihan Musim
Seperti biasa, ketika kemarau panjang tiba, berbagai masalah lingkungan juga akan terjadi, seperti bahaya kebakaran hutan, polusi udara yang meningkat, dan musibah-musibah lainnya. Greenpeace Indonesia di awal kemarau ini memulai berbagai aktivitas diantaranya adalah dimulainya pelatihan untuk para relawan Tim Cegah Api Greenpeace untuk menghadapi kebakaran hutan dan lahan
-
Kenapa Kantong Plastik ‘Biodegradable’ Bukan Solusi
Muncul ‘plastik ramah lingkungan’ yang mengklaim bahwa ia akan terurai dalam waktu singkat bermunculan. Plastik sejenis ini juga disebut dengan istilah ‘biodegradable’. Tapi apakah plastik biodegradable ini merupakan solusi yang tepat?
-
Kisah Inspiratif Anak-Anak Pecinta Lingkungan
Setiap orang tua menginginkan anaknya menjadi orang yang berguna bagi banyak orang. Nah, disinilah pentingnya dukungan keluarga dimana anak dapat belajar memahami persoalan dan mencari solusinya. Contohnya adalah persoalan tentang lingkungan, setiap hari anak-anak dihadapkan dengan masalah lingkungan, seperti polusi udara, laut yang kotor, sampah dan masih banyak lagi.
-
Liburan Sambil Belajar Lingkungan
Jangankan libur akhir pekan, libur panjang sekolah dan kuliah pasti bosen banget dong kalau diem aja di rumah? pasti banyak dari kalian yang pengen liburan, tapi bingung mau ngajak liburan bareng keluarga atau teman yang bermanfaat itu ke mana? Jangan khawatir, saya punya beberapa destinasi pilihan yang unik
-
Foto bulan ini: Juni untuk iklim yang lebih baik
Eksploitasi alam secara besar-besaran dan perusakan lingkungan diduga sebagai penyebab parahnya banjir dan juga berubahnya iklim. Beberapa negara di dunia yang peduli dengan perubahan iklim kini mulai menyatakan darurat iklim dan berusaha memulai perbaikan terhadap kebijakan-kebijakan yang lebih memperhatikan lingkungan.
-
Mengurangi sekali atau membersihkan selamanya?
Untuk membuat pembersihan pantai efektif, kita perlu mengejar merek yang berpolusi. Sementara polusi plastik telah memenangkan minat publik sebagai salah satu ancaman utama yang kita hadapi, tanggung jawab perusahaan besar
-
Pertanyaan Krisis tentang Iklim: Apa yang bisa saya bantu?
Aksi individual atau perubahan sistemis? Mana yang lebih efektif dan mana yang seharusnya kita lakukan?
-
Ikut Mencintai dan Melestarikan Hutan dengan Berlari
#KuLariKeHutan mengajak siapa saja – dari pelari maupun bukan, dari muda maupun tua – untuk berpartisipasi langsung menjaga hutan Indonesia dengan cara yang mudah, yaitu berlari.
-
Berita bulan ini: Anomali cuaca dan buruknya kualitas udara Jakarta
Libur lebaran telah usai, namun kami telah mencatat sejumlah peristiwa yang terjadi selama bulan Juni, dan telah kami rangkum dalam berita pilihan bulan ini. Berita bulan ini bervariasi dari anomali cuaca yang mengakibatkan bencana iklim di sejumlah daerah bahkan dunia, hingga buruknya kualitas udara Jakarta, dan krisis sampah plastik.
-
Kenapa Harus #PantangPlastik di Bulan Ramadan?
Perubahan baik seharusnya terjadi di lingkungan sekitar selama bulan suci ini berlangsung. Namun di sisi lain, tidak semua yang terjadi selama Ramadan adalah perubahan positif.
-
Foto bulan ini: Aksi Mei Bersama Greenpeace
Sepanjang bulan Ramadhan, para aktivis lingkungan tidak surut berjuang, mereka tetap hadir memperjuangkan hak masyarakat mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat untuk masa kini dan masa depan. Berikut beberapa…
-
Mengapa Masalah Impor Sampah Harus Masuk ke dalam Agenda Pertemuan ASEAN
Ada masalah penting dan mendesak yang tidak dibahas oleh pemimpin dari 10 negara anggota ASEAN yang pekan ini melakukan pertemuan di Bangkok, Thailand.
-
Kualitas Udara Jakarta Terus Memburuk, Warga Akan Gugat Presiden, Menteri hingga Gubernur
Jakarta, 18 Juni 2019. Kualitas udara Ibukota Jakarta kian memburuk, ini terlihat ketika selama libur lebaran kualitas udara Jakarta masih terpantau berbahaya. Berkurangnya kendaraan karena aktivitas mudik dan libur perkantoran…
-
Hari Laut Sedunia 2019
Untuk merayakan Hari Laut Sedunia tahun ini, kami mengajak orang di seluruh dunia untuk menunjukkan dukungan mereka terhadap perlindungan lautan dengan cara melukis diri mereka dengan warna biru dan membuat…
-
Rentannya Pemberian Izin HGU Sebagai Pintu Masuk Korupsi di Sektor Kehutanan Indonesia
Rasanya baru kemarin kami mengajukan permintaan informasi HGU ke Kementerian ATR/BPN, nyatanya permintaan kami untuk keterbukaan informasi HGU ini telah bergulir selama setahun lebih.
-
Foto bulan ini: Melihat April dari Lensa Kamera
Ada banyak hal yang sulit untuk diungkapkan dalam kata tetapi begitu mudah diuraikan dengan jepretan lensa kamera. Mengambil foto bermakna tidak hanya tentang teknik mumpuni menangkap gerak cahaya, foto berdiri…
-
Monster Plastik dari Seluruh Dunia Kembali Pulang ke Nestlé
Monster plastik menjelajahi berbagai belahan dunia, bangkit dari tempat pembuangan, memanjat tumpukan sampah, bahkan berenang mengarungi lautan, danau, dan sungai, melakukan perjalanan yang sulit untuk kembali pulang pada penciptanya.
-
Pidato Direktur Eksekutif Greenpeace International di Hadapan Petinggi Nestlé
Direktur Eksekutif Greenpeace International, Jennifer Morgan, berbicara di hadapan petinggi Nestlé di rapat umum tahunan Nestlé untuk mendesak Nestlé agar meninggalkan kemasan sekali pakai.
-
Jual Beli Tanpa Plastik, Mungkinkah?
Warung dengan konsep seperti SARUGA dikenal luas dengan sebutan “Bulk Store” dan masih sangat jarang ditemukan di Indonesia. Seperti apa konsep warung ini?
-
10 Cara Praktis Agar Pantai dan Laut Kita Bebas Sampah
Melindungi laut kita dari sampah bisa dimulai dari cara yang sederhana. Kamu bisa memulainya sekarang juga. Bagaimana caranya? Simak langkah-langkah berikut.
-
Sejarah Singkat Mengenai Gerakan Perlindungan Lingkungan Hidup
Mungkin aktivis lingkungan nyata pertama adalah umat Hindu Bishnoi dari Khejarli, yang dibantai oleh Maharaja Jodhpur pada tahun 1720 karena berusaha melindungi hutan yang dia tebang untuk membangun istananya.
-
Para Pendiri Greenpeace
Ada sebuah gurauan lama disetiap bar di Vancouver, Canada. Kamu bisa duduk di sebelah salah seorang dari pendiri Greenpeace. Karena dalam kenyataannya, tidak ada pendiri tunggal dan nama, ide, kekuataan,…
-
Harapan Bagi Hutan: Melindungi dan Memulihkan
Kapan terakhir kamu pergi ke hutan? Kapan terakhir kamu menanam pohon? Di Hari Hutan Sedunia ini pertanyaan-pertanyaan ini sangatlah bermakna.
-
Kapal-kapal Greenpeace akan Berlayar Demi Mengatasi Krisis Polusi Plastik Global
Lebih dari 90% plastik yang pernah diproduksi belum didaur ulang, namun perusahaan malah memiliki rencana untuk meningkatkan produksi kemasan plastik mereka secara drastis.
-
Kita Mempunyai Kekuatan untuk Mendorong Industri Tuna ke Arah yang Lebih Baik
Setelah tiga tahun terus berkampanye dan melakukan dialog kolaboratif di Asia Tenggara, kita sekarang memiliki lima perusahaan yang masuk dalam kategori peringkat “hijau” dari sebelumnya tidak ada sama sekali.
-
Saya Tidak Bisa untuk Tidak Menangis Ketika Berpikir Tentang Kehancuran yang Telah Saya Saksikan di Negara Saya, Indonesia
Ini berisiko, dan menduduki sisi kapal itu sulit, tetapi tidak mengambil tindakan itu justru lebih berisiko bagi bumi kita, dan saya tidak bisa diam lagi.
-
Apa yang dilakukan Oreo, Mondelez, Wilmar terhadap Orang Utan?
Mondelez pembuat Oreo mendapatkan banyak minyak sawit kotor ini dari Wilmar International – pedagang minyak sawit terbesar dan terkotor di dunia.
-
Minyak Sawit: Apa Yang Perlu Kita Ketahui
Dalam beberapa bulan terakhir, kami telah meningkatkan kampanye untuk mendorong agar merek-merek membersihkan pasokan minyak sawit mereka dari deforestasi. Inilah semua yang perlu kita ketahui tentan minyak sawit.
-
Ayo Bangun dan Bergerak, Kita Sedang Diserang Plastik!
Samar tercium bau sampah dan semakin mendekati bukit ini, bau sampah semakin menyengat. Tunggu, ini bukan bukit rumput yang pemandangannya bisa memanjakan mata, ini Tempat Pemrosesan Akhir sampah masyarakat Bali!
-
Kenangan Masa Lalu dan Masa Depan Hutan Indonesia yang Harus Diperjuangkan
Saya ingat ketika saya masih kecil, Papa selalu mengajak saya pulang kampung setiap Natal untuk menjenguk Oma. Kampung halaman Papa indah, tidak kalah dengan Pulau Dewata tempat saya menimba ilmu saat ini.
-
Teruntuk Produk dan Produsen Penghancur Hutan: Waktu Telah Habis!
Meskipun berjanji untuk tidak membeli minyak sawit dari perusak hutan hujan, merek terbesar di dunia, pada kenyataannya, masih membeli minyak sawit dari perusak hutan hujan.
-
Wings Of Paradise: Menarik Perhatian pada Permasalahan Penghancuran Hutan Indonesia
Sedikit atau tidak ada yang tahu tentang keindahan spektakuler Burung Cenderawasih yang berasal dari hutan-hutan di tanah Papua. Sejauh ini, sekitar 40 spesies burung yang berbeda telah ditemukan.
-
Bagaimana Sampah Plastik Mengejutkan Saya
Selama satu dekade terakhir, para penyelam serta pecinta pantai telah melihat perubahan besar pada lautan. Bahkan di lokasi yang sangat terpencil pun kini telah dipenuhi oleh sampah plastik dan bahan kimia lainnya.
-
Kemenangan Lingkungan Terjadi Berkat Anda
Lebih dari 40 tahun Greenpeace berdiri untuk menjadi garda terdepan dalam perlindungan lingkungan dunia. Di Indonesia, sudah banyak kemenangan yang terjadi di tahun 2017 berkat kekuatan individu seperti Anda.
-
Hari Orangutan Sedunia: Klaim Pemerintah Soal Peningkatan Jumlah Orangutan Dibantah Ilmuwan
Dalam laporan terbaru KLHK, ‘Keadaan Hutan Indonesia 2018’, menyebutkan jumlah orang utan telah meningkat, bertentangan dengan temuan tim ilmuwan yang mempublikasikan penelitian / tinjauan sejawat mereka pada bulan Maret.
-
10 Fakta tentang Orangutan
Selamat Hari Orangutan Sedunia! Pernah bertanya-tanya di mana orangutan tidur? Atau dari mana nama mereka berasal? Berikut adalah 10 fakta menarik tentang Orangutan yang dapat membuat teman kamu terkesan.
-
Menelusuri Keindahan Hutan Sungai Putri yang Terluka
Hutan kita adalah masa depan kita. Tidak hanya orangutan yang akan kehilangan rumahnya jika hutan menghilang, tapi juga kehidupan manusia pun akan terancam, karena hutan adalah sumber kehidupan kita.
-
Apakah Kamu Pernah Melihat Mangrove Berwarna Hitam?
“Laut yang sedang surut dengan jelas menampakkan hamparan mangrove yang sebagian tingginya sudah berwarna hitam. Tidak sedikit juga mangrove yang tingginya masih kurang dari sekitar dua meter, seluruhnya hitam tidak lagi menyisakan hijaunya.”
-
Harmoni Hutan dengan Masyarakat di Tanah Papua
Nama kampung Manggroholo dan Sira mungkin masih terdengar asing di telinga banyak orang. Pertama kalinya di Tanah Papua, kedua kampung ini pada Maret 2017, mendapatkan Hak Pengelolaan Hutan Desa (HPHD).
-
“Pak Lurah, Ada Api Besar di Laut”
Waktu menunjukkan angka 3:30 pagi ketika Ride, Lurah Desa Margasari, terbangun.
-
Rainbow Warrior dan Pesan untuk Masa Depan yang Lebih Hijau
Nama saya Rini Irmayasari atau biasa dipanggil Maya. Saya adalah volunteer Greenpeace Indonesia dari Manokwari, Papua Barat.
-
Alasan Kenapa Kita Harus MAKE SMTHNG dan Bukan Belanja
Pekan MAKE SMTHNG adalah saatnya kita beraksi untuk dunia yang lebih baik. Dari tanggal 2-10 Desember, saat dimulainya musim belanja liburan akhir tahun, kami ingin mengajak kamu untuk membuat sesuatu…
-
5 Hewan Lucu Ini Terancam Perubahan Iklim
Jika generasi penerus kita bertanya tentang masa hidup kita, apakah kita akan diingat sebagai generasi yang bertindak dan memperjuangkan bumi yang penuh dengan hewan-hewan menakjubkan?
-
Para Pemimpin Iklim: Waktunya Telah Tiba
Sebuah blog yang ditulis oleh Jennifer Morgan – 3 November 2017
-
Seberapa Hijaukah “Gadget”mu?
Apa kamu tahu bagaimana perangkat yang kamu gunakan untuk baca tulisan ini sampai ke tanganmu atau ke mejamu? Meskipun mungkin saja datang dari box cantik, lihatlah lebih jauh langkah apa…
-
Jakarta Bebas Sampah Plastik Dambaan Kita
Ini bukan saatnya kita tutup mata dan telinga lagi. Terlalu naif menyangkal: Jakarta saat ini terancam oleh sampah masyarakatnya sendiri! Jakarta sebagai kota berpenduduk sebanyak lebih dari 10 juta jiwa…
-
Mencegah dan Memadamkan Demi Hutan Tanpa Api
Masih jelas di ingatan kita krisis kebakaran hutan tahun 2015 – krisis terparah yang pernah terjadi di Indonesia bahkan dunia dalam konteks emisi dan perubahan iklim. Bencana telah membakar sekitar 2,6 juta hektar hutan dan lahan gambut, di Indonesia, khususnya Sumatera dan Kalimantan yang menyebabkan 103.000 jiwa alami kematian dini, dan meningkatkan risiko kepunahan Orangutan…
-
Ketika PLTU dan Perubahan Iklim Membuat Asinnya Garam Kian Mahal
Beberapa waktu lalu Indonesia dihebohkan oleh harga garam yang naik tinggi. Berbagai faktor dituding menjadi penyebabnya, namun sangat sedikit sekali yang melihat dampak perubahan iklim sebagai salah satu penyebab utamanya.
-
Batubara dan Hilangnya Sokongan Finansial Global
Dukungan bank-bank internasional untuk industri batubara terus menurun. Lebih dari 30 bank internasional di seluruh dunia telah memberi isyarat untuk berkomitmen mengurangi bahkan sepenuhnya menghentikan pemberian pinjaman kepada perusahaan-perusahaan yang terkait dengan batubara. Penurunan pinjaman ke industri batubara ini akan menjadi tantangan terbesar bagi perekonomian Indonesia yang masih mengandalkan batubara sebagai penyokong pertumbuhan ekonomi.
-
#OurVoicesAreVital
Saya masih ingat bagaimana korporasi dan merek-merek besar mulai dari KFC, KitKat, Uniliver sampai HSBC memutuskan untuk memperbaiki dan menguatkan komitmen mereka untuk melindungi hutan, karena desakan dari ratusan ribu…
-
Berbelanja tidak membuat kita bahagia
Mari kita buka percakapan ini dengan satu buah pertanyaan: apakah benar pakaian-pakaianmu membuat bahagia? Atau, apakah setelah kegembiraan berbelanja memudar, keajaiban pakaian barumu saat di dalam toko perlahan ikut menghilang saat memasuki lemari pakaian?
-
Menjaring Rezeki, Memperjuangkan Hidup di Laut Batang
Sebuah catatan dari Batang, 2 Mei 2017.
-
Apa arti 10 tahun penggunaan ponsel pintar bagi bumi?
Tak bisa disangkal, ponsel pintar telah mengubah hidup kita –dan dunia- dalam waktu yang sangat singkat. 10 tahun yang lalu, kita masih mengambil gambar dengan kamera, menggunakan peta untuk merencanakan rute, dan mengirim sms untuk menjaga hubungan komunikasi dengan teman dan keluarga.
-
HSBC berjanji untuk putuskan hubungan dengan perusahaan perusak hutan
Sebuah terobosan besar untuk perlindungan hutan Indonesia baru saja terjadi: HSBC berkomitmen untuk memutuskan ikatan keterkaitan mereka dengan kerusakan hutan dan lahan gambut. Ini adalah hasil yang luar biasa bagi…
-
Perihal HSBC dan hutan Indonesia
Pagi ini di halaman depan gedung World Trade Center saat tengah melakukan aksi bersama teman-teman aktivis, saya berjumpa dengan seorang Bapak. Setelah menolak kartu pos yang saya berikan, dengan dahi berkerut Bapak itu menyampaikan keberatannya diikuti serbuan pertanyaan. Kenapa HSBC? Saya tidak perlu waktu lama untuk menjelaskan.
-
Sayonara Pak Iwan, Kami Akan Lanjutkan Perjuanganmu!
Sabtu pagi pekan lalu seorang teman mengabarkan berita duka. Dr. Iwan Kurniawan, seorang akademisi sekaligus motor gerakan anti Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia telah berpulang pada Jumat dini…
-
Setiap plastik yang pernah dibuat, masih ada hingga kini. Berikut ceritanya.
Sejak kita bangun di pagi hari dan menggosok gigi, sampai kita menonton televisi di penghujung hari, plastik ada di sekitar kita. Sangat banyak sehingga sangat sulit membayangkan meninggalkan supermarket tanpa…
-
Terungkap! HSBC Ada di Balik Krisis Deforestasi Indonesia
Laporan Greenpeace Internasional mengungkapkan bahwa HSBC – salah satu bank terbesar di dunia – adalah dalang dibalik pendanaan untuk perusahaan kelapa sawit yang melakukan perusakan hutan. Saat ini nasabahnya mulai tersadar bahwa kartu bank yang ada di saku mereka memiliki andil dalam perusakan hutan yang juga menyebabkan Orangutan terancam punah.
-
KLHK Ajukan Banding, Upaya Perlindungan Hutan Indonesia Kembali Tercekal
November 2016 merupakan kemenangan manis bagi masa depan hutan Indonesia. Setelah perjalanan panjang, Komisi Informasi Pusat (KIP) akhirnya memutuskan untuk mengabulkan gugatan Greenpeace Indonesia terhadap Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK) atas permohonan untuk keterbukaan informasi pengelolaan hutan Indonesia terhadap publik.
-
KLHK Ajukan Banding, Upaya Perlindungan Hutan Indonesia Kembali Tercekal
November 2016 merupakan kemenangan manis bagi masa depan hutan Indonesia. Setelah perjalanan panjang, Komisi Informasi Pusat (KIP) akhirnya memutuskan untuk mengabulkan gugatan Greenpeace Indonesia terhadap Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK).
-
Delapan momen spesial tahun 2016!
Mari kita tengok kembali tahun 2016 yang penuh dengan kejutan. Figur kontroversial Donald J. Trump, secara mengejutkan terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat. Selain Donald Trump, masih ada banyak sekali kejutan dan momen-momen penting selama tahun 2016 yang mungkin tidak kita tahu atau tidak kita sadari. Salah satunya: tahun 2016 adalah tahun terpanas yang pernah tercatat…
-
“Black Friday”? Ambil nafas dan rehat dulu, bumi sudah tak sanggup lagi menangungnya!
Black Friday dan Cyber Monday diperkirakan akan menghasilkan miliaran dolar pejualan pakaian dan produk lainnya. Tetapi musim belanja ini juga menghasilkan jumlah sampah yang sangat besar. Ini kabar buruk bagi lingkungan.
-
Dulu Takut Asap, Kini Saya Cari Sumbernya
Nama saya Lara. Lengkapnya Larasati Wido Matovani. Lahir di kota pelabuhan Dumai, Provinsi Riau, 25 tahun lalu. Di usia lima tahun, sebagaimana diceritakan orangtua saya, bahwa langit Kota Dumai waktu itu memerah. Berminggu-minggu sinar matahari tertutup kabut asap. Saya tidak tahu apa yang terjadi. Yang saya ingat waktu itu ibu meminta saya untuk tidak keluar…
-
Samsung: Masa Depan Bergantung pada Ini..
Samsung, salah satu perusahaan ponsel pintar terkemuka dunia, sedang akan membuat keputusan penting: apa yang akan mereka lakukan untuk 4,3 juta unit ponsel Galaxy Note 7 yang ditarik kembali?
-
Apakah 4,3 juta Samsung Galaxy Note 7 akan berakhir di tempat sampah?
Saat ini Samsung sedang mempertimbangkan untuk membuang 4,3 juta ponsel Galaxy Note 7 baru menyusul terjadinya hampir 100 kasus meledak di seluruh dunia. Jumlah ini setara dengan hampir 730,000 kg teknologi dengan spesifikasi tinggi! Samsung telah membuat keputusan yang tepat dengan menarik ponselnya dari peredaran untuk menghindari lebih banyak insiden atau orang terluka karenanya, pertanyaannya…
-
Rencana kami: Cegah dan Padamkan Api.
Tepat setahun yang lalu, api kebakaran hutan melahap jutaan hektar hutan di Sumatera dan Kalimantan serta membuat ribuan orang sesak nafas. Segala upaya pemadaman dilakukan tapi selama berbulan-bulan api tak juga bisa ditahan, bukan cuma kerugian milyaran tapi yang paling menyedihkan adalah banyaknya korban.
-
Bukannya Tegas, IOI Malah Ajak Pemasoknya untuk Berdiskusi
Tujuh jam Greenpeace menutup pintu gerbang dan memblokade pelabuhan milik IOI Loders Croklaan, di Rotterdam, Belanda. Sebanyak lebih dari 300 ribu orang di seluruh dunia telah mengirimkan email yang meminta perusahaan asal Malaysia ini berhenti menghancurkan hutan Indonesia. Tapi IOI tetap bergeming.
-
IOI, Berhenti Rusak Hutan Gambut Indonesia
Di saat hampir semua warga Rotterdam terlelap, Saya, Adi Prabowo (21) dan Nilus (42) bersama puluhan aktivis Greenpeace bergerak cepat menyelinap masuk ke Pelabuhan Rotterdam, Belanda. Suhu dingin 8 derajat celsius, baru ini pertama kali saya rasakan. Tapi misi ini tak boleh gagal: memblokade masuknya minyak sawit kotor ke kilang IOI, salah satu perusahaan sawit…
-
IOI, Perusahaan Sawit Perusak, Terlalu Mudah Dilepaskan RSPO
Perusahaan kelapa sawit besar, yang sertifikasi berkelanjutannya ditangguhkan karena telah melanggar aturan yang dirancang untuk mencegah kerusakan hutan dan lahan gambut, kini telah mendapatkan kembali sertifikasi tersebut. Keputusan mengejutkan dari Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) yang mencabut penangguhan, sama saja mengirimkan pesan bahwa tidak masalah bagi perusahaan kelapa sawit untuk terus merusak hutan demi…
-
Asap “hilangkan” 91 ribu jiwa, tanggung jawab siapa?
Awal pekan ini saya terguncang dengan hasil penelitian yang dirilis dalam Jurnal Environmental Research Letters (ERL) dengan judul “Dampak Kesehatan Masyarakat akibat Asap di Ekuatorial Asia pada September – Oktober 2015” Studi itu menyebutkan perkiraan sebanyak 100.300 jiwa orang meninggal lebih awal selama musim asap besar tahun 2015 lalu, dimana 91.600 jiwa di antaranya di…
-
Urusan gadget: antara keinginan dan kebutuhan
Kelangkaan terjadi karena alam tidak bisa menyediakan semua sumber daya yang kita butuhkan, untuk memuaskan keinginan kita yang tak terbatas
-
Tata kelola untuk masa depan perikanan tuna
Saya sempat menghadiri Kongres Tuna Nasional ke-18 Filipina di Kota General Santos. Kongres tersebut dimulai sejak 31 Agustus hingga 2 September 2016 lalu dengan tema “Gearing up for the future” atau “Bersiap untuk masa Depan”.
-
Kita dan Bumi
Saya kira kita saat ini berada pada sebuah persimpangan jalan dalam kebersamaan kita denganbumi. Kita bisa membiarkan bumi rusak secara permanen, atau dengan kesungguhan hati kita mengambil keputusan radikal untuk memperbaiki semua kerusakan yang terjadi, dan merawat yang ‘tersisa’ dari bumi untuk kehidupan selanjutnya.
-
Petani Sawit Mandiri Juga Mampu Menghasilkan Minyak Sawit yang Bebas Deforestasi dan Berkelanjutan
Ruangan ballroom Hotel Red Top mulai terisi banyak orang. Banyak perwakilan petani sawit yang sudah datang jauh-jauh dari Riau, Jambi dan Kalimantan Barat. Mereka datang untuk menghadiri acara Peluncuran Standard Operasional Prosedur (SOP) Perkebunan Sawit Rakyat Bebas Deforestasi. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut aktivitas bersama antara Greenpeace dan SPKS yang dibentuk dari awal tahun ini,…
-
Yuk Dukung Kemerdekaan Hiu, Siripnya Tidak Diekspor!
Indonesia adalah surga bagi keragaman jenis hiu. Lebih dari 118 jenis hiu tersebar dan dapat dijumpai di perairan Nusantara. Sayangnya, jenis hiu yang banyak ini terancam musnah oleh ancaman yang serius, eksploitasi berlebih oleh manusia. Ancaman dari manusia tersebut turut menobatkan Indonesia menjadi negara penangkap hiu terbesar di dunia yang mencapai 13% dari total tangkapan…
-
Damn the Dam: Ancaman dari Satu Mega Bendungan Terhadap Amazon dan Mereka yang Tinggal di Sana
Sungai Tapajós – yang berada di jantung Amazon – yang merupakan rumah bagi ribuan orang dan keanekaragaman hayati yang tak tertandingi oleh daerah lain. Sebuah sumber kehidupan yang bermanfaat bagi mereka yang tinggal di sana. Namun semua itu dapat berubah jika proyek mega-bendungan yang diusulkan dijalankan.
-
Penduduk Negara Manakah Yang Paling Banyak Memperbaiki Gagdet nya?
Apa yang terjadi saat ponsel pintarmu mati? Negara mana yang paling banyak mendaur ulang? Dan, apakah orang-orang memperbaiki ponsel mereka atau hanya membuangnya begitu saja? Kami melakukan penelitian untuk mencari tahu..
-
11 Rahasia Penyu Yang Perlu Kamu Tahu
Saya Aghnia, biasa dipanggi Tides, dan saya adalah juru kampanye digital di Greenpeace. Selama beberapa tahun saya telah mendapatkan kesempatan untuk melihat penyu secara langsung di berbagai tempat di Indonesia.
-
Ketika Hakim Mendukung Warga Rancaekek #MelawanLimbah
Seketika keheningan memenuhi ruang sidang di PTUN Bandung kemarin siang. Hanya terdengar suara majelis hakim membacakan hasil putusan sidang.Warga menunggu keputusan peting ini, apakah hukum berpihak pada mereka?
-
Ribuan Pasukan Penyelamat Iklim Beraksi Di Ibukota
Terik. Hampir setiap saat saya memicingkan mata karena teriknya matahari pagi ini. Sesekali saya mencoba berteduh di bawah bayangan gedung-gedung tinggi yang berdiri di sekitaran Bundaran HI ini.
-
Inilah Potret Mereka yang Mempertahankan Hidup
Merinding! – Di tengah teriknya sengatan matahari, sesekali saya mendengar teriakan kompak bersama, “ Batang bersatu! Tolak PLTU!”. Tubuh saya rasanya bergetar dari ujung kaki hingga kepala mendengar gemuruh teriakan warga.
-
Laut Sehat, Bumi pun Sehat
Kebanyakan orang tidak pernah berpikir bahwa satu dari dua hela nafas yang mereka tarik berasal dari lautan yang luas. Semua hal di dunia ini berkaitan satu dengan yang lain, termasuk…
-
Lentera Untuk Sui Utik
Kepulan debu yang berterbangan di tengah jalanan hutan yang diselimuti oleh gelapnya malam tanpa penerangan, menjadi pemandangan yang menemani perjalanan kami menuju Sui Utik.
-
Resolusi Hijau untuk Tahun Baru 2014
Mengurangi jejak karbon bisa menjadi salah satu resolusi “hijau” kamu di tahun depan. Simak tujuh (7) resolusi lainnya yang bisa kamu contek.
-
Energi Terbarukan, Solusi Nyata untuk Indonesia
Tidak ada yang tidak mungkin untuk pengembangan energi terbarukan yang aman dan bersih di Indonesia. Indonesia merupakan negara kepulauan dengan potensi sumber daya alam seperti tenaga matahari yang luar biasa berlimpah. Potensi energi terbarukan, energi bersih yang relatif lebih ramah lingkungan, harus dapat diwujudkan.
-
Cara Merayakan Natal yang Ramah untuk Bumi
Wujudkan damai di hati dan damai di bumi dengan beberapa tips merayakan natal yang ramah bagi bumi.
-
Industri Pertambangan Bawa Dampak Sosial dan Lingkungan Negatif, Greenpeace dan Celios Dorong Prabowo-Gibran Beralih ke Ekonomi Hijau
Industri pertambangan yang digadang sebagai salah satu pilar ekonomi Indonesia ternyata belum mampu menciptakan efek positif terhadap kesejahteraan masyarakat, terutama yang tinggal di desa sekitar
-
Saat Korporasi ‘Pura-pura Buka Data’ Siapa Penerima Cuan Mereka Sesungguhnya
Sudah lima tahun pemerintah memiliki peraturan presiden tentang penerima manfaat atau beneficial owner, yakni Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun 2018 tentang Penerapan Prinsip Mengenali Pemilik Manfaat Korporasi Korporasi dalam Rangka Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme. Di satu sisi, ini aturan yang penting untuk mendorong keterbukaan informasi oleh korporasi…
-
Catatan untuk Kejaksaan Agung soal Kasus Korupsi Migor
Kejaksaan Agung melakukan terobosan dalam penegakan hukum kasus korupsi ekspor minyak sawit mentah (CPO) yang melibatkan korporasi. Namun, masih ada sejumlah catatan kritis.
-
Main Api dengan Deforestasi: Basa-Basi Komitmen Iklim Lewat FOLU Net Sink 2030
Strategi FOLU Net Sink 2030 berisiko melanggengkan deforestasi. Berbahaya bagi penyelamatan hutan dan aksi iklim.
-
REKOMENDASI UNTUK AKSELERASI PETA JALAN Ratifikasi Konvensi Pekerjaan dalam Penangkapan Ikan, 2007 (K-188)
Rekomendasi peta jalan ratifikasi Konvensi ILO 188 ini dibuat untuk memetakan dan memberi masukan kepada pemangku kebijakan mengenai sejauh mana peraturan-peraturan, praktik- praktik, dan regulasi yang ada sudah sesuai dengan norma pelindungan K-188.
-
Policy Brief Transformasi Transportasi Jakarta
Emisi gas rumah kaca tidak hanya berdampak terhadap ancaman kesehatan oleh pencemaran udara, tetapi juga berkontribusi terhadap krisis iklim yang meningkatkan potensi cuaca ekstrem hingga risiko banjir. Volume kendaraan yang…
-
Membongkar Darurat Iklim: Bagaimana Perusahaan-Perusahaan Barang Konsumen Menggenjot Produksi Plastik Perusahaan Minyak Besar
Perusahaan-perusahaan besar yang bergerak di bidang bahan bakar fosil seperti Aramco, Total, Exxon, dan Shell dilaporkan melakukan investasi besar-besaran dalam produksi petrokimia dan plastik.
-
Riset Restorasi Gambut: Restorasi Hilang dalam Kabut Asap
Analisis ini mengungkapkan bahwa hampir sepertiga dari Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) di tujuh provinsi yang diprioritaskan untuk direstorasi oleh Badan Restorasi Gambut (BRG)12 memiliki status “kritis sedang” dan “kritis tinggi”…
-
Publik Menagih Tanggung Jawab Produsen Plastik
25 Februari 2021, Jakarta. Pertumbuhan produksi dan konsumsi plastik sekali pakai terus mengalami peningkatan signifikan. Pertumbuhan timbulan sampah plastik yang memiliki kemampuan daur ulang sangat rendah, pada akhirnya terakumulasi di…
-
Karhutla dalam Lima Tahun Terakhir
Laporan terbaru Greenpeace Asia Tenggara ‘Karhutla Dalam Lima Tahun Terakhir’ mengungkap kegagalan total pemerintah Indonesia dalam melindungi hutan dan lahan gambut dari pembakaran.
-
Mengapa Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Tidak Pro-Lingkungan?
Pandemi Covid-19 berdampak bagi perekonomian global. Sejumlah negara sudah mengumumkan status resesi. Sementara Indonesia, perekonomiannya terjun ke minus 5,32 persen. Bagaimana pemerintah mengatasinya?
-
Membara: Dampak Kesehatan dari Kebakaran Hutan di Indonesia dan Implikasinya bagi Pandemi Covid-19
Saat Indonesia bersiap menghadapi musim kebakaran hutan dan lahan tahun 2020, sebuah kajian data yang tepat pada waktunya tentang dampaknya terhadap masyarakat yang terdampak asap kebakaran menunjukkan bahwa para pemegang kekuasaan saat ini ataupun sebelumnya secara konsisten dan masif terus meremehkan dampak karhutla terhadap kesehatan manusia.
-
Jeratan Bisnis Kotor Perbudakan Modern di Laut: Sebuah Laporan Investigasi
Serikat Buruh Migran Indonesia bersama Greenpeace Indonesia mengungkap daftar perusahaan perekrutan dan penempatan Anak Buah Kapal (ABK) Asal Indonesia.
-
Menanti Peraturan Turunan UU Pelindungan Pekerja Migran Indonesia
Dari sisi hukum, pelindungan terhadap pelaut awak kapal dan pelaut perikanan yang bekerja atau dipekerjakan di luar negeri hanya dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (UU PPMI).
-
Pendanaan dari Korea Selatan untuk PLTU di Luar Negeri Membahayakan Kesehatan Umum
Korea Selatan merupakan investor publik asing terbesar ke-tiga dalam proyek-proyek PLTU di antara negara-negara G20 lewat lembaga-lembaga finansial publik (LFP).
-
Krisis Belum Terurai
Sampah plastik telah merusak ekosistem secara masif. Daya hancurnya terhadap lingkungan begitu besar karena plastik sangat sulit terurai.
-
Briefer – Krisis Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia: Perusahaan Kelapa Sawit dan Bubur Kertas dengan Area Kebakaran Terbesar Tak Tersentuh Hukum
Dari hasil analisis Greenpeace, 3.403.000 hektar (ha) lahan terbakar antara tahun 2015 sampai dengan 2018 di Indonesia, menurut hasil analisis burn scar (bekas terbakar) dari data resmi pemerintah. Pada tahun 2015 saja, lebih dari 2.600.000 ha lahan mengalami kebakaran.
-
Greenpeace menghentikan keterlibatan dengan Wilmar-Unilever-Mondelez karena lemahnya komitmen mereka dalam menghentikan deforestasi dari rantai pasok
Pada 22 Agustus 2019, Greenpeace mundur dari keterlibatan dengan Wilmar, Unilever, dan Mondelez dalam hal mendirikan platform pemantauan deforestasi, karena terjadi kegagalan mereka berulangkali dalam menindaklanjuti komitmen mereka untuk ‘nol…
-
Laporan Standar Ganda yang Mematikan
Jepang menerapkan standar ganda yang mematikan: Membiayai pembangkit listrik tenaga (PLTU) batu bara di luar negeri menciptakan polusi udara pada tingkat yang tidak akan diterima di Jepang.
-
Briefer – Indonesia: Deforestasi Meningkat di Area-Area yang dilindungi oleh Moratorium
Pemerintah Indonesia menyatakan pada bulan Juni 2019 bahwa Moratorium Hutan dan Lahan Gambut tentang pemberian izin baru pembukaan hutan untuk perkebunan kelapa sawit, kegiatan penebangan dan pertambangan, yang diberlakukan.
-
Ringkasan Kebijakan: Perjuangan Asia Tenggara Melawan Perdagangan Limbah Plastik
Antara 2016 dan 2018, wilayah ASEAN melihat impor sampah plastik tumbuh dengan mengejutkan 171%, dari 836.529 ton menjadi 2.265.962 ton. Baca ringkasan kebijakan selengkapnya.
-
Data KLHK Menunjukkan Pencemaran Udara Tahunan Jakarta Dua Kali Lebih Buruk dari Baku Mutu Udara yang Ditetapkan Pemerintah
Dari data KLHK terungkap bawa selama tahun 2018 terdapat 34 hari dimana kualitas udara tergolong “Baik”, 122 hari dimana kualitas udara tergolong “Sedang”, semantara 196 hari di saat kualitas udara tergolong “Tidak Sehat”.
-
Data Terkini Kualitas Udara Kota-kota di Seluruh Dunia
Pada tahun 2018, Kota Jakarta mendapat peringkat sepuluh besar sebagai ibu kota negara dengan kualitas udara terburuk di dunia.
-
Elite Politik Dalam Pusaran Bisnis Batu bara
Pemain kunci di industri batu bara memainkan peranan penting dalam pemilihan presiden 2019, baik di tim kampanye Joko Widodo-Ma’ruf Amin maupun Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
-
Sebuah Krisis Kenyamanan
Korporasi di balik wabah pencemaran plastik. Sebuah kajian Greenpeace tentang kebijakan, praktik dan ambisi bisnis dari Produsen-produsen Ternama di bidang Barang Kebutuhan Sehari-hari (Fast Moving Consumer Goods).
-
Laporan Kerusakan Terumbu Karang Karimunjawa
Kelestarian terumbu karang di Taman Nasional Karimunjawa saat ini semakin terancam dengan aktivitas manusia di sekitarnya, diantaranya adalah aktivitas transportasi kapal tongkang batubara.
-
PLTU Celukan Bawang Meracuni Pulau Dewata
PLTU Celukan Bawang yang merupakan pembangkit listrik berbahan bakar batubara telah menimbulkan beragam dampak sosial-ekonomi, lingkungan, dan kesehatan yang merugikan warga.
-
Merekam Perkembangan Pembangkit Tenaga Batu bara di Dunia
Jumlah pembangkit listrik batubara baru di tahap konstruksi turun hingga 73% dari 2015 sampai 2017 akibat pengetatan aturan di China dan pembiayaan swasta di India yang menyebabkan 17 pembangkit batubara mangkrak di India.
-
Saatnya Kebenaran Disuarakan
Pada tahun 2020, produsen barang-barang konsumsi yang bertanggung jawab harus dapat menunjukkan bahwa semua minyak sawit yang digunakannya berasal dari kelompok produsen terpercaya yang operasinya telah diverifikasi sesuai dengan kebijakan NDPE-nya.
-
Dampak Pembangkit Batubara Sekitar Jakarta
Sangat jarang kualitas udara di ibukota memenuhi standar yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sebaliknya tingkat polusi di Jakarta seringkali lebih buruk daripada standar pemerintah Indonesia yang jauh lebih rendah dari srandar WHO.
-
Briefing Paper – Kualitas Udara yang Buruk di Jabodetabek
Pemantauan kualitas udara yang dilakukan oleh Greenpeace juga menunjukkan bahwa polusi udara di wilayah Jabodetabek berada jauh di atas ambang batas kesehatan WHO dan Baku Mutu Udara Ambien Nasional.
-
Fakta mematikan pasokan kelapa sawit IOI.
Selama dua dekade terakhir, sektor perkebunan telah merusak hutan dan lahan gambut di Indonesia. Jutaan hektar telah hancur demi konsesi pulp dan kelapa sawit yang berdampak besar terhadap satwa liar, iklim dan manusia.
-
Internalisasi Dampak dan Biaya Kesehatan dari PLTU Batubara di Indonesia
Dengan menyertakan pertimbangan dampak biaya dan kesehatan dari PLTU batubara, dapat dibuktikan bahwa pada akhirnya PLTU batubara menimbulkan biaya penyediaan listrik yang jauh lebih mahal daripada semua jenis energi.
-
Perusakan IOI Masalah Mendesak
Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) menangguhkan keanggotaan perusahaan kelapa sawit Malaysia IOI pada Maret 2016 atas pelanggaran prinsip-prinsip RSPO. Sejak penangguhan, IOI telah kehilangan banyak pelanggan terbesar. Mereka menanggapi dengan melayangkan gugatan terhadap RSPO, yang mana mereka merupakan anggota pendiri. Namun, IOI menarik gugatan empat hari menjelang pertemuan puncak RSPO di Eropa dan sekarang…
-
Konsekuensi Tersembunyi: Valuasi Kerugian Ekonomi Akibat Pencemaran Industri
Total kerugian ekonomi akibat pencemaran di kawasan Rancaekek dengan pendekatan valuasi ekonomi tanpa mengikutsertakan biaya abai baku mutu mencapai angka Rp. ± 11,4 Triliun.
-
Desa Terkepung Tambang Batu bara: Kisah Investasi Banpu
LATAR BELAKANG: Greenpeace mengungkapkan fakta bahwa aktivitas pertambangan batubara di Provinsi Kalimantan Timur telah melakukan perusakan bentang alam dan mengganggu kualitas air tanah. Pemerintah lokal bahkan tanpa sadar mendukung perusakan tersebut. Bahkan saat ini 75% luas wilayah Kalimantan Timur sudah menjadi konsesi pertambangan batubara.
-
Peringkat Industri Pengalengan Tuna di Indonesia dan Filipina Tahun 2015
Konsumen memilih produk tuna dalam kaleng berdasarkan merek atau label dan cenderung akan mengaitkan produk tersebut dengan reputasi perusahaan yang memproduksi dan mendistribusikan produk tersebut. Sayangnya, kebanyakan merek memberikan informasi yang sangat sedikit kepada para konsumen tentang jenis dan bagaimana ikan tersebut ditangkap dan berasal.
-
Hasil Penelitian Harvard : Ancaman Maut PLTU Batu bara – Indonesia
Dari waktu ke waktu PLTU batu bara mengotori udara kita dengan polutan beracun, termasuk merkuri, timbal, arsenik, kadmiun dan partikel halus namun beracun, yang telah menyusup ke dalam paru-paru masyarakat.
-
Nol Deforestasi dalam Praktik: Pendekatan Stok Karbon Tinggi
Hutan tropis tidak hanya menyimpan nilai karbon yang cukup tinggi, tetapi juga memiliki nilai keanekaragaman hayati yang penting, terutama bagi jutaan masyarakat adat dan lokal yang kehidupannya sangat bergantung pada hutan. Banyak perusahaan yang saat ini sedang mengalihfungsikan hutan tropis menjadi perkebunan untuk komoditas seperti kelapa sawit dan kertas mengalami tekanan dari konsumennya untuk membuktikan…
-
Visi-Misi Prabowo-Hatta dan Jokowi-Kalla Belum Maksimal Dalam Melindungi Lingkungan
Visi misi pasangan kedua capres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla belum menunjukan strategi dan target yang cukup kuat dalam perlindungan hutan, lautan, dan iklim.
-
Sumatera Akan Tertutup Dengan Asap
Bukti baru menunjukkan Bahwa lahan gambut dan perlindungan hutan merupakan kunci untuk menghentikan Kabut Asap
-
Kartu Merah untuk Merk-Merk Perlengkapan Olahraga
Hamburg/Jakarta, 19 Mei 2014 – Merchandise sepakbola yang diproduksi oleh adidas, Nike dan Puma, menjelang Piala Dunia 2014 di Brasil ternyata mengandung bahan kimia berbahaya menurut hasil investigasi terbaru oleh Greenpeace. Sebanyak 33 buah merchandise termasuk sepatu bola, sarung tangan kiper dan bola resmi Piala Dunia ‘Brazuca’ diuji untuk kandungan beragam zat.
-
Bagaimana pertambangan batubara melukai perekonomian Indonesia
Selama sepuluh tahun terakhir, Indonesia telah mengalami pertumbuhan luar biasa di sektor pertambangan batubara yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan meningkatnya produksi dan ekspor batu bara sebesar lima kali lipat antara tahun 2000 dan 2012. Meskipun pertumbuhannya meningkat sangat pesat, sektor batubara menyumbang hanya 4% dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dengan prospek pertumbuhan di…
-
Laporan ‘Sebuah Dongeng Mengenai Monster di Lemari Pakaianmu’
Investigasi terbaru yang dilakukan Greenpeace International mengungkap keberadaan bahan-bahan kimia berbahaya dalam pakaian yang dibeli dari 12 merek global, mulai dari raksasa fast fashion seperti Primark, hingga merek busana olahraga seperti adidas dan label mewah seperti Burberry.
-
APP Progress Review
Pada awal 2013, Asia Pulp & Paper (APP) telah mengumumkan kebijakan terbaru yang disebut Kebijakan Konservasi Hutan. Kebijakan tersebut mencakup penangguhan segera terhadap seluruh kegiatan perambahan hutan oleh pemasok, juga komitmen untuk tidak lagi mengembangkan usaha perkebunan di wilayah berhutan. Pemasok APP sendiri mengidentifikasi hutan alam melalui definisi Stok Karbon Tinggi yang ditentukan oleh The…
-
Izin Untuk Memusnahkan
Saat ini hanya sekitar 400 ekor harimau diperkirakan tersisa di hutan-hutan hujan Sumatra – yang berkurang secara pesat – seperempat juta hektar tiap tahunnya. Ekspansi perkebunan kelapa sawit dan kayu pulp/HTI (Hutan Tanaman Industri) adalah penyebab hampir dua pertiga kerusakan habitat harimau dalam kurun waktu antara 2009 sampai 2011, periode paling akhir dimana data resmi…
-
MENUJU NOL | Bagaimana Greenpeace Menghentikan Deforestasi di Indonesia 2003–2013 dan selanjutnya
Ini adalah cerita mengenai kampanye Greenpeace untuk menghentikan perusakan hutan hujan Indonesia. Ini adalah cerita jutaan manusia dan satu pilihan: selamatkan atau hilang. Ini adalah cerita mengenai apa yang anda bantu kami capai melalui dukungan aktif dan donasi anda.
-
Bank Dunia Mempercepat Pengembangan Batubara di Indonesia
Pada bulan Juli, Kelompok Bank Dunia menerbitkan Kertas Arahan Sektor Energi (Energy Directions Paper), dimana Bank Dunia berjanji untuk membatasi pinjaman untuk batubara hanya untuk keadaan-keadaan khusus – atau hanya kepada negara-negara tanpa alternatif yang memungkinkan selain batubara. Agar janji ini dapat dipenuhi, Bank Dunia harus segera menghentikan dukungan aktifnya terhadap pengembangan batubara besar-besaran di…
-
Laut Indonesia Dalam Krisis
Dengan 17.504 pulau, Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia1. Garis pantainya mencapai 95.181 kilometer persegi, terpanjang di dunia setelah Kanada, Amerika Serikat dan Rusia. Enam puluh lima persen dari total 467 kabupaten/kota yang ada di Indonesia berada di pesisir2. Pada 2010 populasi penduduk Indonesia mencapai lebih dari 237 juta orang3, dimana lebih dari 80%…
-
Visi Bersama Kelautan Indonesia 2025
Mewujudkan Laut Indonesia yang Terpulihkan, Sehat dan Terlindungi. Lautan Indonesia yang 100% terbebas dari praktek perikanan ilegal dan merusak, dan masyarakat lokal nelayan, pesisir dan kepulauan nusantara yang berdaulat, bersahaja dan sejahtera dalam pengelolaan sumberdaya kelautan yang berkelanjutan!
-
Down to Zero
Melalui paparan foto-foto dan karya seni, “Down to Zero” menceritakan kisah dari kampanye kami untuk menghentikan pengrusakan hutan hujan Indonesia dan apa yang telah Anda lakukan untuk pencapaian ini.
-
Toxic Threads: Meracuni Surga
Greenpeace Internasional melakukan investigasi baru yang menelaah lebih dalam penggunaan bahan kimia berbahaya beracun pada produk fashion , melanjutkan investigasi sebelumnya yang dilakukan di China dan Meksiko. Laporan terbaru ini merupakan rangkaian kerja kampanye Detox, yang mengungkap bagaimana industri manufaktur tekstil adalah penyumbang besar pencemaran air di negara-negara belahan bumi selatan (global south).
-
The Indonesia – Norway Agreement to reduce greenhouse gas emissions from deforestation and forest degradation
Executive Summary: This paper assesses progress against the Indonesia-Norway Letter of Intent (LoI) on ‘Cooperation on reducing greenhouse gas emissions from deforestation and forest degradation (REDD+)’, signed on 26 May 2010. After more than two years of action and effort by Indonesia’s government and institutions, this Greenpeace assessment includes an analysis of the LoI’s performance…
-
Bahan Beracun Lepas Kendali
Sebuah Potret Pencemaran Bahan Kimia Berbahaya dan beracun di badan sungai serta beberapa titik pembuangan industri tak bertuan, Studi Kasus Sungai Citarum.
-
Laporan Keterkaitan Perusahaan Sawit India Dalam Kerusakan Hutan Indonesia
JAKARTA, 19 JUNI 2012 – Investigasi terbaru Greenpeace India mengungkapkan berbagai perusahaan di India, pengimpor terbesar kelapa sawit dunia diketahui berbisnis dengan pemasok yang tidak bertanggungjawab yang menghancurkan hutan hujan dan gambut Indonesia.
-
KFC Report
KFC adalah salah satu merek makanan cepat saji paling menonjol di seluruh dunia. Perusahaan induknya Yum! Brands Inc., perusahaan yang berbasis di Louisville, Kentucky, AS mengklaim sebagai perusahaan makanan cepat saji terbesar di dunia dan tahun lalu melaporkan pendapatan lebih dari USD12 milyar.
-
Uang Perlindungan
INDONESIA BERADA DI PERSIMPANGAN JALAN
-
Mengantar Indonesia Menuju ‘Jalur Pembangunan Baru’
Greenpeace, bersama koalisi besar LSM dan menyerukan perlindungan segera semua lahan gambut dan penghentian sementara (moratorium) semua pembukaan hutan alam dalam wilayah-wilayah konsesi baru dan lama.
-
Surat Terbuka Greenpeace pada Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia tentang Rainbow Warrior
Rainbow Warrior adalah kapal laut pengkampanye lingkungan secara damai. Kapal ini telah berlayar selama 21 tahun dan mempunyai reputasi sebagai bagian penting dari kampanye penyelamatan lingkungan kami yang telah berkunjung ke semua kawasan di dunia.
-
Batubara Mematikan
Dengan Biaya yang sangat tinggi Batubara sampai saat ini masih dianggap sebagai bahanbakar termurah di dunia. Namun, batubara juga merupakan bahanbakar terkotor dan yang paling menyebabkan polusi.
-
Platform Bersama Untuk Penyelamatan Hutan Indonesia Indonesia dan Iklim Global : Organisasi Masyarakat Sipil Indonesia
Platform bersama Organisasi Masyarakat Sipil Indonesia :
-
Ringkasan Laporan ‘Bagaimana Sinar Mas Meluluhkan Bumi’
Laporan Investigasi terbaru dari Greenpeace ‘Bagaimana Sinar Mas Meluluhkan Bumi’. Memperlihatkan bagaimana perusahaan ternama seperti Walmart, Auchan dan KFC turut menyumbang dalam pecepatan perubahan iklim, kepunahan satwa sepert macan sumatra dan orang-utan
-
Tertangkap basah : Eksploitasi minyak kelapa sawit oleh Nestlé
Nestlé menggunakan minyak kelapa sawit dari Indonesia yang berasal dari penghancuran hutan dan lahan gambut, dalam produk seperti Kit Kat, ikut mendorong kepunahan orangutan dan mempercepat perubahan iklim. Laporan ini memaparkan bagaimana Nestlé membeli minyak kelapa sawit dari pemasok yang menghancurkan hutan seperti Sinar Mas. Sinar Mas, Produsen minyak kelapa sawit terbesar, yang terus membabat…
-
KEGIATAN ILEGAL PERUSAKAN HUTAN DAN LAHAN GAMBUT: SINAR MAS – APA YANG TELAH KALIAN LAKUKAN?
Sinar Mas Grup secara ilegal telah membabat hutan dan lahan gambut di Kalimantan. Perusahaan ini sendiri sudah cukup terkenal akan keterlibatannya dalam pembukaan ilegal hutan melalui anak perusahaan kertasnya, Asia Pulp and Paper (APP).
-
Hutan Tropis Indonesia dan Krisis Iklim
Melindungi hutan berarti menghentikan perubahan iklim. Penghancuran dan degradasi hutan berpengaruh besar terhadap perubahan iklim dalam dua hal. Pertama, perambahan dan pembakaran hutan melepaskan karbon dioksida ke atmosfir. Kedua, kerusakan hutan akan mengurangi area hutan yang menyerap karbon dioksida. Kedua peran ini sangat penting karena jika kita menghancurkan hutan tropis yang tersisa, maka kita telah…
-
Menyelamatkan Keanekaragaman Hayati Laut: Krisis Tak Terlihat di Laut Lepas
Meskipun keanekaragaman hayati laut lepas ini tidak terlihat oleh banyak orang, wilayah ini tidak bebas dari bahaya—justru menjadi kawasan yang paling tidak dilindungi.
-
Raksasa Agribisnis Raup Keuntungan di Tengah Krisis
Di tengah krisis pandemi Covid-19 dan perang Rusia-Ukraina, sejumlah perusahaan raksasa agribisnis meraup keuntungan miliaran dolar.
-
Jokowi dan PM Malaysia Sepakat Perangi ‘Diskriminasi’ Kelapa Sawit, Komitmen Hentikan Deforestasi Patut Dipertanyakan
Jakarta, 11 Januari 2022. Presiden Joko Widodo sebaiknya menjelaskan maksud pernyataan ‘memerangi diskriminasi terhadap kelapa sawit’ yang disampaikan seusai pertemuan dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di Istana Bogor pada…
-
Ketika Energi Ekstraktif ‘Mendanai’ Sebuah Perang
“Perubahan iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia dan perang di Ukraina memiliki akar yang sama: bahan bakar fosil dan ketergantungan kita pada mereka,” kata ilmuwan iklim Ukraina, Svitlana Krakovska, ketika…
-
Obsesi Jalan Tol dan Ongkos yang Harus Dibayar
Kemacetan harusnya bukan sesuatu yang dianggap biasa dan jalanan lancar juga harusnya bukan sesuatu yang istimewa. Tapi, solusi dari permasalahan ini bukan menambah jalan tol baru, seperti apa yang dilakukan pemerintah saat ini.
-
2020: Tahun Penuh Pelajaran Berharga
Apa saja pelajaran dari 2020 yang bisa diambil? berikut adalah beberapa poin penting hasil obrolan kami dengan Leonard Simanjuntak atau Bang Leo sapaan akrabnya, Country Director Greenpeace Indonesia
-
Program Biodiesel Berisiko Tinggi Bagi Ekonomi dan Lingkungan
Alih-alih memperbaiki neraca perdagangan, rencana pemerintah untuk mengembangkan produksi biodiesel dari minyak sawit justru akan mendatangkan biaya besar bagi perekonomian dan lingkungan.
-
Mengapa Pembangkangan Sipil Berhasil
Sejarah menunjukkan bahwa hanya menjelaskan ketidakadilan moral dari perbudakan, seksisme, kerusakan ekologi, dan lain-lain tidaklah cukup. Hanya beberapa mereka yang berkuasa mendapat manfaat dari ketidakadilan.
-
Tanggapan Greenpeace Indonesia terhadap Rencana Pemerintah Indonesia Memungut Cukai terhadap Produk Plastik
Jakarta, 19 Februari 2020. Dalam rapat kerja antara Menteri Keuangan Sri Mulyani dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia hari ini, disepakati untuk mengenakan cukai pada produk-produk plastik.…
-
Rayakan Natal dan Tahun Baru dengan #makesmthng
Perayaan natal dan tahun baru sebentar lagi tiba! Sangat menyenangkan karena akan berkumpul bersama keluarga dan orang-orang terdekat. Hmm, kira-kira sudah tahu belum mau merayakan natal seperti apa dan memberi…
-
17 Tahun Menyaksikan Perjuangan Orang Knasaimos Menjaga Hutan Adat Papua
Cerita juru kampanye hutan Greenpeace Indonesia tentang pengalamannya menyaksikan perjuangan masyarakat Knasaimos menjaga hutan adat.
-
PP Pelindungan ABK Diterbitkan, ABK Penggugat Presiden: “Perjuangan Belum Berakhir!”
Mewakili kedua rekannya, Pukaldi mengungkapkan kegembiraan atas kemenangan kecil dari perjalanan panjangnya memperjuangkan hak dirinya dan ABK lain.
-
Perjalanan Panjang Masyarakat Sangihe Melawan Tambang
Masyarakat Sangihe menolak dengan tegas adanya kegiatan pertambangan. Mereka membentuk koalisi Save Sangihe Island dan konsisten menggelar aksi damai, serta menggugat izin kontrak karya PT TMS lewat Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta (PTUN).
-
Masyarakat Sipil Rayakan Ulang Tahun Kemenangan Gugatan Warga Negara atas Hak Udara Bersih di Balai Kota DKI Jakarta
Jakarta, 16 September 2022 – Memperingati satu tahun kemenangan gugatan warga negara atas hak udara bersih yang jatuh pada hari ini, Jumat, 16 September 2022, Koalisi IBUKOTA melakukan perayaan berbentuk…